7 Ciri Orang dengan IQ Rendah saat Menjalin Pertemanan Menurut Psikologi

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 122x dilihat
7 Ciri Orang dengan IQ Rendah saat Menjalin Pertemanan Menurut Psikologi

Bagikan Postingan

Jakarta -

Pernahkah Bunda berjumpa seseorang yang selalu merasa dirinya paling benar maupun gemar merendahkan orang lain saat berteman? Sekilas, perilaku seperti ini mungkin kelihatan biasa saja.

Namun, dalam hubungan sosial, metode seseorang memperlakukan kawan bisa memberikan deskripsi tentang caranya memahami orang lain maupun tingkat Intelligence Quotient (IQ).

Perlu diketahui, IQ erat kaitannya dengan kecerdasan seseorang dalam penalaran logis, verbal, spasial, memori, maupun kecepatan pemrosesan. Menurut psikologi, perilaku seseorang dapat menyiratkan tanda kurang berpikir kritis, yang diasosiasikan sebagai kebiasaan orang dengan IQ rendah.


Lantas, apa saja ciri khas orang dengan IQ rendah saat menjalin pertemanan? Simak klarifikasi dari Bubun berikut ini ya!

Kebiasaan orang IQ rendah saat berteman

Melansir dari beragam sumber, berikut tujuh ciri khas maupun kebiasaan orang IQ rendah saat berkawan dengan orang lain:

1. Kurang memperhatikan isyarat sosial

Kebiasaan orang yang memiliki IQ rendah salah satunya yaitu kurang memperhatikan isyarat sosial. Sebagai contoh, ketika seseorang bicara kepada temannya, kemudian kawan tersebut sudah melirik ke arah pintu keluar, mulai berjalan mundur, dan menyilangkan tangan. Itu bisa jadi isyarat bahwa kawan tersebut mau mengakhiri percakapan.

Akan tetapi orang yang cenderung memiliki IQ rendah terkadang tidak mengerti isyarat itu. Mereka bisa saja lanjut membicarakan banyak hal biarpun lawan bicaranya kelihatan sudah tidak nyaman.

Psikolog Ty Tashiro memaparkan lebih lanjut tentang gejala itu yang ia sebut sebagai spotlight attention maupun perhatian sorotan. Orang yang kikuk secara sosial terkadang cuma fokus pada satu bagiankecil dari bumi persepsi mereka dan melewatkan segala sesuatu di luar itu.

Mereka bisa saja memerhatikan setiap detail apa yang mereka katakan, tetapi melewatkan isyarat seperti mengetuk kaki, menyilangkan lengan, maupun gestur tubuh seseorang yang lambat menuju pintu keluar.

Dilansir laman Bolde, Tashiro menerangkan bahwa ini terjadi karena otak mereka berbuat lebih banyak pekerjaan kognitif untuk menafsirkan isyarat sosial, dan itu melelahkan. Sehingga mereka memungut jalan termudah yaitu terus berbicara, karena berbicara tidak berarti membaca suasana.

2. Bereaksi pada waktu yang tidak tepat

Kebiasaan orang dengan IQ rendah dalam berkawan selanjutnya adalah bereaksi pada waktu yang tidak tepat. Sebagai contoh, ketika sekelompok orang sedang berkumpul dan salah satu orang dari mereka menceritakan sebuah kisah kocak yang membikin semua orang tertawa. Namun, ada satu orang yang baru tertawa setelah topik tersebut berlalu. Atau dalam kasus lain misalnya seseorang tertawa sebelum punchline.

Dikutip dari halaman Bolde, kasus seperti itu terjadi karena masalah waktu, bukan masalah humor. Seseorang bisa saja memproses momen sosial dengan sedikit terlambat dari orang lain.

3. Selalu mengarahkan topik percakapan ke diri sendiri

Salah satu kebiasaan orang dengan IQ rendah dalam berkawan yaitu selalu mengarahkan topik percakapan ke diri sendiri. Ketika ada seorang kawan menceritakan perjalanan yang ia lakukan, orang dengan IQ kurang tinggi bisa saja merespon seperti "Oh, aku juga pernah ke sana, biar aku ceritakan tentang saya."

Psikolog klinis Joseph Burgo menerangkan bahwa orang tersebut memanfaatkan percakapan dengan orang lain sebagai kesempatan untuk berbicara tentang diri mereka sendiri. Mereka menunggu jeda, menemukan pemicunya, dan memulai varian mereka sendiri.

Hal yang rumit dari masalah ini adalah orang yang selalu mengarahkan topik percakapan ke diri sendiri tidak sadar itu adalah masalah. Ia merasa mereka terhubung dan mendengarkan kisah lawan bicaranya.

Namun, umumnya sebagian orang dapat membedakan antara seseorang yang mengerti cerita yang dilontarkan lawan bicara dengan seseorang yang memang mau mengalihkan topik kepada diri sendiri.

4. Lebih banyak bicara dan sedikit mendengarkan

Ada kalanya ketika seorang kawan mengeluh tentang hari yang berat, ia cuma mau didengarkan alih-alih diberi saran. Namun orang yang memiliki IQ yang rendah cenderung tertarik untuk memberikan beragam saran yang tidak diminta.

Dikutip yahoo! creators, ketidakmampuan untuk mendengarkan dengan baik menyebabkan kehilangan ide utama. Psikolog mengaitkan ini dengan adanya penilaian berlebihan terhadap suatu pemahaman serta kurangnya kerendahan hati secara intelektual. 

5. Mencari pengesahan dari orang lain secara terus menerus

Salah satu kebiasaan orang yang memiliki IQ rendah adalah selalu mencari pengesahan dari orang lain. Hal yang wajar apabila  seseorang merasa bahagia mendapat apresiasi dan pujian dari orang lain. Namun, ini akan menjadi masalah jika seseorang mau memperoleh pujian maupun persetujuan dari orang lain untuk setiap hal kecil secara berlebihan.

6. Menceritakan permasalahan pribadi di ruang publik

Ketika seseorang terlalu banyak menceritakan permasalahan pribadinya di depan banyak orang, terlebihlagi kepada orang-orang yang tidak terlalu dekat ini dapat mengindikasikan IQ sosial orang tersebut.

Kesesuaian antara apa yang dibagikan orang lain dan dengan siapa orang tersebut membagikan masalahnya adalah sebuah keterampilan. Keterampilan ini yang terkadang dilewatkan oleh orang dengan IQ rendah.

7. Selalu menyalahkan orang lain

Kebiasaan lain orang dengan IQ yang rendah dalam berkawan adalah selalu menyalahkan orang lain. Ketika berbuat kesalahan, alih-alih mengakui kesalahan, seseorang bisa saja terbiasa melempar tanggung jawab itu kepada orang lain. 

Melansir halaman India Today, kebiasaan seperti ini dapat menghalangi pengembangan diri dan akuntabilitas seseorang.

Itulah beragam kebiasaan orang dengan IQ rendah dalam berteman. Perlu diingat, Bunda, bahwa kebiasaan ini bukan satu-satunya gejala atas IQ seseorang. Ini hanyalah satu dari banyaknya sisi dalam menentukan kualitas seseorang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads