7 Cara Mengajarkan Anak Berteman di Sekolah, Salah Satunya Latih soal Emosi

Jul 08, 2026 09:20 AM - 1 bulan yang lalu 24866

Memasuki usia sekolah, bumi anak bakal semakin luas. Mereka tidak lagi hanya berinteraksi dengan keluarga, tetapi juga mulai banyak berteman. Lalu gimana langkah mengajarkan agar anak berkawan di sekolah? 

Hal ini krusial karena hubungan pertemanan dan hubungan sosial dapat berkedudukan dalam perkembangan emosional anak.

Orang tua pun memegang peran krusial dalam membantu anak membangun pertemanan yang positif.


Mengapa kawan krusial bagi anak usia sekolah?

Dikutip dari Raising Children, di usia sekolah biasanya hubungan dengan kawan sebaya bakal menjadi semakin penting. Pertemanan dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, keahlian komunikasi, serta beradaptasi dengan bumi baru.

Saat mempunyai kawan dekat, anak bakal merasa diterima dan menjadi bagian dari suatu kelompok. Punya kawan yang baik juga membantu anak merasa lebih dihargai dan mempunyai pandangan yang positif terhadap dirinya sendiri.

Selain itu, pertemanan membantu anak mengembangkan beragam keahlian hidup yang penting, seperti hubungan dengan orang lain, menyelesaikan konflik, dan memecahkan masalah. Dengan keahlian ini, anak condong lebih mini kemungkinannya mengalami kesulitan sosial maupun emosional di kemudian hari.

Cara mengajarkan anak berkawan di sekolah 

Penting bagi orang tua untuk memberi kesempatan kepada anak agar dapat menjalin pertemanan sendiri sesuai dengan waktu dan kecepatannya masing-masing.

Meski begitu, Bunda bisa membantu mengajarkan anak berkawan di sekolah mulai dari rumah. Termasuk dengan menciptakan lingkungan rumah yang membikin anak merasa percaya diri untuk berinteraksi.

Berikut beberapa langkah mengajarkan anak berkawan di sekolah yang dapat Bunda terapkan:

1. Tunjukkan antusiasme terhadap kawan baru anak

Jangan lupa untuk selalu menunjukkan rasa senang dan antusias ketika anak mulai mempunyai kawan baru ya, Bunda. Hal ini memberikan pesan positif kepada anak bahwa mempunyai kawan baru adalah pengalaman yang menyenangkan.

2. Luangkan waktu untuk mendengar cerita anak

Pastikan orang tua selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan ketika anak saat mereka bercerita tentang kawan sekelas alias kawan barunya. Dengan begitu, anak bakal merasa nyaman untuk berbincang kepada Bunda jika suatu saat mempunyai masalah mengenai pertemanannya.

3. Bermain berbareng di rumah

Bunda juga dapat membujuk anak bermain permainan alias melakukan kegiatan di rumah yang dapat melatih keahlian berteman. Misalnya, permainan papan alias board game. Jenis permainan seperti ini dapat membantu anak belajar bergantian saat bermain.

4. Ajarkan keahlian berinteraksi dengan orang lain

Dikutip dari Harvard Health, keahlian untuk berkawan merupakan keahlian yang paling baik dipelajari mulai di lingkungan keluarga. 

Ajarkan anak untuk mempunyai keahlian dasar interaksi, salah satunya bersikap empati. Pastikan setiap personil family saling memperlakukan dengan setara dan penuh kebaikan. 

Biasakan seluruh personil family saling bertanya tentang kegiatan sehari-hari, minat, maupun pendapat masing-masing. Berikan waktu rutin untuk stop main gadget dan mengobrol dengan keluarga. 

5. Melatih anak belajar tentang emosi

Setiap orang pasti pernah merasakan emosi negatif dan dorongan untuk mementingkan diri sendiri. Hal ini perlu dikendalikan dengan baik agar tidak memengaruhi keahlian berteman. 

Oleh lantaran itu, anak perlu belajar mengatur emosinya sendiri dan peran orang tua menjadi sangat penting. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Developmental Psychology menunjukkan bahwa anak lebih mungkin mempunyai keahlian mengendalikan diri (self-regulation) yang baik andaikan dibesarkan oleh orang tua yang mau berbincang dengan penuh empati.

Kemampuan ini juga meningkat jika orang tua mau memberikan pengarahan positif tentang langkah menghadapi suasana hati yang buruk. 

Semakin baik keahlian anak mengendalikan diri, semakin besar pula kesempatan mereka bisa berkawan dengan baik seiring bertambahnya usia.

6. Beri contoh hubungan yang baik

Saat Bunda dan anak berada di luar rumah, tunjukkan sikap yang ramah. Mulailah percakapan, ajukan pertanyaan, dan berinteraksilah dengan orang-orang di sekitar.

Melalui contoh tersebut, anak dapat belajar membangun rasa percaya diri sekaligus memahami langkah berbincang dengan orang yang belum mereka kenal.

7. Permudah kesempatan anak untuk berinteraksi

Percakapan dan hubungan biasanya bakal lebih mudah terjalin jika dilakukan melalui minat alias kegiatan yang sama. 

Nah, Bunda bisa membantu anak belajar berkawan dengan mencari minat alias kegiatan favoritnya. Setelah itu, daftarkan pada kegiatan yang sesuai.

Bunda juga bisa coba berkenalan dengan orang tua dari beberapa kawan anak, lampau ajak mereka berkumpul, misalnya untuk makan berbareng alias melakukan kegiatan santai. Cara ini dapat memberi kesempatan bagi anak-anak untuk saling mengenal dalam suasana yang lebih nyaman.

Saat merencanakan waktu bermain berbareng (playdate), pilih kegiatan yang menyenangkan dan mendorong kerja sama, seperti membikin kue, pergi ke taman, alias mengunjungi museum.

Masalah pertemanan di sekolah

Pada masa awal sekolah, anak mungkin menghadapi beragam masalah pertemanan, seperti merasa dikucilkan, bentrok dengan teman, alias kesulitan mendapatkan teman. Dalam beberapa situasi, masalah tersebut juga dapat berangkaian dengan perilaku tertentu. 

Sebagian anak mungkin menceritakan masalah tersebut kepada orang tua, tapi sebagian lain memilih untuk memendamnya saja.

Di kasus seperti ini, Bunda mungkin bakal memandang tanda-tandanya. Misalnya, anak tampak enggan berangkat ke sekolah alias terlihat resah saat kudu berinteraksi dengan teman.

Menurut psikolog klinis, Matthew Rouse, PhD, masalah izin diri dapat muncul dengan langkah yang berbeda pada setiap anak.

"Beberapa anak bereaksi secara spontan, misalnya dengan menunjukkan reaksi yang sangat besar dan kuat tanpa tanda-tanda alias proses yang berjenjang sebelumnya," ujarnya dikutip dari Child Mind Institute. 

Sementara pada anak lainnya, tekanan emosional tampak menumpuk sedikit demi sedikit dan mereka hanya bisa menahannya sampai pemisah tertentu. 

Tips membicarakan masalah pertemanan dengan anak

7 Holiday Program untuk Anak di 2023, Cocok untuk Libur SekolahIlustrasi/Foto: Getty Images/Urbanscape

Membicarakan masalah pertemanan memberi kesempatan bagi Bunda untuk memahami apa yang sebenarnya sedang dialami anak.

Percakapan tersebut juga membantu anak memahami dan mengelola perasaannya, sekaligus menemukan langkah yang tepat untuk menghadapi masalah.

Berikut beberapa tips yang dapat Bunda lakukan saat anak punya masalah pertemanan di sekolah:

  • Tanyakan kepada anak apa yang terjadi dan gimana perasaannya.
  • Dorong anak untuk bercerita, misalnya awali dengan membagikan pengalaman Bunda saat menghadapi masalah pertemanan di masa kecil.
  • Ajak membaca kitab yang mengangkat tema persahabatan.
  • Ajarkan anak agar berani mengambil keputusan sendiri, bukan hanya mengikuti teman. 

Jika anak belum siap bercerita, beri tahu bahwa Bunda bakal selalu siap mendengarkan kapan pun mereka membutuhkan.

Dengarkan anak dengan penuh perhatian alias peluk mereka. Terkadang, perihal sederhana tersebut sudah cukup membikin mereka merasa lebih baik.

Apabila masalah yang dihadapi cukup besar dan sudah mengganggu kesehatan mental anak, Bunda bisa coba berbincang dengan pembimbing untuk mengetahui apakah ada masalah di sekolah. 

Lakukan konsultasi ke tenaga ahli seperti psikolog anak jika perlu, untuk mendapatkan penanganan yang lebih optimal.

Itulah penjelasan tentang cara-cara mengajarkan anak berkawan di sekolah. Semoga berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya