7 Kepribadian Orang yang Suka Menyalakan TV agar Lebih Cepat Tidur Menurut Psikolog

7 Kepribadian Orang yang Suka Menyalakan TV agar Lebih Cepat Tidur Menurut Psikolog

Saat ini, televisi (TV) bukan hanya dijadikan sebagai media intermezo belaka, Bunda. Beberapa orang memanfaatkan TV untuk membantu mereka sigap tidur.

Ya, sebagian orang memerlukan TV untuk tidur lantaran mereka mengalami kecemasan, kesepian, alias terlalu banyak berpikir. Dilansir laman Parade, menonton TV rupanya lebih efektif mengalihkan perhatian daripada bunyi bising (white noise), terutama bagi mereka yang melakukan banyak tugas.

"Televisi dapat meredam pikiran. Meskipun white noise berfaedah untuk menyamarkan suara-suara asing di malam hari, itu tidak dapat melakukan perihal yang sama," kata psikolog klinis Dr. Patricia Dixon.


Suara TV, juga bisa memberikan faedah bagi orang dengan kondisi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) alias gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Menurut Dixon, beberapa orang dengan ADHD memang memerlukan TV menyala untuk bisa tidur.

"Cara kerja otak orang dengan ADHD condong berkembang dalam keadaan multitasking, di mana otak bergerak ke beragam arah, sehingga membuatnya tetap tenang adalah bagian tersulit," ujar Dixon.

"Jika TV menyala, ada banyak perihal yang terjadi di latar belakang yang mungkin membantu seseorang dengan ADHD tertidur dibandingkan dengan keheningan."

Dixon mengatakan bahwa tidur dengan TV menyala tidak selalu jelek alias tidak sehat. Namun, perihal itu bisa berbahaya, terutama bagi mereka yang menderita insomnia alias mempunyai masalah tidur lainnya.

Kepribadian orang yang suka menyalakan TV untuk tidur

Orang yang suka menyalakan TV agar lebih sigap tidur biasanya mempunyai karakter kepribadian yang khas. Berikut tujuh karakter kepribadiannya:

1. Kesepian

Menurut Dixon, bagi mereka yang tinggal sendirian, menonton TV dapat menjadi pengalihan perhatian dari kesepian. Mendengar bunyi TV bisa membantu orang-orang ini tidur lebih cepat.

"Misalnya, saya menangani seorang wanita lanjut usia yang tinggal sendirian, dan dia mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur selain jika TV menyala," ungkap Dixon.

"Alasan kenapa dia menjalani terapi, lantaran dia bergumul dengan emosi kesepian. Jadi di rumahnya, terutama di malam hari, jika tidak ada bunyi di latar belakang, itu membuatnya merasa sangat terganggu lantaran tahu bahwa dia sendirian," sambungnya.

2. Cemas

Orang yang mengalami gangguan kekhawatiran juga mempunyai kecenderungan suka menyalakan TV saat waktu tidur. Menyalakan TV membikin otak mereka konsentrasi pada perihal yang dilihat alih-alih pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan alias menyebabkan kecemasan.

"Saya rasa bagi banyak orang, ketika mereka berkata, 'Saya tidak bisa tidur selain TV menyala', itu condong lantaran mereka mengalami kekhawatiran tinggi alias pikiran-pikiran konstan yang mencegah mereka untuk bisa tertidur," ujar Dixon.

3. Memiliki hari yang sibuk

Orang-orang yang sangat aktif dan sibuk di siang hari terkadang kesulitan untuk bersantai dan melepaskan diri dari bumi luar saat malam tiba. Beberapa orang perlu mengalihkan perhatian dengan sesuatu, seperti menonton TV untuk bisa tertidur.

TV dapat membantu memfokuskan daya seseorang sehingga mereka bisa bersantai setelah seharian bekerja. Suara dari sebuah kegiatan alias movie juga dapat mencegah orang-orang yang sangat sibuk untuk tetap terjaga lantaran memikirkan semua perihal yang kudu mereka lakukan keesokan harinya.

"Alih-alih memikirkan banyak perihal yang semestinya alias perlu mereka lakukan di hari berikutnya, ada sesuatu yang terjadi sehingga mereka tidak perlu konsentrasi pada hal-hal lain yang bisa mereka lakukan," kata Dixon.

4. Terlalu banyak berpikir

Pernahkah Bunda begadang semalaman mempertanyakan semua keputusan yang telah dibuat? Jika ya, maka Bunda mungkin masuk ke golongan orang yang terlalu banyak berpikir.

Kebanyakan orang-orang ini biasanya memerlukan sesuatu sebagai mengalihkan pikiran tersebut. Nah, menonton TV di waktu tidur bisa jadi solusinya.

"Ketika orang perlu menyalakan TV, itu lantaran mereka mungkin cemas tentang sesuatu, alias memikirkan sesuatu, alias terlalu banyak berpikir tentang sesuatu," ungkap Dixon.

5. Multitasker

Menyalakan Netflix untuk tidur juga bisa menenangkan bagi orang yang terbiasa melakukan banyak perihal sekaligus. Bunda apalagi bisa memasukkan kegiatan multitasking ini ke dalam rutinitas tidur.

"Mereka seperti, 'antara mau tidur dan menonton TV, alias biarkan melakukan keduanya sekaligus'," jelas Dixon.

"Orang yang melakukan banyak tugas sekaligus juga sibuk, jadi menyalakan TV saat mereka tertidur mungkin merupakan 'satu-satunya langkah mereka untuk dapat menonton TV'."

6. FOMO (Fear of Missing Out)

Tertidur dengan TV menyala selalu membawa akibat FOMO (Fear of Missing Out), itulah sebabnya Dixon menduga bahwa mereka yang memerlukan TV untuk tertidur kemungkinan besar tidak menonton kegiatan yang betul-betul mereka sukai.

"Ketika TV menjadi sesuatu yang membikin seseorang terjaga lantaran mereka sangat menyukai kegiatan tersebut, saat itulah perihal itu menjadi tidak sehat, lantaran menghalangi mereka untuk betul-betul tidur," ungkapnya.

7. Sangat sensitif terhadap suara

Banyak orang mempunyai sensitivitas sangat tinggi terhadap suara. Misalnya, mereka bakal mendengar bunyi mobil di depan rumah alias mereka bakal mendengar sesuatu yang membikin mereka waspada dan menyebabkan mereka menjadi sangat siaga.

Sensitivitas tersebut membikin orang-orang ini memerlukan pengalihan untuk bisa tidur dengan nyenyak. Terkadang mereka memerlukan TV menyala untuk tertidur lantaran perihal itu tidak bakal mengejutkan mereka, Bunda.

Demikian 7 karakter kepribadian orang yang suka menyalakan TV untuk tidur. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya
Sumber Portal Kesehatan Ibu dan Anak