Sebesar apa pun rasa sayang orang tua ke anak, ada kalanya setiap Ayah dan Bunda memerlukan waktu untuk dirinya sendiri. Sebagian besar orang tua rupanya tidak mendapatkan cukup waktu untuk 'me time'.
Data dari Munchery, sebuah jasa pengiriman makanan, mengungkap bahwa berasas survei yang melibatkan 2.000 orang tua, tercatat ada 32 persen orang tua, baru pulang ke rumah setelah bekerja di atas pukul 08.30 malam. Mereka menyisakan waktu rata-rata 30 menit per hari untuk diri sendiri.
Berbeda dengan generasi saat ini, menurut Pew Research Center, orang tua pada tahun 2016 menghabiskan waktu kurang lebih 14 jam seminggu untuk mengasuh anak. Ditambah dengan pekerjaan yang menambah jumlah jam kerja orang tua. Bisa dibilang, orang tua menghadapi keterbatasan waktu, termasuk membagi waktu antara pekerjaan, mengasuh anak, dan merawat diri.
Dikutip dari Parents, seorang psikiater bersertifikasi dari Mindpath Health, Zishan Khan, MD, mendorong orang tua untuk tetap berwelasasih terhadap diri sendiri, daripada terus merasa bersalah saat merasa kewalahan antara kebutuhan pribadi dan anak.
“Itu berfaedah Anda menyadari keterbatasan Anda, yang merupakan kesadaran yang sehat dan bertanggung jawab. Sama seperti anak-anak memerlukan tidur siang untuk menghindari tantrum, orang tua memerlukan ‘istirahat’ mental dan emosional untuk tampil sebagai diri mereka yang terbaik.” jelasnya.
Meskipun orang dewasa bisa memahami pemintaan tersebut, bakal tetapi anak mungkin bakal lebih kesulitan memberikan waktu kepada orang tua mereka, untuk mendapatkan ketenangan tanpa gangguan.
Dr. Zhan mengusulkan untuk mengubah langkah menyampaikan kebutuhan 'me time' sebagai suatu kegiatan yang universal. Ia juga menyarankan untuk menyampaikan kebutuhan tersebut dengan bahasa yang menenangkan.
Seperti, “Setiap orang butuh waktu untuk mengistirahatkan otaknya, jadi Bunda bakal meluangkan sedikit waktu tenang agar punya lebih banyak daya untuk bermain denganmu nanti,” alias “Bunda bakal meluangkan waktu untuk berpikir, dan setelah itu, kita bisa melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama!”
Dengan ungkapan tersebut bakal memperjelas maksud tujuan dari memberi waktu 'me time'. Mereka bakal memahami bahwa waktu sendirian berkarakter sementara dan bukan sebuah penolakan. Dengan ungkapan tersebut juga mereka tidak bakal merasa ditinggalkan.
Dikutip dari Motherly, ada beberapa langkah lain yang bisa dilakukan agar orang tua bisa menikmati waktu sendiri. Seperti, melakukan kegiatan yang bisa ditunggu, contohnya mencuci busana dengan mesin cuci. Orang tua bisa menunggu cucian selesai dan memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat alias melakukan perihal yang disukai.
Selain itu, orang tua perlu menyadari bahwa waktu yang dimiliki terbatas dan lakukan sesuatu yang nyata untuk mengisi energi. Jangan membuang waktu dengan berselancar di media sosial tanpa tujuan.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah meminta support personil family lain untuk membantu mengasuh anak dan memberi waktu rehat yang lebih lama untuk diri sendiri. Itulah tips dan langkah orang tua agar bisa 'me time' tanpa membikin Si Kecil merasa ditolak. Semoga membantu, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)