9 Pertanyaan yang Ingin Didengar Ayah dari Anaknya

Jul 24, 2026 06:20 PM - 2 minggu yang lalu 5700

Setiap ayah sering terlihat tampak kuat dan jarang mengungkapkan perasaannya. Padahal, di dalam hatinya ada kemauan untuk merasa dipahami dan dicintai oleh anak-anaknya.

Seorang ayah terkadang tidak mau bingkisan dari anaknya, melainkan pertanyaan sederhana. Pertanyaan-pertanyaan ini dapat menunjukkan kepedulian dan kemauan anak untuk mengenal kehidupan ayahnya lebih dalam.

Melalui pertanyaan-pertanyaan yang tulus, hubungan antara ayah dan anak dapat menjadi lebih hangat, terbuka, dan penuh makna. Simak beberapa pertanyaan yang mungkin mau didengar setiap ayah dari anaknya berikut ini!


Daftar pertanyaan yang mau didengar ayah dari anaknya

Dilansir dari laman Time, berikut daftar pertanyaan yang mau didengar oleh seorang ayah dari anaknya:

1. "Ayah, apa ketakutan terbesar Ayah dalam hidup dan apa pelajaran yang didapatkan Ayah?"

Pertanyaan ini bisa sangat berarti bagi seorang ayah. Banyak ayah tidak mau menyembunyikan pengalaman alias pelajaran hidup yang dialami dari anak-anaknya.

"Ada kekuatan besar dalam mengatakan yang sebenarnya tentang hal-hal yang melangkah baik dan hal-hal yang melangkah buruk," kata penulis kitab The Courage to Commit, Andrew East.

Hal yang perlu diingat, pelajaran yang dapat dipetik anak bukanlah tentang hidup yang melangkah sesuai rencana. Melainkan apa yang kudu dilakukan ketika tidak sesuai rencana.

2. "Seperti apa diri Ayah saat seusia aku?"

Pakar dan pendiri program pengembangan karakter remaja, Mark Papadas, menganggap pertanyaan ini juga krusial bagi seorang ayah. Bahkan, anak-anak yang lebih muda pun bisa mendapat faedah dari pertanyaan ini.

"Percakapan itu memberi saya gambaran baru tentang diri seorang ayah," kata Papadas.

"Misalnya, sebagai ayah kita dapat menjawab, 'Ketika saya berumur 10 tahun, seperti Anda sekarang, inilah yang saya hadapi, dan inilah langkah saya melewatinya'. Hal itu dapat memberikan sesuatu yang bisa dipegang oleh anaknya. Saya yakin, anak yang berumur 10 tahun itu, ketika kelak berumur 40 tahun, bakal mengingat percakapan tersebut," ujar Papadas.

3. "Ayah, gimana rasanya menikah? Apa bagian terbaik dan terburuknya?"

Penulis Bruce Feiler berambisi lebih banyak anak bakal bertanya kepada orang tua tentang pernikahan mereka. Pertanyaan ini membuka pintu bagi lebih dari sekadar kisah cinta. Pasalnya, pernikahan adalah tempat family saling terkait, tempat di mana bentrok muncul, dan babak kehidupan baru dimulai.

"Saya melakukan perjalanan waktu. Pertama, membayangkan dirinya sebagai seorang anak yang memandang foto pernikahan orang tuanya, kemudian membayangkan anak-anaknya di masa depan suatu hari kelak memandang kembali foto-foto pernikahannya," ungkap Feiler.

Menceritakan kembali kisah asal usul family memungkinkan kita untuk menghidupkan kembali kenangan-kenangan itu. Setiap cerita memberi kita kesempatan untuk meninjau kembali kehidupan dari perspektif pandang yang baru.

4. "Maukah Ayah mengajari saya sesuatu yang Ayah sukai?"

Seorang ayah juga sering mengharapkan anaknya bertanya tentang pertanyaan ini. Meski pada kenyataannya, tidak semua anak melakukannya, sehingga seorang ayah menjadi kecewa.

Seorang anak yang mau mempelajari apa yang dicintai ayahnya sebenarnya mau mengenal ayahnya, Bunda. Anak tak hanya mau ayahnya ikut menyiapkan bekal alias mengantarkan ke sekolah. Mereka mau ayah menjadi sosok dengan kehidupan dan antusiasme yang sudah ada sebelum mereka lahir.

5. "Bagaimana rasanya saat Ayah menjadi seorang Ayah?"

Bagi seorang anak, seorang ayah selalu ada, terbentuk sempurna, tanpa sejarah sebelum mereka hadir. Mereka mungkin penasaran dengan sosok ayah, sehingga melontarkan pertanyaan ini.

"Ini bakal menjadi perihal yang menarik untuk dibicarakan yang mungkin tidak terpikirkan oleh kebanyakan anak untuk ditanyakan," kata penulis kitab Dad Can You Not?: A Dad's Guide to Being Less Cringey, Chip Leighton.

6. "Apa yang mau Ayah ajarkan kepada saya dari langkah Ayah dibesarkan?"

Terapis family Terry Real, beranggapan bahwa salah satu pertanyaan yang paling mau didengar seorang ayah dari anaknya adalah, "Bagaimana ayah memutuskan mau menjadi orang tua seperti apa?".

Pertanyaan ini membujuk para laki-laki untuk menjelaskan pola pengasuhan mereka bukan sebagai sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan sebagai serangkaian pilihan. Pertanyaan ini juga menuntut kejujuran daripada kesempurnaan, dan memberi para ayah izin untuk membicarakan kesenjangan antara niat mereka dan kenyataan.

7. "Apa yang membikin Ayah bangga pada aku?"

Ini adalah pertanyaan mini yang mengajarkan seorang anak apa yang sebenarnya dihargai oleh ayahnya. Pertanyaan ini seringkali memberi anak izin untuk menghargai dirinya sendiri.

"Tanyakan ini pada ayahmu dan jawabannya mungkin bakal mengejutkanmu. Anak-anak condong berasumsi mereka tahu skenarionya," ungkap Papadas.

"Anak mungkin mendapat nilai C di pelajaran matematika, tetapi kita memandang mereka bekerja keras, dan mereka mengerahkan upaya terbaik mereka, dan mereka tidak menyerah. Itulah yang dibawa seorang ayah," sambungnya.

8. "Ayah, apakah Ayah baik-baik saja?"

Ini pertanyaan yang tampaknya sederhana, tetapi terkadang susah untuk dijawab dengan jujur. Namun, seringkali pertanyaan ini begitu efektif ketika dilontarkan oleh seorang anak.

"Pertanyaan seperti, 'Apakah Ibu baik-baik saja hari ini? Apakah hari Ibu menyenangkan?', ini bukan tentang membikin anak bertanggung jawab atas emosi orang dewasa. Tapi ini adalah kenyamanan sederhana lantaran anak juga merasa diperhatikan," kata Maguire.

"Anak-anak mini memerlukan banyak perhatian dan energi, dan mereka memberikan begitu banyak balasan," lanjutnya.

9. "Seperti apa izin yang Ayah bisa berikan untuk aku?"

Pertanyaan ini membikin seorang ayah merasa dibutuhkan dan dihargai. Tapi, pertanyaan ini sebaiknya tidak ditanyakan secara tiba-tiba ya.

Menurut Real, mengusulkan pertanyaan yang berat dan menyentuh secara tiba-tiba kepada seorang ayah jarang menghasilkan percakapan yang baik. Sebaiknya, mulailah dengan menanyakan apakah ayah bersedia alias merasa siap untuk melakukan percakapan yang serius, sebelum mengusulkan pertanyaan ini.

Itulah daftar pertanyaan yang diharapkan ayah dari anaknya. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Selengkapnya