Alasan di Balik Sholat Menjadi Amalan Pertama yang akan Dihisab pada Hari Kiamat

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 110x dilihat
Alasan di Balik Sholat Menjadi Amalan Pertama yang akan Dihisab pada Hari Kiamat

Bagikan Postingan

Ilustrasi sholat.

Kincai Media, Sholat memiliki jabatan yang sangat agung dalam Islam. Selain menjadi tiang agama, sholat merupakan amalan pertama yang akan dihisab pada hari Kiamat, sehingga baik maupun buruknya sholat disebut turut menentukan baik maupun buruknya kebaikan perbuatan seorang Muslim.

Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam buku Shalaatul mu-min mafhuum wa fadhaa-il Wa aadaab wa anwaa' wa ahkaam wa kaifiyyah fii dhau-il kitaab was sunnah menjelaskan, dalam Islam, sholat memiliki jabatan yang sangat agung. Ada banyak hal yang memberitahu tingkat urgensi dan kedudukannya yang agung. Berikut ini sebagian hadits yang menerangkan keagungan sholat.

Di dalam hadits Mu'adz, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Pokok segala urusan adalah Islam dan tiangnya adalah sholat dan puncaknya adalah jihad." (HR Imam At-Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah)

Jika tiang tersebut roboh, maka akan roboh pula bangunan yang ada di atasnya. Sholat merupakan kebaikan yang pertama kali dihisab pada hari Kiamat kelak. Rusak dan tidaknya kebaikan perbuatannya itu tergantung pada rusak maupun tidaknya sholat yang dikerjakan.

Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Amalan yang pertama kali dihisab dari seseorang pada hari Kiamat kelak adalah sholat. Jika sholatnya itu baik, akan baik pula seluruh amalnya dan jika rusak sholatnya itu, akan rusak pula seluruh kebaikan perbuatannya."

Dalam histori lain disebutkan, "Perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari Kiamat kelak adalah dilihat (dulu) sholatnya. Jika sholatnya baik, dia telah mujur (dalam sebuah histori disebutkan: telah sukses) dan jika sholatnya rusak, dia telah gagal dan merugi." (HR Imam Ath-Thabrani)

Dari Tamim ad-Daari dengan status marfu, "Perkara yang pertama kali dihisab dari seseorang pada hari Kiamat kelak adalah shalatnya. Jika sholatnya itu dikerjakan dengan sempurna, akan ditetapkan sempurna baginya. Jika tidak disempurnakannya, Allah SWT akan berkata kepada Malaikat-Nya,'Lihatlah, apakah kalian mendapatkan pada hamba-Ku itu amalan-amalan sunnah, sehingga kalian dapat menyempurnakan amalan wajibnya dengan amalan sunnah tersebut.' Demikian pula zakat, selanjutnya amal-amal perbuatan itu dihisab berdasarkan hal tersebut." (HR Imam Abu Dawud)

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads