Infografis Tiga Hal yang Mendatangkan Rezeki. Ilustrasi harta
Kincai Media,JAKARTA -- Rezeki berupa harta dan kenikmatan bumi tidak selalu menjadi tanda seseorang disukai Allah SWT. Nabi Muhammad SAW menerangkan bahwa Allah SWT dapat memberikan bumi kepada orang yang disukai maupun yang tidak disukai-Nya, sedangkan kepercayaan diberikan kepada orang yang disukai-Nya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Al-Hakim dalam buku Al-Mustadrak ‘ala Shahihain dijelaskan bahwa Allah SWT memberi rezeki kepada orang yang disukai dan tidak disukai-Nya. Tapi Allah SWT tidak memberikan kepercayaan kecuali kepada orang yang disukai-Nya.
Sufyan Ats-Tsauri dari Zabid dari Murrah dari Abdullah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membagi-bagi di antara kalian akhlak-akhlak kalian, sebagaimana Dia membagi-bagi rezeki kalian di antara kalian. Sesungguhnya Allah memberikan bumi kepada orang yang disukai-Nya dan yang tidak disukai-Nya, tapi Dia tidak memberikan kepercayaan kecuali kepada orang yang disukai-Nya." (HR Imam Al-Hakim)
Hadits serupa dengan redaksi sedikit berbeda juga diriwayatkan Imam Al-Hakim.
Sufyan Ats-Tsauri dari Zubaid dari Murrah dari Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah membagi-bagi di antara kalian adab kalian, sebagaimana Dia membagi-bagi rezeki kalian di antara kalian. Sesungguhnya Allah memberi bumi kepada orang yang disukai-Nya dan yang tidak disukai-Nya, tapi Dia tidak memberikan kepercayaan kecuali kepada orang yang disukai-Nya. Apabila Allah menyukai seorang hamba maka Dia akan memberikan keagamaan kepadanya." (HR Imam Al-Hakim)
Dari dua hadits di atas, dapat dipahami bahwa Allah SWT cuma memberikan kepercayaan kepada orang yang disukai oleh-Nya. Sementara, rezeki berupa harta maupun dunia, Allah berikan kepada orang yang disukai-Nya dan yang tidak disukai-Nya.
Hadits tersebut mengingatkan bahwa banyaknya rezeki bumi tidak dapat dijadikan ukuran kecintaan Allah SWT kepada seseorang. Sebaliknya, kepercayaan merupakan karunia yang sangat bermutu karena diberikan kepada hamba yang disukai-Nya. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak cuma mengejar kelimpahan dunia, tetapi juga senantiasa menjaga dan menaikkan keagamaan kepada Allah SWT.