Amalan Hari Jumat yang Membuka Pintu RezekiKincai Media– Hari Jumat bukan sekadar pergantian hari dalam hitungan kalender. Ia adalah hari yang dimuliakan Allah, hari ketika kaum muslimin dipanggil untuk berkumpul mengingat-Nya, hari yang dipenuhi limpahan rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Dalam tradisi Islam, Jumat bukan hanya mempunyai nilai ibadah, tetapi juga menjadi momentum memperbarui hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, banyak orang menghabiskan tenaga untuk mengejar rezeki. Mereka bekerja lebih keras, menyusun beragam strategi, apalagi rela mengorbankan waktu berbareng keluarga.
Semua itu merupakan ikhtiar yang dianjurkan. Namun Islam mengingatkan bahwa rezeki bukan semata-mata hasil kerja manusia. Di kembali upaya yang tampak, ada keberkahan yang hanya Allah berikan kepada hamba yang mendekat kepada-Nya.
Karena itulah Rasulullah SAW menyebut hari Jumat sebagai sayyidul ayyām, penghulu segala hari. Beliau bersabda:
سَيِّدُ الْأَيَّامِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَفِيهِ تَقُومُ السَّاعَةُ
“Penghulu segala hari adalah hari Jumat, dan pada hari itulah hariakhir bakal terjadi.” (HR. Al-Hakim)
Hadis ini menunjukkan bahwa kemuliaan hari Jumat bukan sekadar lantaran menjadi hari berkumpulnya kaum muslimin, tetapi lantaran Allah menjadikannya sebagai hari yang dipenuhi beragam keutamaan.
Oleh karena itu, para ustadz menganjurkan agar hari ini dihiasi dengan amal-amal saleh yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah sekaligus membuka pintu keberkahan dalam hidupnya.
Amalan Sunnah Hari Jumat
Memperbanyak Shalawat kepada Nabi
Jika ada hari yang paling utama untuk memperbanyak shalawat, maka hari itu adalah hari Jumat. Rasulullah SAW bersabda:
أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ
“Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat, lantaran shalawat umatku diperlihatkan kepadaku pada hari Jumat.” (HR. Al-Baihaqi)
Shalawat bukan sekadar ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW. Ia adalah angan yang kembali kepada pembacanya dalam corak rahmat, keberkahan, dan kedekatan dengan Nabi pada hari kiamat. Lisan yang dipenuhi shalawat bakal lebih mudah mengingat teladan beliau dalam menjalani kehidupan.
Memperbanyak Doa dan Zikir
Hari Jumat juga menyimpan satu waktu yang sangat istimewa. Pada saat itu, angan seorang hamba tidak bakal ditolak oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ
“Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu. Tidaklah seorang hamba muslim bertepatan dengannya dalam keadaan beragama kepada Allah lampau memohon suatu kebaikan, melainkan Allah bakal mengabulkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, hari Jumat adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa, istighfar, dan zikir. Al-Qur’an sendiri mengingatkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah Anda mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika Anda mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)
Ayat ini mengajarkan bahwa keberkahan rezeki justru lahir ketika manusia berani mendahulukan panggilan Allah dibanding urusan dunianya.
Membaca Al-Qur’an
Hari Jumat juga menjadi saat yang tepat untuk memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Di tengah derasnya info yang memenuhi pikiran manusia, Al-Qur’an mengembalikan hati kepada petunjuk yang lurus.
Imam Ja’far ash-Shadiq pernah berpesan agar seorang muslim tidak menyia-nyiakan kemuliaan malam dan hari Jumat, melainkan menghidupkannya dengan doa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan amal-amal saleh. Sebab pada hari itu Allah melipatgandakan pahala, menghapus dosa, dan mengangkat derajat hamba-Nya.
Membaca Surah Al-Kahfi
Di antara ibadah yang paling dianjurkan adalah membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya Allah bakal memberikan sinar baginya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)
Para ustadz menjelaskan bahwa sinar tersebut bukan sekadar sinar yang tampak, tetapi sinar petunjuk yang menjaga seseorang dari fitnah, kesesatan, dan kebingungan dalam menjalani kehidupan.
Membersihkan Diri dan Berpenampilan Terbaik
Islam selalu menghubungkan kebersihan lahir dengan kebersihan batin. Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan mandi Jumat, bersiwak, memotong kuku, serta memakai busana yang bersih dan wewangian.
Beliau bersabda:
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
“Mandi pada hari Jumat adalah tanggungjawab bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam sabda lain Rasulullah SAW bersabda:
مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَلَبِسَ مِنْ أَحْسَنِ ثِيَابِهِ، وَمَسَّ مِنْ طِيبٍ إِنْ كَانَ عِنْدَهُ، ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ… غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى
“Barang siapa mandi pada hari Jumat, memakai busana terbaiknya, menggunakan wewangian jika memilikinya, kemudian menghadiri shalat Jumat… niscaya diampuni dosa-dosanya hingga Jumat berikutnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Anjuran ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya menyambut hari Jumat dengan penampilan terbaik sebagai corak penghormatan kepada ibadah dan kepada sesama.
Memperbanyak Sedekah
Tidak ada ibadah yang lebih sigap menghadirkan keberkahan kekayaan selain sedekah. Apa yang tampak berkurang di mata manusia justru bertambah dalam timbangan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak bakal mengurangi harta.” (HR. Muslim)
Karena itu, banyak ustadz seperti Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa infak pada hari Jumat mempunyai keistimewaan yang sangat besar. Sebagaimana Ramadan menjadi bulan terbaik untuk bersedekah, Jumat pun merupakan hari terbaik untuk berbagi kepada fakir miskin, anak yatim, dan siapa pun yang membutuhkan.
Menjemput Keberkahan Rezeki
Pada akhirnya, hari Jumat mengajarkan satu pelajaran yang sering terlupakan: rezeki tidak hanya dicari dengan bekerja, tetapi juga dijemput dengan ketakwaan.
Shalawat melembutkan hati. Zikir menenangkan jiwa. Doa menumbuhkan harapan. Al-Qur’an menerangi akal. Sedekah melapangkan rezeki. Sementara mandi, kebersihan, dan busana terbaik mengajarkan bahwa ibadah pun mempunyai etika yang kudu dijaga.
Mungkin lantaran itulah Allah menjadikan Jumat sebagai penghulu segala hari. Sebab pada hari itu manusia tidak hanya diajak mencari penghidupan, tetapi juga diajak memperbaiki hubungan dengan Sang Pemberi Kehidupan. Dan ketika hubungan itu menjadi baik, keberkahan bakal datang dengan langkah yang sering kali tidak pernah disangka-sangka.