Jakarta -
Pernah melihat anak sibuk meraih barang di dekatnya, membongkar mainan, memasukkan barang ke dalam wadah, maupun meniru pergerakan orang di sekitarnya? Berbagai aktivitas sederhana ini merupakan bagiankecil dari eksplorasi anak yang dilakukan melalui bermain untuk mengenal bumi sekaligus belajar hal-hal baru.
Rasa mau tahu tersebut menjadi bagiankecil krusial dari tumbuh bunga anak. Melalui eksplorasi dan bermain, Si Buah Hati belajar mengenali lingkungan, mengungkapkan kebutuhan, serta mengembangkan kapasitas berpikir, motorik, sosial, dan emosional.
Meski belum bisa berbicara dengan lancar, anak sebenarnya sudah berkomunikasi melalui tatapan mata, celotehan, pergerakan tubuh, dan ekspresi. Ketika orang tua merespons isyarat tersebut dengan penuh perhatian, Si Buah Hati akan merasa lebih terlindungi dan betah untuk terus bereksplorasi dan belajar melalui bermain.
Anak aktif berbuat eksplorasi, otak dan mentalnya ikut berkembang
Bermain bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang, tetapi juga metode anak memahami bumi dan mengembangkan beragam keterampilan. Melalui eksplorasi saat bermain, Si Buah Hati belajar mengenali lingkungan sekaligus melatih kapasitas motorik, kognitif, sosial, dan emosional.
Selain itu khasiat bermain tidak terbendung pada proses belajar di usia dini, tetapi juga berpartisipasi krusial dalam mendukung kesehatan mental anak. Saat aktif bereksplorasi, anak mendapat kesempatan untuk mencoba hal baru, mengenali perasaan, dan membangun rasa percaya diri.
Bermain berbareng orang tua juga membantu Si Buah Hati merasa dihargai dan dicintai, sehingga ikatan emosional semakin kuat. Interaksi yang hangat selama mendampingi eksplorasi dapat membikin anak merasa lebih terlindungi dan betah untuk belajar.
Tak cuma mendukung proses belajar, bermain berbareng orang tua juga dapat memberikan khasiat bagi kesehatan mental anak. Anak yang sering bermain berbareng orang tua cenderung lebih jarang mengalami masalah seperti kecemasan, depresi, perilaku agresif, dan gangguan tidur. Sementara momen bermain yang menyenangkan dapat membantu anak merasa lebih relaks dan mengurangi stres.
Eksplorasi melalui permainan juga menjadi sarana bagi anak untuk mengekspresikan emosi yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata. Oleh karena itu, orang tua dapat memberikan ruang bagi Si Buah Hati untuk bermain dan bereksplorasi sambil memperhatikan emosi yang ditunjukkannya.
Dengan memberikan kasih sayang, kenyamanan, dan perhatian selama anak bereksplorasi, orang tua turut membangun fondasi keahlian sosial dan emosional Si Buah Hati. Dukungan ini berpartisipasi krusial dalam menjaga kesehatan mental, membangun rasa aman, serta mendukung kesejahteraan anak di masa depan.
Cara orang tua mendukung eksplorasi anak
Setiap anak memiliki tahapan evolusi dan minat yang berbeda. Oleh karena itu, aktivitas bermain sebaiknya disesuaikan dengan usia, kemampuan, serta minat Si Buah Hati.
Berikut beberapa metode yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung proses eksplorasi anak.
Berikan aktivitas bermain dan belajar sesuai usia anak
Pilih permainan yang dapat merangsang rasa mau tahu sekaligus melatih keahlian anak sesuai tahap perkembangannya. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dicoba orang tua berbareng Si Buah Hati:
- Anak usia 12 bulan
Orang tua dapat membujuk Si Buah Hati bermain memasukkan dan mengeluarkan barang dari wadah. Gunakan wadah yang terlindungi serta barang yang cukup besar dan tidak berisiko tertelan. Selain menyenangkan, permainan ini dapat membantu melatih koordinasi mata dan tangan serta keahlian motorik dasar. - Anak usia 18 bulan
Pada usia ini, anak umumnya mulai tertarik mencocokkan barang berdasarkan bentuk maupun warna. Orang tua bisa membujuk anak mengelompokkan mainan, menunjuk gambar dalam buku, maupun mencari barang dengan warna yang sama. - Anak usia 2-3 tahun
Anak dapat diajak bermain lagu dengan gerakan, meniru aktivitas sederhana, hingga menyusun balok. Permainan tersebut dapat membantu melatih daya ingat, perhatian, koordinasi gerak, dan kapasitas mengikuti instruksi sederhana. - Anak usia 4-6 tahun
Anak bisa diajak bermain menari kemudian selesai saat musik dimatikan, mengikuti instruksi sederhana, maupun menebak barang berdasarkan petunjuk. Permainan ini membantu melatih kapasitas berpikir, mengendalikan diri, dan keahlian jasmani anak.
Perlu diingat, rentang usia tersebut merupakan panduan umum. Orang tua dapat menyesuaikan tingkat kesulitan permainan dengan kesiapan dan kapasitas masing-masing anak.
Selain itu saat anak mulai aktif bereksplorasi, orang tua perlu memberikan rasa terlindungi sekaligus kesempatan untuk belajar mandiri. Misalnya, ketika Si Buah Hati mencoba menyusun balok, biarkan ia mencari metode sendiri. Berikan apresiasi atas usahanya agar anak semakin percaya diri mencoba hal baru.
Manfaatkan waktu bermain untuk membangun komunikasi dengan Si Buah Hati. Saat anak berceloteh, menunjuk benda, maupun memberitahu mainan, tanggapi dengan kata-kata dan ekspresi yang sesuai. Interaksi timbal balik ini membantu mendukung evolusi komunikasi sekaligus mempererat ikatan orang tua dan anak.
Orang tua juga perlu menciptakan lingkungan eksplorasi yang aman. Simpan barang tajam, obat-obatan, bahan kimia, dan barang kecil yang berisiko tertelan di tempat yang tidak terjangkau anak. Pastikan area bermain terlindungi agar Si Buah Hati dapat bergeser dan mencoba hal baru dengan pengawasan orang dewasa.
Selain itu, perhatikan isyarat anak selama bermain. Jika Si Buah Hati kelihatan lelah, frustrasi, maupun kehilangan minat, berikan selang maupun tawarkan aktivitas lain. Dengan pendampingan yang responsif, anak dapat bereksplorasi dengan betah sekaligus mengembangkan rasa percaya diri dan kemandirian.
Dukung momen eksplorasi anak dengan nutrisi dan stimulasi yang seimbang
Momen eksplorasi menjadi kesempatan bermutu bagi Si Buah Hati untuk belajar, mengenali emosi, dan mengembangkan rasa percaya diri. Selain memberikan stimulasi melalui bermain dan pendampingan yang penuh perhatian, pemenuhan nutrisi seimbang dan istirahat yang cukup juga krusial untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Agar proses eksplorasi anak berjalan dengan optimal, orang tua juga perlu memastikan imunitasnya statis terjaga. Penuhi kebutuhan nutrisi harian anak melalui makanan yang bergizi dan seimbang sesuai usia untuk mendukung tumbuh bunga sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh Si Buah Hati.
Sebagai pelengkap kebutuhan nutrisi harian, orang tua juga dapat memberikan susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia Si Buah Hati, seperti DANCOW Imunutri.
DANCOW Imunutri dilengkapi dengan 0g sukrosa, DHA, Zat Besi, Omega 3 dan 6 untuk mendukung tumbuh bunga optimal Si Buah Hati. Kandungan yang tinggi Vitamin A, C, E dan Zink untuk menjaga daya tahan tubuh Si Buah Hati. DANCOW juga dilengkapi vitamin D dan kalsium yang berpartisipasi dalam membantu pertumbuhan.
Setiap momen pertama membawa cerita dan pembelajaran baru untuk anak. Untuk mendukung perjalanan Si Buah Hati, DANCOW Imunutri mengusung semangat "Siap untuk Setiap Pertama" datang sebagai pelengkap nutrisi harian untuk mendukungnya menjalani setiap hal baru dengan lebih semangat.
DANCOW imunutri/ Foto: Dwi Rachmi/ Kincai Media
(som/som)