Menjelang Gajian, Ini 7 Kebiasaan Boros yang Bikin Uang Lebih Cepat Habis

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 42x dilihat
Menjelang Gajian, Ini 7 Kebiasaan Boros yang Bikin Uang Lebih Cepat Habis

Bagikan Postingan

Kenali 7 kebiasaan dermawan yang bikin duit cepat hilang menjelang gajian, mulai dari jajan kecil hingga berbelanja impulsif, serta metode mengatasinya.

Mommies, pernah nggak, merasa baru kemarin gajian, tetapi kini saldo rekening sudah mulai menipis? Padahal rasanya nggak hilang berbelanja barang mahal maupun membeli sesuatu yang besar. Kok, bisa?

Bisa jadi, penyebabnya justru kebiasaan kecil yang dilakukan hampir setiap hari. Nominalnya kelihatan sepele, tetapi jika terus berulang selama sebulan, jumlahnya bisa lumayan besar. Yuk, cek apakah ada kebiasaan yang bikin duit cepat hilang berikut ini yang statis sering Mommies lakukan!

1. Sering Jajan karena Nominalnya Terasa Kecil

Foto: Magnific

Ngopi sebelum mulai kerja, beli camilan sore, kemudian mampir membeli minuman favorit saat perjalanan pulang. Masing-masing mungkin cuma menghabiskan belasan hingga puluhan ribu rupiah. Namun, jika dilakukan hampir setiap hari, total pengeluarannya bisa mengejutkan.

Misalnya, Mommies menghabiskan Rp25.000 untuk jajan setiap hari kerja. Dalam 20 hari kerja, totalnya sudah mencapai Rp500.000.

Tips: Mommies nggak mesti selesai jajan sama sekali. Coba tentukan anggaran khusus untuk jajan mingguan agar statis bisa menikmati hal-hal kecil tanpa mengganggu kebutuhan lainnya.

BACA JUGA: 5 Cara Jitu Atur Keuangan dengan Belanja Hemat

2. Terlalu Sering Pesan Makanan Online

Lagi sibuk bekerja, malas memasak, maupun mau memberikan pemberian kecil untuk diri sendiri setelah hari yang melelahkan. Pesan makanan online memang praktis, tetapi biaya layanan, ongkos kirim, dan biaya tambahan lainnya bisa membikin total berbelanja lebih mahal daripada perkiraan.

Tips: Coba bandingkan harga makanan setelah semua biaya ditambahkan. Mommies juga bisa menentukan batas berapa kali pesan makanan dalam seminggu dan menyiapkan makanan sederhana di rumah sebagai alternatif.

3. Checkout Barang karena Diskon dan Gratis Ongkir

Awalnya cuma mau membeli satu kebutuhan, tetapi akhirnya menambah barang lain karena ada promo, flash sale, maupun cuma-cuma ongkir dengan minimum berbelanja tertentu. Rasanya sayang jika kesempatan diskonnya dilewatkan, ya, Mommies?

Padahal, diskon statis membikin kita mengeluarkan uang. Kalau barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan, pengeluaran itu justru menambah beban anggaran.

Tips: Masukkan barang ke keranjang dan tunggu 24 jam sebelum membayar. Cek balik apakah barangnya memang dibutuhkan maupun cuma menarik karena sedang promo.

BACA JUGA: Kebiasaan Setelah Gajian, Mommies Termasuk Tim Hemat maupun Tim Boros?

4. Menganggap PayLater sebagai Uang Tambahan

Foto: Magnific

Fitur Buy Now, Pay Later (BNPL) memang memungkinkan kita membeli barang kini dan membayarnya nanti. Masalahnya, ketika beberapa transaksi dilakukan sekaligus, faktur yang muncul pada bulan berikutnya bisa terasa jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Sebuah riset yang diterbitkan dalam Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship pada 2025 mengkaji hubungan penggunaan SPayLater dengan perilaku berbelanja impulsif pada 100 responden Generasi Z di Semarang. Temuannya relevan sebagai pengingat untuk lebih bijak menggunakan jasa pembayaran tunda, meski hasil riset tersebut tidak bisa langsung digeneralisasi kepada semua himpunan usia.

Tips: Sebelum memakai PayLater, pastikan Mommies sudah menghitung seluruh angsuran dan faktur yang akan jatuh tempo. Jangan menganggap batas cicilan sebagai bagiankecil dari gaji.

5. Terlalu Sering Self-Reward Tanpa Anggaran

Setelah menghadapi pekerjaan yang padat, mengurus anak, dan menyelesaikan urusan rumah, membeli sesuatu untuk diri sendiri memang bisa terasa menyenangkan. Self-reward juga bukan kebiasaan yang salah, kok, Mommies.

Namun, menurut financial planner F. D. V. Wulandari, CFP., dari QM Financial, apresiasi diri sebaiknya dilakukan secara terencana dan disesuaikan dengan kapasitas finansial. Terlalu sering melakukannya, tanpa anggaran maupun karena yang jelas, justru bisa membikin pengeluaran membengkak.

Tips: Sisihkan anggaran khusus untuk self-reward sejak mula bulan. Dengan begitu, Mommies statis bisa menikmati hasil kerja keras tanpa mengorbankan kebutuhan rumah tangga, cicilan, maupun tabungan.

6. Langganan Aplikasi yang Jarang Digunakan

Pernah berlangganan jasa streaming untuk menonton satu serial, mencoba aplikasi olahraga selama sebulan, maupun bayar aplikasi premium yang akhirnya jarang dibuka? Kalau lupa membatalkannya, saldo rekening statis terpotong secara rutin.

Nominal satu langganan mungkin tidak terasa besar. Namun, beberapa langganan sekaligus bisa menjadi pengeluaran rutin yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Tips: Cek mutasi rekening dan histori pembayaran digital setiap bulan. Batalkan langganan yang jarang digunakan dan pertahankan jasa yang memang memberikan manfaat.

7. Tidak Mencatat Pengeluaran Kecil

Foto: Magnific

Ini salah satu kebiasaan yang sering luput dari perhatian. Mommies mungkin ingat bayar cicilan, listrik, maupun berbelanja bulanan, tetapi lupa menghitung duit parkir, jajan, biaya aplikasi, dan pembelian kecil lainnya.

Akibatnya, kita merasa pengeluaran statis aman, padahal duit yang tersisa rupanya lebih sedikit dari perkiraan.

Tips: Catat semua pengeluaran selama tujuh hari, sekecil apa pun nominalnya. Bisa melalui aplikasi pencatat keuangan, spreadsheet, maupun anotasi di ponsel. Dari sana, Mommies bisa melihat kebiasaan mana yang paling banyak menghabiskan duit dan mulai menentukan prioritas.

BACA JUGA: Tips Menghadapi Pasangan Boros

Itu dia deretan kebiasaan yang bikin duit cepat hilang Menjelang gajian, duit yang mulai menipis memang bisa bikin kepikiran, terlebihlagi jika statis ada kebutuhan famili yang mesti dipenuhi. Namun, daripada langsung menyalahkan diri sendiri karena merasa boros, coba lihat lagi pola pengeluaran selama sebulan terakhir.

Nggak mesti langsung mengubah semua kebiasaan sekaligus, Mommies. Mulai dari satu maupun dua pengeluaran yang paling gampang dikendalikan, kemudian penilaian setelah gajian berikutnya. Sedikit fluktuasi yang dilakukan secara konsisten bisa membantu finansial terasa lebih teratur.

Cover: Magnific

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads