Jakarta -
Penurunan nomor kelahiran terjadi di beberapa negara di dunia, Bunda. Di satu sisi, negara-negara tersebut juga kudu dihadapkan dengan masalah populasi dengan jumlah kematian lebih banyak dari kelahiran.
Dilansir The Guardian, perubahan populasi ini merupakan tanda-tanda pergeseran yang lebih luas yang terjadi di sebagian besar negara maju. Beberapa negara yang menunjukkan pola perubahan ni adalah Amerika, Jepang, Korea Selatan, hingga Kuba dan Uruguay.
"Di Uni Eropa pada tahun 2024, 21 dari 27 negara mempunyai lebih banyak kematian daripada kelahiran," kata Profesor Sarah Harper, kepala Oxford Institute of Population Ageing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Inggris, proyeksi dari Office for National Statistics (ONS) menunjukkan bahwa jumlah kematian bakal melampaui jumlah kelahiran di setiap tahun mulai dari tahun 2026 dan seterusnya. Hal tersebut didorong oleh penurunan nomor kelahiran dan generasi 'baby boom' pasca perang yang hidup lebih lama dari generasi sebelumnya dan sekarang telah mencapai usia lanjut.
Populasi di Inggris diperkirakan tetap bakal tumbuh, tetapi lebih lambat daripada perkiraan sebelumnya, dan mencapai puncaknya sekitar 72,5 juta pada tahun 2054 sebelum mulai menurun secara bertahap. Proyeksi sebelumnya menunjukkan pertumbuhan bakal bersambung hingga tahun 2096.
"Meski titik di mana jumlah kematian lebih banyak daripada kelahiran mempunyai makna emosional yang mendalam, itu hanyalah bagian dari proses yang panjang," ujar mahir demografi dan penulis kitab No One Left: Why the World Needs More Children, Dr. Paul Morland.
Angka angan hidup sebenarnya telah meningkat sejak akhir abad ke-18, sementara nomor kelahiran telah menurun sejak akhir abad ke-19, selain peningkatan singkat pada pertengahan abad ke-20. Namun, jumlah nomor kematian bisa saja menyusul jumlah penurunan nomor kelahiran, Bunda.
"Akan tiba suatu titik di mana kedua garis ini berpotongan," kata Morland.
Penyebab pasangan memilih untuk tidak mempunyai anak sangat kompleks. Tingkat kesuburan 2,1 anak per wanita biasanya dibutuhkan agar suatu populasi dapat meningkatkan nomor kelahiran. Namun, tingkat kesuburan di Inggris hanya mencapai 1,44.
"Penurunan nomor kelahiran baru-baru ini di Inggris sangat terlihat pada mereka yang berumur di bawah 30 tahun, yang mengindikasikan adanya penundaan," kata Profesor Melanie Channon dari University of Bath.
"Namun, apalagi dengan memperhitungkan tren menuju menjadi orang tua di usia yang lebih tua, nomor kelahiran tetap menurun."
Ketika mereka yang tua tidak lagi produktif
Peningkatan angka harapan hidup berkontribusi pada 'penuaan' populasi secara bertahap. Seiring bertambahnya usia, banyak orang tua condong menghindari risiko. Pada akhirnya, mereka juga memerlukan tingkat support yang lebih besar, sehingga dapat menambah beban pada pekerja muda.
Banyak negara maju menghadapi tekanan tersebut, Bunda. Namun, yang mengejutkan adalah gimana tren ini telah menyebar dan melampaui orang-orang yang berasal dari ekonomi kaya.
Melihat perubahan tersebut, masyarakat di bumi sekarang dituntut untuk beradaptasi dengan umur yang lebih panjang. Mereka memerlukan pemikiran ulang tentang gimana orang bekerja, pensiun, dan didukung saat berada usia lanjut.
Dampak jumlah kematian lebih banyak dari kelahiran
Meningkatnya jumlah kematian dan berkurangnya jumlah anak yang dilahirkan dapat menyebabkan akibat sosial dan ekonomi. Populasi yang berkurang bakal memaksa pemerintah untuk menerapkan patokan baru.
Di Jepang, misalnya, sekarang ada perusahaan unik yang bekerja untuk membersihkan apartemen orang lanjut usia yang meninggal sendirian di rumah. Tak hanya itu. Di 'Negeri Sakura' ini, penjualan popok dewasa telah melampaui penjualan popok kanak selama lebih dari satu dekade.
Di Italia, desa-desa yang mengalami penurunan populasi menjual rumah dengan nilai yang murah untuk menarik masyarakat baru dan menjaga agar akomodasi umum tetap berjalan. Di Inggris, penurunan jumlah siswa telah menyebabkan penutupan sekolah dan ruang kelas di beberapa bagian London.
Kabar baiknya adalah perubahan demografis termasuk jarang terjadi secara tiba-tiba. Perubahan bakal berjalan secara berjenjang hingga dampaknya terlihat di beragam sektor, seperti sekolah, jasa kesehatan dan sosial, dan dalam pergeseran hubungan antar generasi.
Demikian akibat dari jumlah kematian lebih banyak dari kelahiran menurut pakar. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·