Arti Mimpi Potong Rambut Menurut Ulama Tafsir MimpiKincai Media— Mimpi pangkas rambut merupakan salah satu pengalaman tidur yang cukup sering dialami. Ada yang bermimpi rambutnya dipotong pendek, dicukur hingga habis, alias justru memandang rambut orang lain dicukur. Bagi sebagian orang, mimpi semacam ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah makna mimpi pangkas rambut pertanda baik alias justru sebaliknya?
Dalam khazanah ta‘bir al-ru’ya alias penafsiran mimpi yang berkembang dalam literatur Islam, rambut mempunyai sejumlah simbol. Maknanya pun tidak selalu sama. Keadaan orang yang bermimpi, waktu terjadinya mimpi, kondisi rambut, apalagi situasi yang menyertai mimpi dapat memengaruhi penafsirannya.
Salah satu penjelasan yang cukup menarik datang dari literatur yang dinisbatkan kepada Ibnu Syahin az-Zahiri. Dalam pembahasan mengenai mimpi mencukur kepala, disebutkan bahwa dia dapat mempunyai beberapa makna, di antaranya haji, perjalanan, kemuliaan, kedudukan, dan keamanan.
Mimpi mencukur rambut bisa berfaedah haji, perjalanan, hingga kemuliaan. Dalam Al-Isyarat fi Ilmil ‘Ibarat, salah satu karya krusial dalam literatur tafsir mimpi yang dinisbatkan kepada Gharsuddin Khalil dan Ibnu Syahin az-Zahiri, terdapat keterangan:
وبالمجمل فإن رؤيا حلق الرأس تؤول على خمسة أوجه: حج، وسفر، وعز، وجاه، لقوله تعالى: {مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ}
Artinya: “Secara umum, mimpi mencukur kepala ditafsirkan dalam lima hal: haji, perjalanan, kemuliaan, dan kedudukan, berasas firman Allah Ta‘ala: ‘Dengan mencukur kepala dan memendekkan rambut, sedangkan kalian tidak merasa takut.’”
Dalam sebagian riwayat teks tafsir mimpi, makna kelima juga disebut sebagai keamanan (amn). Dengan demikian, mencukur rambut dalam mimpi tidak otomatis berarti kehilangan alias sesuatu yang buruk. Dalam konteks tertentu justru dapat menjadi simbol perubahan menuju keadaan yang lebih baik.
Dasar simboliknya dikaitkan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ
Artinya; “Sungguh, Allah bakal membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya. Sungguh, Anda pasti bakal memasuki Masjidil Haram, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan memendekkannya, sedang Anda tidak merasa takut.” (QS Al-Fath [48]: 27)
Ayat tersebut menggambarkan mencukur alias memendekkan rambut sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji alias umrah. Karena itu, para mahir ta‘bir menjadikan simbol tersebut sebagai salah satu dasar dalam memahami mimpi mencukur kepala.
Jika bermimpi mencukur kepala, apa artinya? Dalam penjelasan lain, disebutkan:
قال بعض المعبرين من رأى أنه حلق رأسه ما لم يكن في حرب فإنه يستغنى ويقوى بعياله، وهو محمود ولا بأس به، فإن كان في حرب فليس بجيد.
Artinya: “Sebagian mahir tafsir mimpi berkata: peralatan siapa memandang dirinya mencukur kepala, selama dia tidak sedang berada dalam peperangan, maka dia bakal menjadi bisa dan memperoleh kekuatan melalui keluarganya. Mimpi tersebut terpuji dan tidak ada keburukan padanya. Namun, jika dia sedang berada dalam peperangan, maka mimpi tersebut tidak baik.”
Keterangan ini menunjukkan bahwa satu simbol mimpi dapat mempunyai makna berbeda sesuai keadaan orang yang mengalaminya.
Jika seseorang bermimpi mencukur kepalanya dalam keadaan normal, misalnya tidak sedang berada dalam peperangan, mimpi itu dalam literatur tersebut justru dapat ditafsirkan sebagai kecukupan, kekuatan, dan support keluarga.
Dengan kata lain, mimpi kehilangan rambut tidak selalu kudu dibaca sebagai kehilangan sesuatu. Dalam tradisi ta‘bir mimpi, simbol yang sama dapat menunjukkan perpindahan keadaan: dari kesulitan menuju kelapangan alias dari satu fase kehidupan menuju fase lainnya.
Mimpi pangkas rambut saat musim haji mempunyai makna khusus
Ada pula penafsiran yang secara unik menghubungkan mimpi mencukur rambut dengan waktu terjadinya mimpi. Disebutkan dalam keterangan yang dinisbatkan kepada Ibnu Sirin:
وقال ابن سيرين من رأى أنه حلق رأسه في أيام الحج فإنه صلاح في الدين وكفارة للذنوب، وإن كان في الأشهر الحرم أو في بعضها فإنه قضاء دين وزوال هم وغم.
Artinya: “Ibnu Sirin berkata: peralatan siapa memandang bahwa dia mencukur kepalanya pada hari-hari haji, maka itu menunjukkan perbaikan dalam kepercayaan dan penghapusan dosa-dosa. Jika perihal tersebut terjadi pada bulan-bulan haram alias pada sebagian darinya, maka itu menunjukkan pelunasan utang serta hilangnya kesusahan dan kesedihan.”
Dalam penjelasan tersebut, mencukur kepala pada masa haji dipahami sebagai ymbol perbaikan kepercayaan dan penghapusan dosa. Sementara mencukur kepala dalam konteks bulan-bulan haram ditafsirkan sebagai pelunasan utang dan hilangnya kesusahan.
Ini merupakan salah satu bagian menarik dari tradisi penafsiran mimpi. Waktu dan konteks rupanya ikut diperhitungkan. Karena itu, seseorang tidak cukup hanya mengatakan, “Saya bermimpi pangkas rambut,” kemudian mengambil satu ymbolan ymbol.
Bagaimana jika yang bermimpi adalah perempuan?
Literatur tafsir mimpi klasik juga memberikan pembahasan unik mengenai rambut perempuan.
Dalam Al-Isyarat fi Ilmil ‘Ibarat disebutkan:
وإن رأت المرأة أن شعرها حلق أو قلع من أصله فإنه دليل على هتكها.
Artinya: “Jika seorang wanita memandang bahwa rambutnya dicukur alias dicabut sampai ke akarnya, maka perihal itu merupakan tanda terbukanya kejelekan alias tercemarnya kehormatannya.”
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa penafsiran mimpi rambut pada wanita dalam literatur klasik mempunyai ymbol yang berbeda dari penafsiran umum mengenai rambut laki-laki. Literatur Ibnu Syahin juga memuat keterangan serupa mengenai rambut wanita yang dicukur alias dicabut.
Namun, bagian ini perlu dibaca secara hati-hati. Istilah-istilah dalam kitab ta‘bir klasik merupakan bahasa simbolik dan konteks sosial pada masa kitab tersebut disusun. Karena itu, tidak tepat andaikan seseorang yang mengalami mimpi tersebut langsung memastikan bahwa dirinya pasti bakal mengalami suatu aib.
Mimpi pangkas rambut bagi orang yang mempunyai jabatan
Ada pula pengecualian yang disebutkan oleh para mahir ta‘bir. Dalam penjelasan mengenai mimpi mencukur kepala disebutkan bahwa andaikan orang yang bermimpi merupakan seseorang yang mempunyai kedudukan alias jabatan, mimpi tersebut tidak selalu dipandang terpuji.
Dalam salah satu redaksi disebutkan:
وأما إذا كان من أهل الدولة فليس بمحمود، إلا أن يكون من عادته حلق الرأس في الجمعة مرارا فليس هو رديئا.
Artinya: “Adapun jika orang yang bermimpi tersebut termasuk orang yang mempunyai kekuasaan alias kedudukan, maka mimpi itu tidak terpuji. Kecuali jika mencukur kepala pada hari Jumat sudah menjadi kebiasaannya berulang kali, maka mimpi tersebut tidaklah buruk.”
Makna ini kembali menunjukkan bahwa konteks kehidupan orang yang bermimpi sangat penting. Seseorang yang sehari-hari memang terbiasa mencukur rambut pada waktu tertentu tentu tidak dapat disamakan dengan orang yang sama sekali tidak mempunyai kebiasaan tersebut.
Karena itu, tafsir mimpi dalam literatur klasik tidak sesederhana kamus: “potong rambut = begini.” Ada pertimbangan mengenai keadaan, kebiasaan, waktu, profesi, dan kondisi orang yang bermimpi.
Jadi, apakah mimpi pangkas rambut pertanda baik? Jika merujuk pada keterangan-keterangan di atas, jawabannya: tidak selalu buruk, apalagi dalam sejumlah keadaan justru ditafsirkan sebagai sesuatu yang baik.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·