Sejumlah visitor berolahraga di lintasan lari area Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf Discovery di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Ahad (5/6/2022). RTH yang dilengkapi sejumlah akomodasi olahraga tersebut ramai dikunjungi penduduk untuk berolahraga dan mengisi waktu senggang terutama saat akhir pekan.
Kincai Media, Upaya Belanda mengasingkan ustadz dan tokoh berpengaruh dari Nusantara justru membawa akibat yang tidak mereka duga. Salah satunya Syekh Yusuf dari Makassar, ustadz sekaligus pejuang yang dibuang ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan, pada 1694.
Bersama family dan para pengikutnya, Syekh Yusuf kemudian menjadi salah satu tokoh krusial dalam terbentuknya organisasi Muslim awal di daerah tersebut. Menurut South African History Online, Syekh Yusuf tiba di Tanjung Harapan pada 2 April 1694 berbareng 49 orang yang terdiri atas keluarga, imam, pembantu, dan para pengikutnya. Belanda mengasingkannya ke daerah tersebut lantaran cemas pengaruh Syekh Yusuf bakal semakin kuat andaikan dia tetap berada di daerah kekuasaan Belanda di Asia.
Namun, pengasingan tersebut tidak sepenuhnya sukses memutus pengaruh Syekh Yusuf. Kehadiran dirinya dan para pengikutnya justru menjadi salah satu awal terbentuknya organisasi Muslim di Afrika Selatan. Bahkan, area tempat mereka tinggal di Zandvliet kemudian dikenal dengan nama Macassar, merujuk pada asal-usul sebagian besar pengikut Syekh Yusuf.
Dikisahkan, pada akhir tahun 1600-an, banyak laki-laki Muslim yang kaya dan berpengaruh dibuang ke Cape Town (Cape of Good Hope/ Tanjung Harapan) di Afrika Selatan dari Tanah Air mereka di Timur (Indonesia). Mereka dibuang oleh Belanda yang menguasai dan menjajah kepulauan Nusantara (Indonesia).
Belanda takut terhadap Muslim kaya dan berpengaruh di beragam daerah Nusantara. Sehingga mereka dianggap sebagai ancaman terhadap hegemoni politik dan ekonomi yang dilakukan Belanda terhadap daerah jajahannya.
Orang buangan politik pertama alias Orang Cayen adalah orang berpengaruh dan berkuasa dari Sumatera. Kemudian, Syekh Yusuf dari Makassar adalah orang Cayen yang paling terkenal.
Syekh Yusuf lahir pada tahun 1626, ketika lahir diberi nama Abadin Tadia Tjoessoep, nama yang diberikan Sultan Penguasa Kerajaan Gowa pertama yang berakidah Islam, sultan ini juga kerabat ibunya Syekh Yusuf.
Kesultanan Gowa sering disebut Kerajaan Gowa alias Kerajaan Gowa Tallo alias Kesultanan Makassar adalah sebuah Kesultanan yang berpusat di daerah Sulawesi Selatan. Syekh Yusuf dari Kerajaan Gowa pindah ke Banten dan berjuang berbareng Sultan Agung dari Banten melawan kolonialis Belanda.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·