Mengenal Asmira Fhea, Novelis Pengisi Kelas Menulis Fiksi Bincang Syariah

Aug 12, 2026 01:32 PM - 11 jam yang lalu 55
Mengenal Asmira Fhea, Novelis Pengisi Kelas Menulis Fiksi Bincang SyariahMengenal Asmira Fhea, Novelis Pengisi Kelas Menulis Fiksi Bincang Syariah

Kincai Media– Menulis bagi Asmira Fhea bukan sekadar kegiatan menuangkan pendapat ke dalam kata-kata. Bagi wanita yang berkawan disapa Fia itu, menulis menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya melintasi sejumlah bidang, mulai dari jurnalistik televisi, organisasi literasi, hingga bumi novel.

Pemilik nama pena Asmira Fhea itu lahir di Jakarta, 3 Mei 1994. Ketertarikannya pada bahasa dan sastra tumbuh seiring dengan latar belakang pendidikannya. Ia merupakan lulusan Sastra Arab Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pendidikan tersebut menjadi salah satu bekal yang membentuk langkah pandangnya terhadap bahasa dan narasi. Namun, perjalanan Fia tidak berakhir di lingkungan akademik. Ia kemudian memasuki bumi ahli yang mempertemukannya dengan beragam corak penulisan.

Dari Jurnalistik hingga Komunitas Literasi

Pada 2017–2020, Fia berkecimpung di bumi pertelevisian sebagai creative journalist di salah satu stasiun televisi swasta nasional. Ia antara lain mengerjakan naskah buletin untuk program soft news dengan tema-tema humanis dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pengalaman di ruang redaksi memberinya kesempatan untuk berhadapan dengan beragam cerita dan karakter manusia. Dunia jurnalistik sekaligus menjadi ruang baginya untuk mengasah keahlian merangkai info menjadi narasi yang menarik.

Setelah itu, Fia memperluas kiprahnya ke bagian manajemen konten dan komunitas. Pada 2022–2024, dia berasosiasi dengan platform literasi digital Rakata sebagai content management. Di sana, dia terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan literasi, pengelolaan organisasi penulis dan pembaca, hingga proses penyeleksian naskah untuk diterbitkan.

Perjalanan tersebut mempertemukannya dengan dua bumi yang saling berkaitan: produksi tulisan dan ekosistem yang menopang lahirnya karya. Pengalaman itu pula yang memperkaya perjalanannya sebagai penulis fiksi.

Melahirkan Cerita lewat Novel

Sebagai penulis, Fia memilih novel sebagai salah satu medium untuk menyampaikan cerita. Karya-karyanya datang dalam beragam genre, antara lain roman, teenlit, dan fiksi realistis.

Sejumlah novel yang telah diterbitkannya antara lain Melodie der Liebe (2014), To: Daddy (2015), Behind The Screen (2023), dan Book Shamer (2023). Pada 2026, dia kembali memperkenalkan karya terbarunya, Hope and Home.

Konsistensinya menulis menunjukkan bahwa perjalanan seorang penulis tidak selalu berjalan dalam satu ruang. Pengalaman di jurnalistik, pengelolaan konten, serta keterlibatan dalam organisasi literasi menjadi bagian yang saling melengkapi dalam proses kreatifnya.

Di tengah perubahan lanskap media, Fia juga beradaptasi dengan perkembangan bumi digital. Ia memanfaatkan media sosial, termasuk melalui akun IG @asmirafhea, untuk memperkenalkan karya dan kegiatan profesionalnya. Selain sebagai penulis, dia menawarkan jasa virtual assistant untuk kebutuhan kreatif, seperti pengelolaan media sosial dan copywriting.

Kemampuan beradaptasi tersebut menjadi bagian krusial dari perjalanan kariernya. Dunia imajinatif yang terus berubah menuntut pekerjanya tidak hanya bisa menghasilkan karya, tetapi juga terus memperbarui keterampilan. Fia pun mengikuti beragam kursus dan sertifikasi untuk mengembangkan kemampuannya.

Membagikan Pengalaman Menulis

Pengalaman panjangnya di bagian penulisan dan literasi kemudian membawanya pada peran baru sebagai pengajar. Fia bakal menjadi pemateri dalam Kelas Penulisan Fiksi yang diselenggarakan Bincang Syariah pada Minggu 30 Agustus sampai Senin 31 Agustus 2026 .

Dalam kelas tersebut, dia berbagi pengetahuan mengenai dasar-dasar penulisan fiksi, termasuk langkah membangun karakter, menyusun premis, serta mengembangkan bentrok agar cerita mempunyai daya tarik bagi pembaca.

Kelas tersebut terbuka bagi mereka yang baru mulai menulis maupun penulis yang mau memperkuat dasar-dasar penulisan fiksi. Bagi Fia, berbagi pengetahuan menjadi kelanjutan dari perjalanan panjangnya di bumi literasi—dari belajar bahasa dan sastra, bekerja di ruang redaksi, mengelola komunitas, menulis novel, hingga membantu orang lain menemukan langkah untuk bercerita.

Bagi Anda yang tertarik mengikuti kelas tersebut, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut:
>> https://bit.ly/KelasMenulisFiksiBincangsyariah

Perjalanan Asmira Fhea memperlihatkan bahwa bumi kepenulisan mempunyai banyak pintu. Seseorang dapat memulainya dari ruang redaksi, bergerak ke organisasi literasi, menerbitkan karya, lampau kembali ke ruang belajar untuk berbagi pengalaman.

Dari beragam ruang itulah Fia membangun jalannya sebagai penulis. Ia tidak hanya menempatkan tulisan sebagai hasil akhir, tetapi juga sebagai proses belajar, bekerja, dan berbagi.

Bagi mereka yang mau menekuni bumi fiksi, perjalanan Fia menunjukkan bahwa keahlian bercerita dapat terus diasah melalui pengalaman dan keberanian untuk mencoba beragam medium.

Sertifikasi Halal

Selengkapnya