Nadya Quamila | Beautynesia
Minggu, 18 Oct 2026 19:30 WIB
Aturan 90 Detik yang Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia, Coba Terapkan untuk Menyambut Senin/Foto: Magnific.com
Bagi sebagian orang, gampang untuk larut dan terjebak dalam emosi intens yang sedang mereka rasakan. Misalnya, ketika mereka sedang menghadapi masalah rumit yang membikin mereka stres. Amarah sudah di membuncah, kata menyerah sudah terasa di ujung lidah.
Membiarkan emosi negatif menguasai diri terus-menerus adalah metode pintas untuk membuang ketenangan dan kebahagiaan dari dalam hidup. Amarah dan stres yang berlebih bisa merusak kualitas hidup.
Bila Anda sedang eksis di posisi ini, Anda bisa coba "aturan 90 detik" yang membantu untuk mengatasi emosi negatif yang terjebak di dalam diri. Mantan Chief Business Officer di Google [X] dan penulis empat buku terlaris internasional, Mo Gawdat telah meneliti sains tentang kebahagiaan selama lebih dari 20 tahun dari perspektif pandang logis dan filosofis, dengan menggunakan bagan alur serta rumus untuk menemukan akar penyebab ketidakbahagiaan.
Ia mempelajari sebuah kebiasaan yang dapat membantu kita menemukan sukacita dan kepuasan dalam waktu singkat. Dalam podcast "High Performance", Gawdat menyebut kebiasaan ini sebagai "aturan 90 detik". Ketika ada sesuatu yang memicu amarah maupun kecemasan terjadi dalam hidup, berikan diri kita waktu selama 90 detik untuk merasakan kekesalan tersebut. Setelah itu, pilihlah untuk mengalihkan fokus ke hal-hal lain.
Kebiasaan ini didasarkan pada wawasan yang diperoleh Gawdat dari seorang ahli saraf lulusan Harvard, Jill Bolte Taylor. Taylor menemukan bahwa cuma dibutuhkan waktu 90 detik bagi hormon stres dan kemarahan, seperti kortisol dan adrenalin, untuk dikeluarkan dari dalam tubuh.
Jika kita statis berang setelah 90 detik, ini terjadi karena kita memutar ulang pikiran penyebab kekesalan itu di dalam imam secara tidak sadar. Setiap kita memikirkannya lagi, tubuh balik merilis hormon stres tersebut.
Nah, setelah 90 detik pertama berlalu dan efeknya mereda di dalam tubuh, muncul sebuah jeda. Di fase ini, reaksi jasmani tubuh sudah lebih tenang, sehingga emosi tidak lagi memegang kendali penuh atas diri. Setelah itu, kita punya kekuatan untuk apakah mau terus berputar pada emosi tersebut, maupun menggunakan pikiran untuk fokus ke hal lain dan mencari solusi.
3 Pertanyaan yang Bisa Diajukan dalam Aturan 90 Detik

3 Pertanyaan yang Bisa Diajukan dalam Aturan 90 Detik/Foto: Magnific.com/benzoix
Untuk bisa bangkit lebih cepat dari beragam insiden yang tidak menyenangkan dalam hidup, Gawdat mengungkapkan bahwa ia biasa mengajukan tiga pertanyaan kepada dirinya sendiri:
- Apakah hal itu benar?
- Bisakah aku berbuat sesuatu untuk mengatasinya?
- Bisakah aku menerimanya dan statis berbuat sesuatu meskipun hal itu terjadi?
“Sembilan puluh persen hal yang membikin kita tidak ceria terlebihlagi tidaklah nyata. Misalnya, ketika pasangan Anda mengatakan sesuatu yang menyakitkan, otak Anda mungkin langsung menyimpulkan bahwa dia tidak lagi mencintai Anda. Padahal, itu tidak benar," tuturnya.
Berdasarkan tiga pertanyaan di atas, jika Anda menjawab "tidak" pada pertanyaan pertama, maka beralihlah untuk fokus ke hal lain. Tapi jika Anda menjawab "ya", lanjut ke pertanyaan kedua dan lakukan proses yang sama.
"Jika ada aksi yang bisa diambil, lakukanlah. Jika tidak, terapkanlah "penerimaan yang berkomitmen", artinya, akui apa yang telah terjadi dan terimalah sebagai kenormalan yang baru," tambah Gawdat.
Membangun kebiasaan baru bisa menjadi hal yang sulit, terutama saat kita sedang diliputi emosi. Dalam sebuah studi tahun 2009, peneliti ilmu jiwa Phillippa Lally menemukan bahwa dibutuhkan waktu antara 18 hingga 254 hari untuk membentuk suatu kebiasaan, tergantung pada individu dan situasinya.
Namun, menurut Gawdat, menyadari sepertiapa metode kita merespons momen-momen sulit dalam hidup adalah cara mula untuk menjadi lebih ceria dan merasa lebih puas dengan hidup.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.