Bacaan Shalawat Al-fatih Lengkap: Terjemahan, Transliterasi, Dan Keutamaan

Jun 05, 2026 11:58 AM - 21 jam yang lalu 1019
 Terjemahan, Transliterasi, dan KeutamaanBacaan Shalawat Al-Fatih Lengkap: Terjemahan, Transliterasi, dan Keutamaan

Kincai Media – Di tengah begitu banyak redaksi shalawat yang dikenal umat Islam, terdapat satu shalawat yang mempunyai tempat spesial di kalangan para pecinta dzikir dan shalawat. Shalawat itu dikenal dengan nama shalawat Al-Fatih.

Di beragam majelis, pesantren, dan lingkungan tarekat, shalawat ini kerap dibaca secara rutin lantaran diyakini mempunyai keistimewaan yang besar.

Bunyi shalawat Al-Fatih tersebut sebagai berikut;

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ، وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ، وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيمِ.

Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin al-fātiḥi limā ughliqa, wal-khātimi limā sabaqa, nāṣiril-ḥaqqi bil-ḥaqqi, wal-hādī ilā ṣirāṭikal-mustaqīm, wa ‘alā ālihi ḥaqqa qadrihi wa miqdārihil-‘aẓīm.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembuka segala yang tertutup, penutup para nabi yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran, pemberi petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Limpahkan pula shalawat kepada family beliau, sesuai dengan kadar kemuliaan, kedudukan, dan keagungan beliau yang agung.”

Siapa yang Memperkenalkan Shalawat Al-Fatih?

Syekh Ali Jum’ah, sebagaimana dikutip dari laman Facebooknya, menjelaskan bahwa referensi tersebut dikenal dengan nama Shalawat Al-Fatih. Shalawat ini dinisbatkan kepada Sayyidi Ahmad at-Tijani ra. Namun, sebagian ustadz juga menisbatkannya kepada Sayyidi Muhammad al-Bakri ra.

Pada kitab Al-Kanz ats-Tsamin fi ash-Shalah wa as-Salam ‘ala Sayyid al-Mursalin disebutkan Syekh Al-Haddar, bahwa terdapat beberapa keistimewaan membaca shalawat Al-Fatih.

Pertama, kesempatan memperoleh kemuliaan berupa mimpi berjumpa dengan Rasulullah ﷺ bagi mereka yang membacanya seratus kali pada malam Jumat. Kedua, terbukanya beragam hijab yang selama ini menghalangi kejernihan hati dan kedekatan spiritual seorang hamba kepada Tuhannya.

Ketiga, diperolehnya limpahan anwar alias cahaya-cahaya ruhani yang menumbuhkan ketenangan, keyakinan, dan kekuatan batin. Keempat, dimudahkannya beragam kebutuhan dan rencana kehidupan yang dikehendaki Allah SWT.

Simak keterangan berikut;

وقال الشيخ الهدار محمد بالمدينة المنورة : من قرأ صلاة الفاتح ليلة الجمعة مائة مرة رأى النبي ﷺ في المنام ، وهو مجرب والحمد لله ، وإن واظب عليها كل يوم مائة مرة انكشف له كثير من الحجب، وحصل له من الأنوار وقضاء الحوائج ما لا يعلمه إلا الله.

Artinya;  Syekh Al-Haddar Muhammad di Madinah Al-Munawwarah berkata:

“Barang siapa membaca Shalawat Al-Fatih sebanyak seratus kali pada malam Jumat, maka dia bakal memandang Nabi Muhammad dalam mimpinya. Hal ini telah terbukti melalui pengalaman para pengamalnya, alhamdulillah.”

Ia melanjutkan:

“Apabila dia membacanya secara istiqamah setiap hari sebanyak seratus kali, maka bakal tersingkap baginya banyak hijab (penghalang spiritual), serta dia bakal memperoleh beragam limpahan cahaya, kemudahan dalam hajat-hajatnya, dan karunia-karunia yang hanya Allah semata yang mengetahui besarnya.”

Pada akhirnya, shalawat Al-Fatih adalah salah satu warisan berbobot yang ditinggalkan para ustadz untuk umat. Ia telah dibaca dari generasi ke generasi, dari majelis ke majelis, dari pesantren ke pesantren. Dan hingga hari ini, dia tetap hidup di lisan kaum Muslimin sebagai ungkapan cinta, penghormatan, dan kerinduan kepada Nabi Muhammad.

Sertifikasi Halal

Selengkapnya