Ilustrasi: Masjid tempat ibadah umat Muslim.
Kincai Media, Jakarta -- Islam tidak hanya mengajarkan manusia untuk beragama kepada Allah SWT, tetapi juga membangun hubungan yang penuh kasih sayang dengan seluruh ciptaan-Nya. Syekh Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya Islam Agama Ramah Lingkungan menjelaskan bahwa salah satu prinsip dasar Islam adalah menumbuhkan rasa cinta kepada seluruh makhluk, baik makhluk hidup maupun alam yang tampak tidak bernyawa, lantaran semuanya merupakan buatan Allah yang tunduk dan bertasbih kepada-Nya.
Syekh Yusuf Al-Qaradhawi menjelaskan bahwa salah satu prinsip sederhana sekaligus sangat bagus yang diajarkan Islam dalam membangun hubungan manusia dengan lingkungan dan seluruh alam semesta adalah menumbuhkan rasa cinta kepada segala sesuatu di sekitarnya, baik makhluk hidup maupun benda-benda yang tampak tidak bernyawa. Makhluk hidup, mulai dari hewan-hewan melata hingga burung-burung di udara, dipandang sebagai buatan Allah yang juga mempunyai kedudukan sebagai makhluk-Nya, sebagaimana manusia.
Allah SWT menegaskan dalam Alquran bahwa setiap umat mempunyai kekhususannya sendiri. Karena itu, manusia tidak boleh memandang rendah makhluk lain, melainkan kudu menghormati keberadaannya sebagai bagian dari buatan Allah.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ
Wa mā min dābbatin fil-arḍi wa lā ṭā'iriy yaṭīru bijanāḥaihi illā umamun amṡālukum, mā farraṭnā fil-kitābi min syai'in ṡumma ilā rabbihim yuḥsyarūn(a).
Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan. (QS Al-An‘am Ayat 38)