Benarkah Napoleon Muslim? Tesis Sejarawan Prancis Picu Perdebatan di Paris

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 501x dilihat
Benarkah Napoleon Muslim? Tesis Sejarawan Prancis Picu Perdebatan di Paris

Bagikan Postingan

Kincai Media, PARIS-Satu kalimat yang diucapkan seorang sejarawan Prancis di Masjid Agung Paris balik menghidupkan perdebatan publik mengenai sebuah pertanyaan yang telah berumur lebih dari dua abad.

Louis Blin mengungkapkan tidak diragukan lagi Napoleon adalah seorang Muslim. Pernyataan itu muncul dalam sebuah video yang diunggah pihak masjid pada hari berikutnya, setelah Blin menyampaikan ceramah pada 30 September lalu.

Empat hari kemudian, seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu (10/10/2026), pihak masjid balik memberikan pernyataan bahwa mereka tidak memiliki pandangan resmi mengenai permasalahan tersebut.

Pertanyaan ini memang sudah durasi diperdebatkan. Jawabannya terombang-ambing di antara beragam kenyataan yang sulit disatukan dalam diri seorang tokoh.

Pada 1798 M/1213 H, Napoleon menyapa rakyat Mesir melalui sebuah maklumat yang diawali dengan basmalah serta mengungkapkan penghormatannya kepada Nabi Muhammad dan Alquran.

Namun, sekitar tiga bulan kemudian, pasukannya menembaki area Al-Azhar. Pada 1801, ia menandatangani kesepakatan dengan Paus, kemudian dinobatkan sebagai kaisar di Katedral Notre-Dame pada 1804.

Di tengah kerumitan sejarah itulah Blin membangun argumentasinya dalam buku Napoléon et l’islam (Napoleon dan Islam). Di titik yang sama pula, sejumlah sejarawan lain menyampaikan pandangan berbeda.

Buku Napoléon et l’islam diterbitkan pada 23 Oktober 2025 oleh penerbit Erick Bonnier di Paris, sebagai bagiankecil dari imbang Encre d’Orient (Tinta Timur).

Buku setebal sekitar 290 halaman itu dilengkapi daftar rujukan dan indeks, tetapi belum diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads