Bentuk Perut Hamil Anak Laki-laki Bisa Dilihat dari Posisi Perut? Ini Faktanya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 7 menit 509x dilihat
Bentuk Perut Hamil Anak Laki-laki Bisa Dilihat dari Posisi Perut? Ini Faktanya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bentuk perut saat mengandung sering kali menjadi perhatian, terutama ketika usia kehamilan mulai membesar. Tak sedikit yang mencoba menebak jenis kelamin bayi hanya dari corak alias posisi perut. Misalnya corak perut mengandung anak laki-laki bakal terlihat lebih rendah alias menonjol ke bawah.

Sebaliknya, jika perut terlihat tinggi, bayi disebut-sebut berjenis kelamin perempuan. Namun, benarkah posisi perut dapat menunjukkan jenis kelamin bayi? simak faktanya berikut yuk, Bunda.

Bisakah corak perut ibu mengandung mengetahui jenis kehamilan anak laki-laki alias perempuan?

Jawabannya, tidak bisa ya, Bunda. Bentuk perut ibu mengandung bukan parameter yang dapat dipercaya untuk mengetahui apakah janin berjenis kelamin laki-laki alias perempuan.


Mitos yang berkembang di masyarakat memang menyebut bahwa ibu yang mengandung anak laki-laki condong mempunyai perut yang turun alias menonjol ke depan, sedangkan ibu yang mengandung anak wanita disebut membawa kehamilan lebih tinggi. Namun, dugaan tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah.

Mengutip laman Healthline, ukuran dan corak perut selama kehamilan dipengaruhi oleh sejumlah aspek dan tidak menunjukkan jenis kelamin bayi. Jadi, meskipun corak perut Bunda terlihat rendah, tinggi, bulat, alias menonjol ke depan, perihal tersebut tidak bisa memastikan janin berjenis kelamin laki-laki.

Mengutip laman Thebump, Sherry A. Ross, MD master ahli obstetri dan ginekologi (obgyn) di Santa Monica Women’s Health, mengatakan bahwa corak perut mengandung anak laki laki tinggi dan menonjol ke depan sedangkan perut yang lebar, rendah, dan membikin berat badan tampak menyebar ke seluruh tubuh dipercaya menunjukkan bayi wanita adalah mitos yang sudah lama dipercaya.

"Anggapan bahwa jenis kelamin bayi dapat ditentukan dari langkah ibu membawa kehamilannya kemungkinan berasal dari nenek moyang dan kemudian diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak ada kebenaran dalam mitos-mitos lama tersebut selama 25 tahun saya menjalani praktik sebagai master obgyn," ujar Sherry A. Ross. 

Beth Oller, M.D, master family yang berfokus pada kesehatan wanita dan perawatan obstetri juga sepakat bahwa  ibu yang mengandung anak laki-laki condong mempunyai perut yang turun alias menonjol ke depan, sedangkan ibu yang mengandung anak wanita disebut membawa kehamilan lebih tinggi adalah mitos.

Menurutnya, corak perut saat mengandung sebagian besar dipengaruhi oleh kekuatan otot dan corak tubuh ibu. Dengan kata lain, corak perut lebih berangkaian dengan tubuh Bunda daripada jenis kelamin bayi.

"Tidak ada kebenaran dalam mitos tersebut," kata Beth Oller dikutip dari laman Babycenter.

Apakah posisi perut menonjol ke bawah saat mengandung berfaedah mengandung anak laki-laki?

Banyak dugaan bahwa posisi perut yang menonjol ke bawah (carrying low) alias condong ke depan menyerupai bola basket adalah tanda pasti Bunda sedang mengandung anak laki-laki. Namun, faktanya posisi perut yang menonjol ke bawah disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Kekuatan otot perut

Jika Bunda mengandung anak pertama dan mempunyai otot perut kuat posisi bayi mungkin terlihat lebih tinggi lantaran tembok perut belum terlalu meregang. Sebaliknya, jika ini bukan kehamilan pertama, tembok perut Bunda mungkin sudah mengalami peregangan lebih banyak dari satu kehamilan ke kehamilan berikutnya, sehingga perut terlihat sedikit lebih rendah.

2. Posisi janin

Selain itu, ukuran dan posisi bayi juga dapat memengaruhi tampilan perut dari luar. Misalnya, pada masa akhir kehamilan, bayi dapat mulai masuk dan bergerak lebih rendah ke area panggul. Kondisi ini dapat membikin perut tampak lebih turun.

Posisi bayi pada waktu tertentu juga dapat mengubah corak dan ukuran perut untuk sementara waktu.

3. Bentuk tubuh Bunda

Menurut dr Sherry A. Ross, jika Bunda mempunyai corak perut yang mungil dan menonjol ke depan seperti bola basket, kemungkinan besar perihal tersebut lebih berangkaian dengan tinggi badan Bunda, bukan jenis kelamin bayi.

Sedangkan wanita bertubuh tinggi mempunyai ruang vertikal yang lebih panjang antara tulang kemaluan dan bagian atas perut dibandingkan ibu mengandung bertubuh mungil. Kondisi ini memungkinkan berat badan selama kehamilan tersebar lebih merata.

“Karena wanita bertubuh tinggi condong mempunyai bagian tengah tubuh yang lebih panjang, perut mereka biasanya tidak terlalu menonjol dan baru terlihat lebih lambat dibandingkan wanita yang lebih pendek,” jelas dr Sherry A. Ross. 

Sementara itu, jika Bunda bertubuh lebih pendek, ada kemungkinan perut bakal terlihat lebih rendah dan melebar di bagian tengah tubuh. Pasalnya, ruang yang tersedia bagi bayi untuk berkembang memang tidak terlalu banyak.

Alasan lain kenapa corak perut bisa terlihat melebar adalah posisi bayi yang melintang secara horizontal, alias dikenal sebagai transverse lie. Posisi ini cukup umum sebelum usia kehamilan 26 minggu. Namun, memasuki sekitar minggu ke-35, bayi umumnya sudah berada dalam posisi kepala di bawah sebagai persiapan untuk persalinan.

Mitos seputar corak perut ibu mengandung anak laki-laki

Berikut mitosnya Bunda:

1. Perut bulat dan menonjol ke depan berfaedah anak laki-laki

Ada dugaan bahwa ibu yang mengandung bayi laki-laki bakal mempunyai perut berbentuk bulat dan menonjol ke depan seperti bola basket. Padahal, corak tersebut tidak bisa digunakan untuk mengetahui jenis kelamin bayi.

Tinggi badan ibu juga dapat memengaruhi gimana tonjolan kehamilan terlihat. Ibu yang lebih tinggi mempunyai ruang vertikal lebih panjang antara tulang kemaluan dan bagian atas perut sehingga berat kehamilan dapat tersebar lebih merata.

2. Perut tinggi dan kencang menandakan bayi laki-laki

Mitos lainnya menyebut perut yang tampak tinggi dan kencang merupakan corak perut mengandung anak laki laki. Faktanya, posisi perut yang lebih tinggi dapat berangkaian dengan kondisi otot perut. Otot perut yang kuat dapat memberikan support lebih baik terhadap rahim yang membesar sehingga perut tampak lebih tinggi.

3. Perut rendah berfaedah bayi laki-laki

Anggapan ini juga tidak mempunyai dasar ilmiah. Kehamilan yang dibawa lebih rendah dapat terjadi lantaran tembok perut telah mengalami peregangan, terutama pada kehamilan berikutnya. Bayi yang mulai turun ke panggul pada usia kehamilan lanjut juga dapat membikin perut terlihat lebih rendah.

4. Perut besar berfaedah bayi laki-laki alias bayi lebih besar

Ukuran perut juga tidak dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin bayi. Bahkan, perut yang terlihat besar tidak otomatis berfaedah bayi berukuran besar.

Ukuran dan tonjolan perut hanya mempunyai hubungan tertentu dengan berat aktual bayi. Ketika master melakukan pemeriksaan perut, yang dinilai bukan sekadar ukuran tonjolan dari luar, tetapi juga pertumbuhan dan corak bayi di dalam rahim.

Fakta seputar corak perut ibu hamil

Jika bukan jenis kelamin bayi, apa yang sebenarnya dapat memengaruhi corak perut selama kehamilan?

1. Kekuatan otot perut

Kecia Gaither, MD, MPH, kepala jasa perinatal di Lincoln Medical and Mental Health Center, New York City mengatakan Otot perut yang kuat dapat memberikan support dan membantu menopang rahim yang terus membesar. Karena itu, ibu mengandung yang segar sering kali mempunyai corak perut yang tampak lebih tinggi, terutama pada kehamilan pertama.

“Selain itu, otot perut yang kuat membikin bayi lebih dekat dengan tubuh sehingga corak perut bisa terlihat lebih mini alias tidak terlalu menonjol,” kata Katie Page, CNM, FACNM, perawat bersertifikat di Lynchburg, Virginia.

Sebaliknya, wanita dengan otot perut yang lebih lemah condong mempunyai corak perut yang terlihat lebih rendah.

2. Kehamilan pertama alias berikutnya

Bentuk perut juga dapat berbeda antara kehamilan pertama dan kehamilan berikutnya. Setelah mengalami kehamilan sebelumnya, otot dan ligamen perut dapat menjadi lebih teregang. Kondisi ini dapat membikin ibu terlihat lebih sigap membesar dan membawa perut lebih rendah pada kehamilan berikutnya.

3. Tinggi dan corak tubuh ibu

Postur tubuh juga berkedudukan dalam corak perut ibu hamil. Ibu dengan tubuh lebih tinggi mempunyai ruang vertikal yang lebih panjang sehingga tonjolan perut dapat terlihat berbeda dibandingkan ibu dengan tubuh lebih pendek.

4. Posisi bayi di dalam rahim

Posisi bayi dapat membikin corak perut berubah. Misalnya, ketika bayi berada dalam posisi melintang, perut dapat terlihat lebih melebar. Posisi bayi juga bisa berubah selama kehamilan sehingga corak perut dari luar tidak selalu sama.

5. Usia kehamilan

Memasuki trimester ketiga, bayi bakal semakin besar dan pada waktu tertentu dapat bergerak lebih rendah menuju panggul. Kondisi tersebut dapat membikin perut terlihat lebih turun dibandingkan sebelumnya.

6. Kondisi otot perut setelah kehamilan

Selama kehamilan, rahim yang terus membesar dapat mendorong otot perut ke arah atas. Dalam prosesnya, otot six-pack alias otot rektus abdominis dapat meregang dan terpisah.

Kondisi yang terdengar mengkhawatirkan ini rupanya cukup umum terjadi selama kehamilan dan disebut diastasis recti. Meskipun sering kali baru diketahui setelah melahirkan, kondisi ini sebenarnya bisa terlihat dari corak perut saat tetap hamil.

“Perut ibu mengandung dapat terlihat sedikit menggantung sehingga bagi orang awam mungkin tampak seperti wanita tersebut ‘membawa perut lebih rendah’,” kata Kecia Gaither, MD, MPH, kepala jasa perinatal di Lincoln Medical and Mental Health Center, New York City.

Begitulah kebenaran tentang corak perut mengandung anak laki laki sampai kebenaran tentang perut ibu hamil. Semoga informasinya berfaedah ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads