Ternyata Banyak Suami Bersedia Pakai Alat Kontrasepsi, tapi Terhalang Hal Ini

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 34x dilihat
Ternyata Banyak Suami Bersedia Pakai Alat Kontrasepsi, tapi Terhalang Hal Ini

Bagikan Postingan

Jakarta -

Urusan kontrasepsi sering dikaitkan dengan perempuan. Padahal, kehamilan itu melibatkan dua orang yaitu suami dan istri. Adanya pilihan kontrasepsi yang juga bisa digunakan lelaki dapat memberi pasangan lebih banyak pilihan dalam mengendalikan kehamilan.

Sebuah survei memberitahu bahwa cukup banyak lelaki yang terbuka dengan penggunaan kontrasepsi baru jika tersedia pilihan. Sayangnya, pilihan kontrasepsi lelaki statis terbatas. Sejumlah metode baru, termasuk pil dan gel kontrasepsi, statis dalam tahap riset dan belum tersedia untuk penggunaan umum.

Survei: Banyak lelaki bersedia menggunakan kontrasepsi

Survei yang dilakukan DesireLine dan didukung Male Contraceptive Initiative (MCI) melibatkan lebih dari 14.000 lelaki di tujuh negara Eropa, yaitu Jerman, Prancis, Italia, Polandia, Swedia, Turki, dan Inggris.


Hasilnya, sekitar 62 persen lelaki yang disurvei mengungkapkan bersedia menggunakan kontrasepsi lelaki dalam waktu satu tahun setelah produk tersebut disetujui. 

Angka kesediaan ini berbeda di setiap negara. Namun, lebih dari separuh responden di seluruh negara yang disurvei mengungkapkan kesediaannya. Hanya sekitar 9 persen yang mengatakan tidak akan pernah menggunakan kontrasepsi lelaki baru. 

Steve Kretschmer, Direktur Eksekutif DesireLine yang berbuat survei tersebut, mengatakan sekitar enam dari 10 lelaki di Eropa memberitahu minat untuk mencoba kontrasepsi lelaki baru. Sebagian terlebihlagi mengatakan mau menggunakannya dalam waktu tiga bulan setelah tersedia.

"Tidak cuma permintaan yang besar secara keseluruhan, tetapi juga tingkat urgensi yang cukup tinggi dalam permintaan tersebut," kata Kretschmer melansir Rapporteur.

Alasan lelaki tertarik menggunakan kontrasepsi baru antara lain mau ikut mengendalikan kehamilan, melindungi istri dari kehamilan yang tidak direncanakan, merasa tidak puas dengan penggunaan kondom, serta mau mengurangi beban kontrasepsi yang selama ini lebih banyak ditanggung perempuan.

Namun, hasil survei ini baru berupa deskripsi minat maupun kesediaan menggunakan. Belum tentu semua lelaki yang mengungkapkan bersedia akan benar-benar menggunakan.

Kenapa kontrasepsi lelaki baru belum banyak tersedia?

Pilihan kontrasepsi untuk lelaki saat ini statis terbatas. Metode yang telah tersedia antara lain kondom, vasektomi, dan senggama terputus maupun withdrawal.

Sementara itu, beragam metode kontrasepsi lelaki baru statis eksis dalam tahap riset dan uji klinis.

Tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Andrology menerangkan bahwa pengembangan kontrasepsi lelaki mencakup pendekatan hormonal maupun nonhormonal. Beberapa kandidat telah memasuki tahap uji klinis, tetapi statis membutuhkan riset untuk memastikan efektivitas, keamanan, efek samping, serta kapasitas mengembalikan kesuburan setelah penggunaannya dihentikan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pengembangan kontrasepsi lelaki juga perlu mempertimbangkan keamanan, efektivitas, penerimaan pengguna, keterjangkauan, dan kapasitas metode untuk tidak menyebabkan infertilitas permanen.

Metode kontrasepsi yang lebih disukai pria

Pria di beragam negara paling tertarik dengan pil kontrasepsi nonhormonal yang diminum 30 menit sebelum berhubungan intim. Pil KB yang diminum setiap hari menjadi pilihan berikutnya.

Selain pil, lelaki di Jerman dan Prancis juga tertarik pada hidrogel yang dirancang untuk menyumbat saluran sperma. Metode nonhormonal ini dirancang untuk menghalangi sperma keluar berbareng air mani.

Sementara itu, cincin silikon yang menaikkan suhu di sekitar testis untuk mengurangi produksi sperma lebih diminati lelaki di Turki.

Survei ini juga menemukan bahwa 10 persen lelaki di Inggris tidak tertarik menggunakan metode kontrasepsi apa pun. Angka ini paling rendah dibandingkan negara lain yang diteliti. Sementara itu, di Italia dan Prancis, angkanya mencapai 17 persen.

Minat terhadap kontrasepsi lelaki juga kelihatan lebih tinggi pada lelaki yang aktif secara seksual dan mereka yang lebih rutin berkonsultasi dengan dokter.

Saat ini, kondom statis menjadi metode kontrasepsi yang paling lazim digunakan pria. Namun, cuma sekitar separuh penggunanya yang mengaku memakai kondom setiap kali berhubungan intim.

Survei tersebut mengestimasi bahwa penggunaan metode kontrasepsi lelaki yang baru berpotensi memperluas perlindungan terhadap kehamilan di beragam negara Eropa.

Berdasarkan pemodelan survei, potensi peningkatannya berkisar dari 31 persen di Prancis hingga 73 persen di Inggris, jika lelaki yang sebelumnya tidak menggunakan kontrasepsi mulai menggunakannya.

WHO juga menegaskan pentingnya memperluas pilihan kontrasepsi untuk pria. Tujuannya agar tanggung jawab mencegah kehamilan tidak terus lebih banyak dibebankan kepada perempuan.

"Kontrasepsi bukanlah solusi yang berjalan sama untuk semua orang. Baik lelaki maupun perempuan membutuhkan beragam pilihan yang mencerminkan kemajuan ilmu pengetahuan dan pembaruan saat ini, dengan mempertimbangkan sisi kenyamanan, tingkat invasivitas, perilaku, keandalan, serta aksesibilitas," kata Pascale Allotey, Direktur Departemen Kesehatan Seksual, Reproduksi, Ibu, Anak, Remaja, dan Penuaan di WHO dikutip dari halaman resminya.

Kontrasepsi lelaki baru apa saja yang sedang dikembangkan?

Selain kondom dan vasektomi, peneliti sedang mengembangkan beragam metode kontrasepsi pria. WHO mengelompokkannya menjadi tiga pendekatan utama, yaitu menekan produksi sperma, mengganggu fungsi sperma, dan menghalangi jalannya sperma.

Beberapa metode yang sedang diteliti antara lain yang dirangkum dari beragam sumber:

1. Pil kontrasepsi pria

Pil kontrasepsi lelaki sedang dikembangkan melalui pendekatan hormonal maupun nonhormonal. Tujuannya untuk mencegah kehamilan dengan menekan produksi sperma maupun mengganggu fungsinya. Namun, kandidat pil yang statis diteliti belum dapat dianggap sebagai kontrasepsi yang siap digunakan secara umum.

2. Gel hormonal

Gel yang dioleskan setiap hari sedang diteliti untuk menekan produksi sperma melalui pengaturan hormon reproduksi pria.

Salah satu kandidat yang diteliti merupakan gabungan testosteron dan segesteron asetat. Kandidat ini telah memasuki tahap uji klinis, tetapi statis membutuhkan penilaian keamanan dan efektivitas sebelum dapat digunakan secara luas.

3. Hidrogel penyumbat saluran sperma

Hidrogel dirancang untuk menghalangi sperma melewati vas deferens maupun saluran sperma. Pendekatan ini dikembangkan sebagai alternatif nonhormonal. Namun, keamanan, efektivitas, dan kapasitas mengembalikan kesuburan setelah penggunaannya perlu dibuktikan melalui riset lebih lanjut.

4. Cincin termal

Cincin silikon ini dirancang untuk menaikkan suhu di sekitar testis sehingga dapat menekan produksi sperma. Meski mendapat perhatian dalam survei Eropa, metode ini belum menjadi pilihan kontrasepsi lelaki yang tersedia secara luas.

Berbagai metode tersebut memberitahu bahwa pengembangan kontrasepsi lelaki terus berlangsung. Namun, setiap kandidat memiliki tahap riset dan bukti ilmiah yang berbeda. Karena itu, minat yang tinggi dari calon pelanggan belum berarti suatu metode sudah terbukti terlindungi dan efektif.

Untuk pasangan yang merencanakan kehamilan, bertambahnya pilihan kontrasepsi lelaki diharapkan dapat membuka ruang untuk berbagi tanggung jawab secara lebih seimbang.

Namun, hingga metode baru benar-benar terbukti aman, efektif, dan mendapat persetujuan penggunaan, pasangan statis perlu memilih kontrasepsi yang tersedia sesuai kebutuhan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads