Perempuan Ternyata Lebih Sering Merasakan Sakit daripada Laki-laki

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 25x dilihat
Perempuan Ternyata Lebih Sering Merasakan Sakit daripada Laki-laki

Bagikan Postingan

Jakarta -

Tahukah Bunda? Perempuan dilaporkan lebih sering merasakan sakit dibandingkan laki-laki. Hal ini terungkap dalam sebuah riset mendunia terbaru yang mengamati beragam jenis rasa sakit.

Hasil riset tersebut memberitahu bahwa perempuan memiliki tingkat nyeri yang lebih tinggi pada seluruh jenis rasa sakit yang diukur peneliti. Temuan ini balik menyoroti adanya perbedaan pengalaman nyeri antara perempuan dan laki-laki.

Kondisi tersebut juga berhubungan dengan isu gender pain gap, yaitu kesenjangan dalam penanganan rasa sakit yang membikin perempuan berisiko tidak mendapatkan pereda nyeri maupun perawatan yang dibutuhkan.


Studi ungkap perempuan lebih sering merasa sakit daripada laki-laki

Dilansir The Guardian, para peneliti dari seluruh bumi berbuat salah satu upaya harmonisasi terbesar dalam epidemiologi nyeri hingga saat ini.

Data dikumpulkan sebanyak lebih dari 6 juta orang dari 118 negara dari 1990 hingga 2025, dan mencakup orang-orang dari usia lima tahun hingga lebih dari 100 tahun.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Medicine ini mengamati sepertiapa rasa sakit, sebagai penyebab utama kecacatan global, terbesar di seluruh bumi dan sepanjang rentang hayat manusia.

Studi tersebut menemukan bahwa nyeri yang dilaporkan sendiri oleh perempuan di 11 bagiankecil tubuh, kepala, wajah, leher maupun bahu, kaki maupun pergelangan kaki, tangan maupun pergelangan tangan, siku, dada, punggung, perut maupun abdomen, pinggul, dan lutut, lebih tinggi daripada laki-laki. Hal itu terutama berjalan untuk sakit kepala, nyeri wajah, dan nyeri perut.

Bagi lelaki dan perempuan, peningkatan rasa sakit paling tajam terjadi sebelum seseorang berumur 55 tahun, kemudian mencapai puncaknya pada usia 75 tahun maupun lebih, dengan nyeri punggung, pinggul, dan dengkul yang meningkat sepanjang rentang hidup.

Hal itu memberitahu bahwa sebagian besar beban rasa sakit seumur hidup berkembang selama masa dewasa usia kerja.

Sekitar 40 persen peserta melaporkan nyeri punggung, sedangkan nyeri wajah adalah yang paling jarang terjadi, yaitu sebesar 2 persen.

Mereka yang eksis di daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia terendah memiliki prevalensi nyeri tubuh di usia lanjut yang jauh lebih tinggi, dan hampir dua kali lipat bilangan nyeri punggung bawah di usia tua mereka.

Nyeri intensitas tinggi mencapai puncaknya sekitar 50, sedangkan nyeri lazim mencapai puncaknya sekitar 70.

“Secara keseluruhan, hasil riset kami memberitahu bahwa meskipun kemungkinan mengalami rasa sakit apa pun meningkat secara berjenjang seiring bertambahnya usia, bentuk rasa sakit yang paling melumpuhkan mengikuti lintasan berbentuk U terbalik, mencapai puncaknya pada usia dewasa pertengahan hingga akhir sebelum menurun,” tulis para penulis studi.

“Perbedaan antara akumulasi rasa sakit dan rasa sakit yang semakin intensif kemudian mereda ini memiliki implikasi langsung terhadap di mana pencegahan dan perawatan mesti dipusatkan sepanjang rentang kehidupan.”

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Pusat Kesehatan Reproduksi di Universitas Edinburgh di Inggris, Profesor Andrew Horne. Ia menggambarkan riset ini sebagai studi krusial yang memberitahu bahwa perempuan mengalami lebih banyak rasa sakit daripada lelaki di setiap bagiankecil tubuh yang diteliti.

“Nyeri juga meningkat paling tajam sebelum usia 55 tahun, selama masa kerja, pengasuhan, dan reproduksi perempuan. Ini adalah bukti kuat bahwa kesenjangan nyeri berdasarkan jenis gender itu nyata, konsisten, dan global. Namun, nyeri yang dialami perempuan statis terlalu sering diabaikan, kurang teliti, dan kurang diobati,” ungkapnya.

Nah, itulah klarifikasi tentang studi yang menemukan bahwa perempuan lebih sering merasa sakit daripada laki-laki. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads