Berlaku Sopan Santun Terhadap Makhluk Ghaib  

Bincang Syariah Aug 02, 2026 01:23 PM 1004
Berlaku Sopan Santun Terhadap Makhluk Ghaib  Berlaku Sopan Santun Terhadap Makhluk Ghaib  

Kincai Media— Islam, melalui Al-Quran telah mendeklarasikan diri sebagai kepercayaan yang rahmatan lil ‘aalamin. Visi dan misi Islam sebagai gama rahmat bagi alam ditunjukkan Nabi Muhamad lewat tingkah dan laku beliau. Pun adab yang Nabi tonjolkan selaras dengan penyebaran rahmat (kasih sayang) kepada seluruh alam.

Deklarasi Islam sebagai rahmat bagi alam semesta bisa dirujuk pada Q.S al Anbiyā’/21:107). Hal ini berarti, Islam tempat berlindung pelbagai makhluk, baik manusia, hewan, tumbuhan. Pun tempat bernaun makhluk yang tak kasat mata (ghaib), seperti hantu dan setan. Semuanya merasa aman, damai, sejahtera, di dalamnya.

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةً لِّلۡعَٰلَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), selain sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Jalaluddin al Mahalli dan Jalaluddin Suyuthi dalam kitab Tafsir al Jalalin, menjelaskan bahwa ayat menjelaskan posisi Islam sebagai kepercayaan rahmat bagi alam semesta. Ia menambahkan bahwa Muhammad diutus ke dunia, sebagai rahmat (bagi semesta alam) manusia dan hantu melalui kerasulanmu.

Dari penjelasan di atas tertangkap jelas, kehadiran Islam yang dibawa Nabi Muhammad tidak hanya untuk manusia, tetapi juga makhluk yang tak kasat mata. Yang dalam Islam digolongkan sebagai makhluk ghaib.

Profesor Quraish Shihab dalam kitab Islam yang Saya Anut; Dasar-dasar Islam, menjelaskan manusia tak dapat mengetahui secara pasti jenis makhluk ghaib. Akan tetapi yang biasa dikenal adalah hantu dan malaikat. Itulah yang banyak pula dijelaskan dalam Al-Qur’an, sabda Nabi, pun beragam kitab para ulama.

Kendatipun mereka makhluk ghaib, sebagai seorang penganut kepercayaan Islam yang mendeklarasikan diri sebagai kepercayaan rahmat, seorang muslim kudu mempunyai sopan santun pada makhluk ghaib. Terlebih pada malaikat Allah.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan ada malaikat yang bekerja menjaga manusia dari mara bahaya, demi mencapai ajal/tujuan yang Allah tetapkan. Ada juga malaikat yang melakukan tugas mendorong manusia untuk kepada kebaikan.

Nah salah satu langkah sopan santun terhadap malaikat adalah merasa malu melakukan dosa. Pasalnya, ada malaikat yang bekerja mencatat dosa manusia, ialah malaikat Raqib dan Atid.

Sejatinya, para malaikat yang mencatat kebaikan amal dan dosa manusia berambisi manusia senantiasa melakukan kebaikan. Misalnya, malaikat yang mencatat kebaikan kebaikan, ketika manusia beriktikad melakukan kebaikan, maka itu langsung di catat. Pun sebaliknya, ketika mau keburukan, maka jika sebatas niat tak bakal dicatat, terkecuali sudah dilaksanakan.

Untuk itu, menurut Profesor Quraish Shihab sudah selayaknya manusia malu melakukan dosa, terlebih para malaikat yang senantiasa menemani manusia. Bahkan dalam salah satu riwayat, ada malaikat itu jika manusia yang dicatat amalnya telah wafat, maka bakal mendoakan manusia yang telah wafat itu agar dosanya diampuni.

Pun seyogianya manusia bersangka baik pada malaikat, terutama yang mencatat kebaikan kebaikan dan dosanya. Jangan ada sangkaan dari manusia, bahwa malaikat itu—terutama yang mencatat dosa—, mencari-cari dosa manusia. Pasalnya, malaikat maha suci dari sangkaan tersebut.

Pun terhadap jin, manusia juga kudu mempunyai etika dan sopan santun. Misalnya dalam sebuah riwayat dijelaskan manusia jangan membuang air mini sembarangan. Pun ada etika lain yang kudu dijaga antar sesama makhluk Tuhan.

(Baca: Terkait Perusakan Kuburan Kristen di Solo, Begini Rasulullah Memperlakukan Jenazah Non Muslim)

Sertifikasi Halal

Selengkapnya