Jakarta -
Mengenali tanda serangan jantung sejak awal tentu sangat penting. Sebab, penyakit mematikan ini tidak hanya terjadi pada orang lanjut usia, tetapi juga anak muda.
Sering kali indikasi serangan jantung diabaikan lantaran disalahartikan sebagai masalah kesehatan lain. Akibatnya, banyak orang baru menyadari adanya gangguan serius setelah kondisinya semakin parah.
Hal itu juga pernah dialami oleh Peter Martini, yang didiagnosis menderita hiperkolesterolemia familiar homozigot (HoFH), suatu kondisi kolesterol bawaan yang sangat langka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Your Tango, ini adalah corak hiperkolesterolemia familia yang paling parah, suatu kelainan pada langkah tubuh membersihkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL), yang disebut sebagai kolesterol ‘jahat’. Penderita HoFH berisiko mengalami penyakit aterosklerosis awal dan serangan jantung, apalagi di usia remaja.
5 Tanda serangan jantung di usia muda
Berikut beberapa tanda serangan jantung di usia muda yang dapat Bunda waspadai:
1. Mudah sesak napas saat beraktivitas
Peter menceritakan indikasi pertama muncul saat berumur 16 tahun. Awalnya, dia mengira hanya mengalami asma lantaran sering merasa sesak ketika berolahraga.
“Sejak mini saya selalu aktif, tetapi ketika berumur sekitar 16 tahun, saya mulai mengalami indikasi asma. Saya mencoba mengatasinya, tetapi gejalanya malah semakin parah. Rasanya semakin keras saya berlatih, semakin lemah saya jadinya,” ungkap Peter.
Kondisinya terus memburuk. Semakin keras dia berlatih, tubuhnya justru semakin lemah. Bahkan, pada usia 17 tahun, dia kesulitan berlari jarak pendek dan merasa seperti tidak mendapatkan cukup udara saat bernapas.
2. Muncul benjolan di persendian
Ketika berumur 19 tahun, dia mulai memandang benjolan mini pada beberapa bagian sendi, terutama di sekitar jari tangan. Seiring waktu, ukurannya semakin besar hingga menyerupai bola kecil. Setelah diperiksa, benjolan tersebut bukan kanker.
“Awalnya, benjolan-benjolan itu hanya berupa bintik-bintik kecil, tetapi saat saya berumur 21 tahun, benjolan-benjolan itu tampak seperti bola golf di kitab jari saya,” ujar Peter.
Dokter saat menganggapnya sebagai penumpukan lemak yang tidak berbahaya. Padahal, benjolan seperti ini dapat menjadi tanda tingginya kadar kolesterol yang menumpuk di jaringan tubuh.
Sayangnya, indikasi tersebut sering tidak dikaitkan dengan akibat penyakit jantung, terutama pada orang yang tetap berumur muda.
Ia dikenal aktif dan doyan berselancar sejak kecil. Namun, kegiatan yang sebelumnya terasa mudah perlahan menjadi sangat melelahkan. Saat berada di laut, dia sering merasa panik lantaran tidak mempunyai tenaga untuk kembali ke pantai.
Tubuhnya terasa semakin lemah meskipun tetap berupaya menjaga kebugaran. Penurunan stamina yang terjadi secara berjenjang sering dianggap sebagai kelelahan biasa.
Padahal, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa aliran darah dan pasokan oksigen ke tubuh tidak melangkah optimal.
4. Sering merasa lemas nyaris pingsan
Pada usia 27 tahun, dia mendadak merasa sangat lemas ketika sedang bekerja. Sensasinya seperti bakal kehilangan kesadaran.
Lantaran gejalanya menghilang setelah istirahat, dia mengabaikannya dan melanjutkan kegiatan seperti biasa. Perasaan melayang, pusing berat, alias nyaris pingsan sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika muncul tanpa penyebab yang jelas.
“Saya sedang bekerja, dan tiba-tiba saya merasa bakal pingsan. Saya pikir mungkin saya hanya kelelahan dan perlu rehat sejenak. Setelah beberapa menit, gejalanya hilang, dan saya melanjutkan kegiatan saya,” tutur Peter.
5. Nyeri dada yang disangka maag
Keesokan harinya, dia merasa sensasi terbakar di dada yang menurutnya mirip sakit maag alias masam lambung.
Ia mencoba mengatasi keluhan tersebut dengan obat yang dijual bebas. Namun, rasa tidak nyaman tak kunjung membaik selama beberapa jam. Setelah memeriksakan diri ke akomodasi kesehatan, master menemukan bahwa dia sebenarnya sedang mengalami serangan jantung.
“Sebelas tahun sejak pertama kali saya mengalami gejala, akhirnya saya mendapat jawaban. Dengan pemeriksaan yang sudah di tangan, master segera membawa saya ke ruang operasi dan memasang tiga stent di jantung saya,” tuturnya.
Nah, itulah beberapa tanda serangan jantung yang dapat dikenali sejak usia muda. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·