Gerd Pada Bayi: Ketahui Penyebab Dan Tanda Bahaya Yang Perlu Diwaspadai

Jun 29, 2026 12:50 PM - 3 jam yang lalu 146

Jakarta -

Belakangan ini, cerita seorang Bunda di media sosial tentang bayinya yang menjalani pengobatan GERD sempat menarik perhatian. Kondisi ini tentu membikin orang tua cemas jika Si Kecil mengalami masalah pencernaan.

Bicara soal ini, master ahli kesehatan anak di Palembang, dr. Sri Kesuma Astuti, Sp.A, Subsp. GH(K), menjelaskan bahwa GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease pada bayi dan anak yang lebih besar rupanya berbeda.

"Pertama-tama GERD pada bayi dan anak yang lebih besar itu berbeda. Kita bakal telaah pada bayi dulu. Sebelum itu, Bapak Ibu perlu tahu dulu beda makna dari refluks, gumoh, dan muntah," tulis dr. Astuti, dikutip dari akun IG @idai_ig.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Dokter Astuti menyampaikan bahwa refluks adalah kondisi saat isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan tanpa disertai upaya dari bayi. Isi lambung ini tidak hanya makanan dan minuman, tapi juga bisa berupa masam lambung, masam empedu, dan enzim pencernaan.

Sementara itu, gumoh terjadi ketika isi lambung tersebut naik hingga ke rongga mulut lampau keluar kembali dari mulut bayi. Lalu, muntah merupakan upaya bayi untuk mengeluarkan isi lambung melalui mulut.

Berbicara soal GERD, kondisi ini terjadi ketika refluks berjalan lebih sering alias disertai gangguan lain yang menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi. Lalu apa yang jadi penyebab bayi mengalami GERD?

Penyebab GERD pada bayi

Sebelum kita telaah lebih jauh, Bunda kudu pahami terlebih dulu bahwa gumoh pada bayi sebenarnya cukup sering terjadi. Kondisi ini tetap dianggap normal, terlebih pada usia awal kehidupan Si Kecil.

"Sebetulnya gumoh pada bayi sebagian besar normal dan seiring usia bertambah kejadiannya bakal menurun," kata dr. Astuti.

Gumoh terjadi lantaran sistem pencernaan bayi belum berkembang sempurna, terutama bagian yang menghubungkan kerongkongan dan lambung, Bunda.

Selain itu, bayi juga lebih sering mengonsumsi susu dalam corak cair yang lebih mudah kembali naik. Ditambah lagi, kapabilitas lambung bayi tetap mini sehingga sigap penuh. Kondisi inilah yang membikin gumoh lebih sering terjadi pada bayi.

Menurut dr. Astuti, gumoh dapat mengandung masam lambung, empedu, dan enzim pencernaan. Namun, kondisi ini tidak langsung rawan bagi bayi.

"Gumoh memang bisa berisi masam lambung, empedu, dan enzim pencernaan. Namun, kerusakan kerongkongan hingga menyebabkan GERD jarang terjadi, lantaran tubuh anak mempunyai sistem perlindungan alami," ujarnya.

Bunda perlu tahu, tubuh bayi sebenarnya sudah mempunyai perlindungan untuk mencegah akibat dari masam lambung. Air liur dan cairan di kerongkongan mereka dapat menetralkan masam tersebut.

Namun, jika perlindungan ini tidak optimal, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi GERD. Dokter Astuti menjelaskan bahwa GERD pada bayi terjadi ketika aliran kembali isi lambung ke kerongkongan menimbulkan indikasi yang mengganggu.

"GERD adalah ketika refluks (aliran kembali isi lambung ke kerongkongan) menimbulkan indikasi yang mengganggu dan alias komplikasi," ujar dr. Astuti.

Dengan demikian, kondisi gumoh yang disertai indikasi mengganggu dapat berkembang menjadi GERD pada bayi. Hal ini terjadi lantaran perlindungan tubuh tidak dapat melindungi kerongkongan dengan baik.

Tanda ancaman GERD pada bayi

Dikutip dari akun IG @idai_ig, berikut ini tanda ancaman GERD pada bayi yang perlu Bunda waspadai:

  • Muntah darah
  • Pertumbuhan berat badan tidak sesuai usia
  • Postur Sandifer (melengkungkan punggung)
  • Rewel berkepanjangan
  • Menolak makan
  • Sembelit alias diare
  • Gangguan tidur

Cara mengurangi akibat GERD pada bayi

Orang tua bisa mencoba beberapa langkah untuk membantu mengurangi akibat GERD pada bayi. Simak penjelasan selengkapnya:

  1. Perbaiki teknik menyusui yang betul agar bayi dapat menyusu dengan lebih nyaman.
  2. Hindari pemberian makan berlebihan lantaran dapat membikin lambung bayi sigap penuh dan memicu gumoh.
  3. Frekuensi makanan disesuaikan dengan kebutuhan bayi agar pencernaan tetap bekerja dengan baik.

Itulah penjelasan mengenai GERD pada bayi, seperti penyebab dan tanda ancaman yang perlu diwaspadai. Semoga informasinya memberi faedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya