Doa Tolak Bala di Bulan Safar: Arab, Latin, Arti, dan KeutamaannyaBerikut ini adalah bacaan doa tolak bala yang biasa diamalkan, termasuk pada tradisi akhir bulan Safar. Dalam kehidupan, setiap insan mengharapkan keselamatan, kesehatan, keberkahan rezeki, dan perlindungan dari berbagai musibah.
Islam mengajarkan agar usaha lahiriah disertai doa dan tawakal kepada Allah SWT, karena hanya Dia yang memberi manfaat dan menolak bahaya.
Salah satu doa yang banyak diamalkan bertujuan memohon keselamatan dan perlindungan. Doa ini memuat permohonan agar Allah membuka pintu kebaikan, memberi keberkahan, rezeki, kesehatan, dan melindungi dari bencana dunia maupun azab akhirat.
Karena maknanya luas, doa ini bisa dibaca kapan saja: setelah salat, usai membaca Al-Qur’an, dalam majelis dzikir, saat menghadapi musibah, atau ketika memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Doa Memohon Keselamatan di Bulan Safar
Di Indonesia, terutama dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dan beberapa komunitas Muslim, doa serupa sering dibaca pada bulan Safar—misalnya saat Rebo Wekasan atau Rabu terakhir Safar. Praktik ini merupakan bentuk ikhtiar rohani dengan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, dan membaca Al-Qur’an untuk memohon perlindungan Allah dari berbagai musibah.
Perlu digarisbawahi bahwa bukan bulan Safar yang membawa sial, melainkan setiap waktu adalah kesempatan memperbanyak ibadah. Segala kebaikan dan keburukan terjadi atas izin Allah, sehingga membaca doa keselamatan pada Safar dipahami sebagai bentuk penghambaan dan permohonan kepada-Nya, bukan karena menyalahkan waktu.
Doa Tolak Bala
اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،
Allāhumma iftaḥ lanā abwābal-khairi wa abwābal-barakati wa abwāban-ni‘mati wa abwābar-rizqi wa abwābal-quwwati wa abwābaṣ-ṣiḥḥati wa abwābas-salāmati wa abwābal-‘āfiyati wa abwābal-jannati.
Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id-dunyā wa ‘ażābil-ākhirah. Waṣrif ‘annā biḥaqqil-Qur’ānil-‘Aẓīm wa Nabiyyikal-Karīm syarrad-dunyā wa ‘ażābal-ākhirah.
Ghafarallāhu lanā wa lahum biraḥmatika yā Arḥamar-Rāḥimīn.
Subḥāna Rabbika Rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn. Wa salāmun ‘alal-mursalīn. Wal-ḥamdu lillāhi Rabbil-‘ālamīn.
Artinya: Ya Allah, bukakanlah bagi kami pintu-pintu kebaikan, keberkahan, kenikmatan, rezeki, kekuatan, kesehatan, keselamatan, afiat, dan pintu-pintu surga.
Ya Allah, anugerahkanlah keselamatan bagi kami dari setiap musibah di dunia dan dari siksa akhirat. Jauhkan keburukan dari kami demi kemuliaan Al-Qur’an dan kehormatan Nabi-Mu yang mulia.
Semoga Allah mengampuni kami dan mereka dengan rahmat-Nya; ya Zat yang Maha Pengasih di antara para pengasih.
Mahasuci Tuhanmu Yang berkuasa dari segala sifat yang mereka sandangkan; semoga keselamatan tercurah kepada para rasul, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.
Doa tolak bala ini sarat makna: ia memohon agar Allah membuka jalan kebaikan, memberi keberkahan dan rezeki, melindungi kesehatan serta menahan hamba-Nya dari bencana dunia dan azab akhirat. Bacaan seperti ini dapat dijadikan bagian dari amalan rutin untuk memperkuat ikhtiar spiritual dan memohon perlindungan Ilahi.