
Berikut ini Admin bagikan Link download Modul Ajar (RPM) KBC untuk SMA Kelas 11 Semua Mata Pelajaran yang disusun berasas Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada RA dan Madrasah, khususnya bagian kerangka Pembelajaran Mendalam, KBC, pengalaman belajar, perencanaan pembelajaran, integrasi Panca Cinta, dan asesmen.
Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi dua bagian krusial dalam pengembangan pembelajaran di madrasah. Keduanya dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan pembelajaran agar kegiatan belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga membangun karakter, keahlian berpikir, keterampilan, kepedulian, dan pengalaman belajar yang berarti bagi murid.
Bagi pembimbing MA, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: gimana membikin Modul Ajar alias RPP yang betul-betul mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta?**
Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada RA dan Madrasah telah memberikan kerangka yang dapat digunakan pembimbing dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Dalam pedoman tersebut, pembelajaran mendalam didefinisikan sebagai pendekatan yang memuliakan siswa melalui proses belajar yang **berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan**, dengan melibatkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Sementara itu, KBC menjadi jiwa yang mengintegrasikan nilai cinta ke dalam proses pendidikan melalui Panca Cinta, ialah cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.
Sebelum Admin membagikan Link download Modul Ajar (RPM) KBC untuk SMA Kelas 10 terlebih dulu admin bakal membahas langkah praktis menyusun Modul Ajar alias RPP Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (PM dan KBC) yang dapat dikembangkan sesuai karakter mata pelajaran, jenjang, madrasah, dan kebutuhan murid.
Apa Itu Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta?
A. Pembelajaran Mendalam (PM)
Pembelajaran Mendalam bukan sekadar menambah kegiatan alias membikin pembelajaran menjadi lebih panjang. Fokusnya adalah menciptakan pengalaman belajar yang membikin siswa betul-betul memahami, bisa mengaplikasikan pengetahuan, dan melakukan refleksi.
Dalam kerangka Pembelajaran Mendalam terdapat empat komponen utama, yaitu:
1. Dimensi Profil Lulusan
2. Prinsip Pembelajaran
3. Pengalaman Belajar
4. Kerangka Pembelajaran
Pembelajaran Mendalam diarahkan pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan, yaitu:
- keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
- kewargaan;
- penalaran kritis;
- kreativitas;
- kolaborasi;
- kemandirian;
- kesehatan; dan
- komunikasi.
Dengan demikian, perencanaan pembelajaran sebaiknya tidak hanya menuliskan materi dan kegiatan pembelajaran, tetapi juga menunjukkan kompetensi dan karakter yang hendak dikembangkan.
B. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Kurikulum Berbasis Cinta menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan.
KBC diarahkan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, serta menjadikan cinta sebagai prinsip dalam kehidupan. Untuk memudahkan integrasinya ke dalam pembelajaran, KBC menggunakan lima topik Panca Cinta, yaitu:
| Panca Cinta | Fokus Nilai |
| Cinta Allah dan Rasul-Nya | Keimanan, ketakwaan, ibadah, akhlak |
| Cinta Ilmu | Semangat belajar, rasa mau tahu, menghargai ilmu |
| Cinta Lingkungan | Menjaga alam, kebersihan, kelestarian lingkungan |
| Cinta Diri dan Sesama Manusia | Empati, kasih sayang, toleransi, kolaborasi |
| Cinta Tanah Air | Nasionalisme, tanggung jawab dan kepedulian terhadap bangsa |
KBC bukan materi tambahan yang berdiri sendiri. Panduan menempatkan KBC sebagai jiwa dari kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dalam Kurikulum Nasional.
Prinsip Utama Modul Ajar alias RPP PM dan KBC
Dalam menyusun Modul Ajar alias RPP yang mengintegrasikan PM dan KBC, pembimbing perlu memastikan pembelajaran memenuhi tiga prinsip utama:
1. Berkesadaran
Murid mengetahui tujuan pembelajaran, memahami apa yang bakal dicapai, mempunyai motivasi belajar, serta terlibat aktif dalam mengembangkan strategi belajarnya.
Contohnya:
- guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa yang mudah dipahami;
- memberikan pertanyaan pemantik;
- memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih;
- menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman murid;
- menciptakan ruang belajar yang nyaman.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah memberikan contoh bahwa prinsip berkesadaran dapat dilakukan melalui pertanyaan pemantik, penyampaian tujuan pembelajaran, kegiatan obrolan dan eksplorasi, serta lingkungan belajar yang sesuai dengan karakter murid.
2. Bermakna
Pembelajaran kudu mempunyai hubungan dengan kehidupan nyata sehingga siswa dapat menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dalam situasi kontekstual.
Guru dapat:
- menggunakan masalah nyata di lingkungan sekitar;
- menghubungkan materi dengan pengalaman sebelumnya;
- memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah;
- melibatkan orang tua alias komunitas;
- menghubungkan materi dengan bagian pengetahuan lain.
Pembelajaran berarti tidak berakhir pada penguasaan konten, tetapi mendorong siswa menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata.
3. Menggembirakan
Pembelajaran yang menggembirakan menciptakan suasana positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi.
Kegiatan dapat berupa:
- diskusi;
- simulasi;
- permainan edukatif;
- projek;
- eksplorasi;
- pemecahan masalah;
- kegiatan kolaboratif;
- aktivitas kreatif.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi prakarsa dan produktivitas siswa sesuai bakat, minat, dan perkembangannya.
Pengalaman Belajar dalam Pembelajaran Mendalam
Modul Ajar alias RPP PM dan KBC perlu memberikan pengalaman belajar yang mencakup tiga tahap utama:
1. Memahami
Pada tahap memahami, siswa mengonstruksi pengetahuan dari beragam sumber dan konteks.
Guru dapat membujuk murid:
- menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya;
- mengamati objek alias fenomena;
- membaca dan mengeksplorasi beragam sumber;
- berdiskusi;
- mengajukan pertanyaan;
- mengidentifikasi nilai-nilai cinta yang berangkaian dengan materi.
Pengalaman memahami juga dapat digunakan untuk menanamkan nilai cinta, moral, etika, dan pembentukan karakter.
2. Mengaplikasi
Pada tahap mengaplikasi, siswa menggunakan pengetahuan dalam situasi nyata.
Bentuk kegiatannya dapat berupa:
- praktik;
- eksperimen;
- projek;
- pemecahan masalah;
- membuat produk;
- presentasi;
- simulasi;
- aksi nyata di lingkungan.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah menjelaskan bahwa pengalaman mengaplikasi memungkinkan siswa menghubungkan ide, menganalisis, serta membangun solusi imajinatif dan inovatif terhadap masalah konkret.
3. Merefleksi
Refleksi membantu siswa mengevaluasi proses dan hasil belajar serta memahami gimana mereka belajar.
Guru dapat memberikan pertanyaan seperti:
- Apa yang sudah saya pahami?
- Apa perihal baru yang saya pelajari?
- Bagaimana pengetahuan ini berfaedah bagi kehidupan saya?
- Nilai cinta apa yang saya praktikkan?
- Apa kesulitan saya?
- Apa yang bakal saya lakukan lebih baik pada pembelajaran berikutnya?
Tahap refleksi juga berangkaian dengan izin diri, metakognisi, izin emosi, dan motivasi untuk terus belajar sebagai bentuk cinta ilmu.
Langkah-Langkah Membuat Modul Ajar alias RPP PM dan KBC
Langkah 1: Menganalisis Capaian Pembelajaran
Langkah pertama adalah menentukan “Capaian Pembelajaran (CP)” yang bakal dicapai.
CP kemudian diurai menjadi tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret. Dalam proses tersebut, pembimbing perlu memetakan:
- Capaian Pembelajaran;
- materi;
- dimensi profil lulusan;
- topik Panca Cinta.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah menyatakan bahwa CP merupakan kompetensi yang ditargetkan dan perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dengan mengintegrasikan topik Panca Cinta.
Langkah 2: Menentukan Dimensi Profil Lulusan
Tidak semua delapan dimensi profil lulusan kudu dipaksakan muncul dalam satu pertemuan.
Guru dapat memilih dimensi yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran.
Misalnya materi tentang “pelestarian lingkungan”, pembimbing dapat memilih:
- penalaran kritis;
- kolaborasi;
- kreativitas;
- komunikasi;
- keimanan dan ketakwaan.
Langkah 3: Memilih Topik Panca Cinta
Selanjutnya tentukan Panca Cinta yang paling mempunyai hubungan dengan materi.
Contoh:
Materi: Ekosistem dan lingkungan
Topik KBC yang relevan: “Cinta Lingkungan”
Guru kemudian dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran yang tidak hanya menjelaskan konsep ekosistem, tetapi juga membujuk siswa memahami hubungan manusia dengan lingkungan dan melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan.
Langkah 4: Menentukan Materi Integrasi KBC
Materi integrasi KBC tidak kudu menjadi bab tersendiri.
Guru menentukan materi KBC berasas keterkaitan alias benang merah antara materi pelajaran dengan topik Panca Cinta yang dipilih. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah memberikan keleluasaan kepada pembimbing untuk memilih materi integrasi KBC dengan mempertimbangkan rasionalisasi hubungan antara materi pembelajaran dan Panca Cinta.
Contoh:
Materi IPA: Ekosistem
Panca Cinta: Cinta Lingkungan
Materi Integrasi KBC: Menjaga keseimbangan ekosistem sebagai corak kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Langkah 5: Menentukan Model Pembelajaran
Guru dapat memilih model pembelajaran yang memungkinkan terjadinya pembelajaran mendalam sekaligus internalisasi nilai KBC.
Beberapa model yang dapat digunakan antara lain:
- Project-Based Learning (PjBL);
- Problem Based Learning (PBL);
- Discovery Learning;
- inkuiri;
- LOK-R;
- pembelajaran kolaboratif;
- model lain yang sesuai.
PPA Madrasah secara unik menyebut bahwa pembimbing dapat memilih model seperti PjBL, Discovery Learning, PBL, alias model lain yang sintaksnya relevan dengan Panca Cinta yang telah dipilih.
Cara Mengintegrasikan KBC ke dalam Sintaks Pembelajaran
Integrasi KBC tidak cukup hanya dengan menuliskan “Cinta Lingkungan” pada bagian identifikasi.
Nilai tersebut perlu betul-betul muncul dalam kegiatan pembelajaran.
Caranya dapat dilakukan melalui tiga langkah:
1. Analisis sintaks model pembelajaran
Guru mempelajari setiap tahapan model yang dipilih.
Misalnya pada PjBL terdapat tahapan:
- menentukan pertanyaan mendasar;
- mendesain perencanaan proyek;
- menyusun jadwal;
- melaksanakan proyek;
- memantau perkembangan;
- menguji hasil;
- mengevaluasi pengalaman.
2. Memetakan potensi Panca Cinta
Guru menentukan pada tahap mana nilai Panca Cinta dapat diintegrasikan.
3. Merancang tindakan nyata guru
Guru menentukan kegiatan alias intervensi yang secara nyata menghidupkan nilai KBC pada tahapan tersebut.
Contoh Integrasi PM dan KBC
Misalnya pembimbing menggunakan Project-Based Learning dengan materi ekosistem dan memilih Cinta Lingkungan.
Pada tahap pertanyaan mendasar, pembimbing dapat membujuk siswa mengidentifikasi masalah lingkungan di madrasah.
Pertanyaan pemantik: Apa yang bakal terjadi pada keseimbangan lingkungan madrasah jika salah satu komponen ekosistem rusak?
Selanjutnya siswa merancang projek menjaga ekosistem madrasah.
Pada tahap perencanaan projek, pembimbing mengarahkan siswa untuk bekerja sama, membagi tugas secara adil, saling membantu, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok.
Contoh integrasi tersebut sejalan dengan contoh dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah yang mengaitkan pengalaman memahami dan mengaplikasi dengan sintaks PjBL serta tindakan pembimbing untuk menghidupkan nilai Panca Cinta.
Struktur Modul Ajar alias RPP Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah memberikan contoh komponen Rencana Pembelajaran (RP) dalam corak komponen minimum dan komponen lengkap.
Komponen utama yang dapat dikembangkan pembimbing meliputi:
A. Identifikasi
Dapat memuat:
- kesiapan murid;
- Dimensi Profil Lulusan;
- Topik Panca Cinta;
- materi integrasi KBC.
B. Desain Pembelajaran
Dapat memuat:
- Capaian Pembelajaran;
- lintas disiplin ilmu;
- tujuan pembelajaran;
- topik pembelajaran;
- praktik pedagogis;
- kemitraan pembelajaran;
- lingkungan pembelajaran;
- pemanfaatan teknologi digital.
C. Pengalaman Belajar
Memuat:
- memahami;
- mengaplikasi;
- merefleksi.
Kegiatan juga dilaksanakan dengan prinsip:
- berkesadaran;
- bermakna;
- menggembirakan.
D. Kegiatan Pembelajaran
Dapat disusun dalam:
1. kegiatan awal;
2. kegiatan inti;
3. kegiatan penutup.
E. Asesmen Pembelajaran
Perencanaan asesmen meliputi:
- asesmen awal;
- asesmen selama proses pembelajaran;
- asesmen akhir pembelajaran.
Komponen tersebut tercantum dalam contoh struktur Rencana Pembelajaran pada panduan. Guru juga diberi keleluasaan mengembangkan corak perencanaan lain selama tetap sesuai dengan kerangka Pembelajaran Mendalam.
Asesmen dalam Modul Ajar alias RPP PM dan KBC
Asesmen merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran.
Dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen, pembelajaran dan asesmen dipandang sebagai satu siklus. Asesmen memberikan info yang dapat digunakan untuk merancang, mengecek, dan memperbaiki efektivitas pembelajaran.
Karena itu, pembimbing sebaiknya tidak hanya menyiapkan soal pada akhir pembelajaran.
1. Asesmen awal
Digunakan untuk mengetahui:
- kesiapan murid;
- pengetahuan awal;
- kebutuhan belajar;
- karakteristik murid.
Hasil asesmen awal dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan ragam kegiatan pembelajaran.
2. Asesmen proses
Dapat dilakukan melalui:
- observasi;
- diskusi;
- tanya jawab;
- penilaian kinerja;
- penilaian kawan sebaya;
- jurnal;
- lembar kerja;
- portofolio.
3. Asesmen akhir
Dapat berupa:
- tes tertulis;
- tes lisan;
- produk;
- projek;
- praktik;
- portofolio;
- presentasi;
- bentuk asesmen lainnya yang sesuai tujuan pembelajaran.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah menyebutkan bahwa pembimbing dapat menggunakan teknik asesmen yang beragam, termasuk observasi, performa, praktik, produk, projek, dan portofolio, bukan hanya tes tertulis alias lisan.
Bagaimana Menilai Integrasi Nilai KBC?
Integrasi KBC tidak berfaedah pembimbing kudu memberikan nilai nomor unik untuk “cinta”.
Yang lebih krusial adalah menentukan **bukti alias perilaku yang menunjukkan ketercapaian tujuan pembelajaran dan nilai yang mau dikembangkan**.
Misalnya:
Topik Panca Cinta: Cinta Lingkungan
Indikator yang dapat diamati:
- murid bisa menjelaskan pentingnya menjaga lingkungan;
- murid menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan;
- murid bekerja sama dalam kegiatan;
- murid bisa mengusulkan solusi;
- murid melakukan tindakan nyata menjaga lingkungan.
Guru dapat menggunakan rubrik, observasi, penilaian kinerja, projek, produk, alias portofolio sesuai tujuan pembelajaran.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah menjelaskan bahwa kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dapat dikembangkan melalui penjelasan kriteria, rubrik, skala/interval nilai, persentase, alias pendekatan lain sesuai kebutuhan dan kesiapan pendidik.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat Modul Ajar PM dan KBC
Agar Modul Ajar alias RPP tidak hanya terlihat “terintegrasi” di atas kertas, perhatikan beberapa perihal berikut.
1. Jangan hanya menambahkan istilah PM dan KBC
Kesalahan yang sering terjadi adalah menuliskan “Pembelajaran Mendalam” dan “Cinta Lingkungan”, tetapi kegiatan pembelajarannya tetap berpusat pada pidato dan latihan soal.
Integrasi kudu terlihat dalam pengalaman belajar murid.
2. Jangan memaksakan semua Panca Cinta
Tidak semua topik Panca Cinta kudu muncul dalam setiap pembelajaran.
Pilih yang mempunyai hubungan paling kuat dengan tujuan dan materi.
3. Pastikan kegiatan mengarah pada pengalaman nyata
Pembelajaran mendalam menekankan pengalaman memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.
Karena itu, kegiatan sebaiknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir, melakukan, menghasilkan karya alias solusi, dan merefleksikan pengalaman.
4. Selaraskan asesmen dengan tujuan pembelajaran
Asesmen kudu dirancang berasas kompetensi yang hendak dicapai.
Guru perlu menentukan bukti yang menunjukkan bahwa siswa telah mencapai tujuan pembelajaran.
5. Buat arsip elastis dan sederhana
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran disusun dalam corak arsip yang fleksibel, jelas, dan sederhana. Tujuan pembelajaran disusun dari CP dengan mempertimbangkan karakter siswa dan madrasah serta mengintegrasikan Panca Cinta dan materi integrasi KBC yang relevan.
Artinya, pembimbing tidak perlu membikin arsip yang terlalu rumit hanya demi memenuhi banyak komponen administratif.
Kesimpulan
Modul Ajar alias RPP yang mengintegrasikan Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)** pada dasarnya adalah perencanaan pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk belajar secara **berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan**, sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai Panca Cinta dalam pengalaman belajar.
Guru dapat memulainya dengan menganalisis CP, menentukan tujuan pembelajaran, memilih dimensi profil lulusan, memetakan Panca Cinta, menentukan materi integrasi KBC, memilih model pembelajaran, merancang pengalaman memahami-mengaplikasi-merefleksi, serta menyusun asesmen yang selaras dengan tujuan.
Yang terpenting, **PM dan KBC bukan sekadar tambahan pada format RPP alias Modul Ajar**, tetapi kudu tampak dalam kegiatan nyata yang dialami murid.
Dengan perencanaan yang tepat, pembelajaran di madrasah diharapkan tidak hanya membikin siswa mengetahui dan memahami materi, tetapi juga bisa menerapkan pengetahuan, memecahkan masalah, berkolaborasi, melakukan refleksi, serta tumbuh menjadi pribadi yang mempunyai kepedulian terhadap Allah dan Rasul-Nya, ilmu, lingkungan, diri dan sesama, serta tanah air.
Download Contoh Modul Ajar alias RPP PM dan KBC SMA Kelas 11
Bagi Bapak/Ibu Guru yang memerlukan contoh siap dikembangkan, silakan mengunduh:
Link Download Contoh Modul Ajar alias RPP PM dan KBC SMA Kelas 11
Contoh tersebut dapat dijadikan referensi awal dan selanjutnya disesuaikan dengan mata pelajaran, fase, CP, tujuan pembelajaran, karakter murid, serta kondisi masing-masing madrasah.
FAQ Modul Ajar/RPP Pembelajaran Mendalam dan KBC
Apa yang dimaksud dengan Modul Ajar alias RPP PM dan KBC?
Modul Ajar alias RPP PM dan KBC adalah perencanaan pembelajaran yang menerapkan kerangka Pembelajaran Mendalam sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam proses pembelajaran.
Apakah Pembelajaran Mendalam dan KBC kudu ditulis dalam arsip secara terpisah?
Tidak harus. Keduanya dapat diintegrasikan dalam satu perencanaan pembelajaran. KBC dapat menjadi nilai yang menjiwai kegiatan pembelajaran, sedangkan Pembelajaran Mendalam memberikan kerangka pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Apa saja prinsip Pembelajaran Mendalam?
Tiga prinsip utamanya adalah “berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan”. Ketiganya dilaksanakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
Apa saja Panca Cinta dalam KBC?
Panca Cinta terdiri atas **cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air**.
Apakah semua Panca Cinta kudu dimasukkan dalam satu Modul Ajar?
Tidak. Guru dapat memilih topik Panca Cinta yang paling relevan dengan materi dan tujuan pembelajaran. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah memberikan keleluasaan kepada pembimbing untuk menentukan materi integrasi KBC berasas keterkaitan dengan materi pembelajaran.
Apakah semua dimensi profil lulusan kudu dicantumkan?
Tidak kudu semuanya. Guru dapat memilih dimensi profil lulusan yang paling relevan dengan tujuan pembelajaran dan karakter kegiatan.
Apakah PjBL wajib digunakan untuk Pembelajaran Mendalam berbasis KBC?
Tidak. PjBL merupakan salah satu pilihan. Guru dapat menggunakan PBL, Discovery Learning, inkuiri, LOK-R, pembelajaran kolaboratif, alias model lain yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan memungkinkan internalisasi nilai Panca Cinta.
Bagaimana langkah memasukkan KBC ke dalam kegiatan pembelajaran?
KBC dapat diintegrasikan mulai dari kegiatan awal, inti, penutup, hingga asesmen. Guru terlebih dulu memilih Panca Cinta yang relevan, kemudian memetakan gimana nilai tersebut diwujudkan melalui kegiatan dan intervensi pembimbing pada setiap tahapan pembelajaran.
Apakah asesmen PM dan KBC hanya berupa tes tertulis?
Tidak. Asesmen dapat menggunakan beragam teknik, antara lain observasi, performa, praktik, produk, projek, portofolio, tes tertulis, dan tes lisan sesuai tujuan asesmen.
Kapan asesmen dilakukan dalam pembelajaran?
Perencanaan asesmen dapat mencakup asesmen pada “awal, proses, dan akhir pembelajaran” Asesmen awal krusial untuk mengetahui kesiapan dan kebutuhan belajar siswa sehingga pembelajaran dapat disesuaikan.
Apakah Modul Ajar alias RPP kudu dibuat dengan format tertentu?
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Madrasah memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk mengembangkan perencanaan pembelajaran. Guru dapat mengembangkan perencanaan dalam corak yang fleksibel, jelas, sederhana, dan sesuai dengan kerangka Pembelajaran Mendalam.
Apakah Modul Ajar PM dan KBC bisa digunakan langsung tanpa disesuaikan?
Sebaiknya tidak. Contoh Modul Ajar alias RPP merupakan referensi yang perlu disesuaikan dengan CP, tujuan pembelajaran, fase, karakter murid, mata pelajaran, lingkungan madrasah, serta sumber daya yang tersedia.
Demikian info tentang Link download Modul Ajar (RPM) KBC untuk SMA Kelas 11 Semua Mata Pelajaran yang disusun berasas Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada RA dan Madrasah. Semoga ada manfaatnya