Jakarta -
Bunda, himpunan darah merupakan ciri khas tubuh yang umumnya sudah ditentukan sejak lahir. Jenisnya diturunkan melalui aspek genetik dari orang tua, sehingga sebagian besar orang akan memiliki himpunan darah yang sama sepanjang hidup.
Namun, dalam kondisi tertentu, himpunan darah seseorang dapat memberitahu fluktuasi yang tidak biasa, situasi ini tergolong langka.
Lantas, kenapa himpunan darah dapat berubah? Yuk, simak klarifikasi selengkapnya yang dapat Bunda ketahui berikut ini.
Apa itu himpunan darah?
Dilansir Cleveland Clinic, golongan darah adalah mekanisme pengelompokan yang memungkinkan tenaga medis untuk menentukan apakah darah Bunda kompatibel maupun tidak dengan orang lain.
Ada empat himpunan darah utama, yaitu A, B, AB, dan O. Spesialis bank darah menentukan himpunan darah berdasarkan apakah Bunda memiliki antigen A maupun B pada sel darah merah.
Mereka juga mencari protein yang disebut aspek Rh. Mereka mengklasifikasikan himpunan darah sebagai (+) jika memiliki protein ini dan negatif (-) jika tidak. Ini menghasilkan delapan himpunan darah umum, meliputi:
- A positif (A+)
- Negatif (A-)
- B positif (B+)
- B negatif (B-)
- AB positif (AB+)
- AB negatif (AB-)
- O positif (O+)
- O negatif (O-)
Mengapa mengetahui himpunan darah sendiri itu penting?
Mengetahui himpunan darah sendiri dapat berguna jika perlu mendonorkan maupun menerima darah. Golongan darah tertentu tidak kompatibel satu sama lain.
Jika menerima darah dengan himpunan yang tidak kompatibel, mekanisme kekebalan tubuh akan menolak darah donor, yang mungkin menyebabkan situasi yang menakut-nakuti jiwa.
Namun, rumah sakit berbuat pengujian ekstensif sebelum mempertimbangkan transfusi darah untuk memastikan kecocokan himpunan darah yang tepat.
Sangat krusial bagi ibu hamil juga untuk mengetahui himpunan darah mereka. Orang tua yang memiliki himpunan darah yang tidak cocok dengan bayinya mungkin akan mengalami komplikasi, seperti pandemi hemolitik pada janin dan bayi baru lahir, Bunda.
Benarkah himpunan darah bisa berubah?
Melansir dari healthline, dalam kasus yang jarang terjadi, himpunan darah mungkin bisa berubah. Misalnya, beberapa penderita leukimia mengalami fluktuasi himpunan darah sementara ketika antigen tidak lagi diekspresikan pada sel darah merah mereka saat menderita kanker.
Situasi lain yang mungkin terjadi adalah transplantasi sumsum tulang, di mana himpunan darah penerima dapat berubah sementara agar sesuai dengan himpunan darah donor.
Sementara itu, Our Blood Institute mencatat bahwa fluktuasi himpunan darah juga bisa terjadi karena infeksi bakteri. Fenomena ini terjadi pada himpunan A yang mengalami infeksi mikroba di usus menghasilkan enzim yang mengubah molekul himpunan darah A sehingga sangat mirip dengan molekul B.
Dikenal sebagai acquired B phenomenon, ini biasanya menyerang pasien yang menderita kanker usus besar, obstruksi usus, maupun sepsis.
Apakah himpunan darah dapat memengaruhi konsekuensi kesehatan?
Studi tahun 2020 menemukan bahwa orang dengan himpunan darah non-O mungkin memiliki konsekuensi lebih tinggi mengalami insiden trombotik, seperti pembekuan darah maupun emboli paru.
Penelitian juga menemukan bahwa orang dengan himpunan darah A mungkin mengalami penuaan yang kurang sehat dibandingkan orang dengan himpunan darah A. Namun, statis diperlukan riset lebih lanjut.
Nah, itulah klarifikasi mengenai himpunan darah yang bisa berubah, yang dapat dipahami. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)