Kincai Media , JAKARTA -- Ibnu Abbas berbicara pada suatu hari dia duduk di belakang Rasulullah SAW di atas suatu kendaraan. Rasulullah memberinya nasihat, "Wahai pemuda, saya bakal mengajarkan beberapa kalimat (keterangan). Yaitu: peliharalah Allah (pelihara segala perintah dan larangan-Nya), niscaya Allah bakal memeliharamu.
Jika Anda tetap memelihara-Nya, tentulah Anda bakal tetap mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah di waktu senang, niscaya Ia bakal mengenalimu di waktu susah. Bila Anda memohon sesuatu hajat, bermohonlah (langsung) kepada Allah."
Rasulullah melanjutkan, "Ketahuilah, walaupun berkumpul seluruh manusia untuk mendatangkan suatu kemanfaatan untukmu, tiadalah mereka dapat melakukan apa-apa, selain sekadar yang Allah telah tetapkan Anda memperolehnya.
Dan, walaupun berkumpul seluruh manusia untuk mendatangkan suatu kemudharatan kepadamu, tiadalah mereka dapat melakukan apa-apa, melainkan hanya sekadar yang Allah telah tetapkan jua. Telah diangkat kalam dan telah kering segala lembaran tulisan. Ketahuilah, pertolongan Allah hanya diberikan kepada orang yang sabar, dan bahwa kelapangan diberikan kepada orang yang dalam kesusahan" (HR Turmudzi).
Doa merupakan sumber kekuatan dan angan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Prof Atif at-Tabbarah dalam Ruhud Dienul Islam menyatakan bermohon merupakan fitrah dan hatikecil yang tumbuh dalam diri setiap manusia. Setiap orang senantiasa ingat dan kangen kepada Tuhan yang bakal memberikan perlindungan kepadanya di waktu kesulitan alias untuk menghindarkan sesuatu kejahatan. Berhadapan dengan peristiwa-peristiwa kehidupan ini, manusia sangat lemah.
Tidak ada sandaran bagi kelemahannya itu, selain doa. Allah SWT berfirman, "Berdoalah kepada-Ku, bakal Kupenuhi (doamu)" (Al-Mukmin: 60).
Rasulullah banyak menjelaskan kedudukan doa. Sabda beliau, "Doa itu adalah otak ibadah" (HR Turmudzi).
Dalam sabda yang lain, beliau menjelaskan, "Doa itu mendatangkan faedah atas sesuatu yang sudah alias yang belum diturunkan Allah. Tak ada yang dapat menolak qadha (ketetapan Ilahi) kecuali angan yang mustajab (terkabul)" (HR Turmudzi).
Islam mengajarkan pentingnya angan di samping ikhtiar. Doa bukanlah pengganti upaya dan ikhtiar, tapi memperkuat upaya dan ikhtiar. Doa satu-satunya kekuatan dan angan orang beragama tatkala segala ikhtiar telah dijalankan. Semua peristiwa di alam ini tidaklah diserahkan begitu saja kepada hukum-hukum alam seperti mesin yang bergerak otomatis, tetapi di kembali hukum-hukum itu ada norma lain ialah iradah Allah yang Maha Menentukan.
"Kulihat tangan (kekuasaan) Allah ada dalam setiap peristiwa dan segala masalah," kata Sayid Quthub dalam pengantar tafsir Fii Zhilalil Quran.
Setiap orang menginginkan doanya terkabul. Syarat terkabulnya angan adalah hati yang ikhlas. Pada akhirnya Allah yang menentukan saat terbaik bagi hamba-Nya untuk menerima apa yang dimohonkan. Doa dari hati yang tulus tidak bakal disia-siakan Allah asal menempuh jalan hidup yang benar.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·