Jelang 1 Muharam 1448 H, Begini Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Hijrahnya Rasulullah

Intisari Islam Jun 13, 2026 07:10 PM 54889

Umat Islam mengikuti zikir akbar menyambut Tahun Baru 2026 di Masjid Baitul Khairaat, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (31/12/2025). Dzikir akbar yang juga dirangkai dengan tablig akbar itu sebagai corak syukur, muhasabah, dan angan berbareng agar tahun yang bakal datang dipenuhi dengan keberkahan.

Kincai Media, Jakarta -- Umat Islam di seluruh bumi sejenak lagi bakal menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriyah yang diperkirakan jatuh pada 16 Juni 2026. Momentum pergantian tahun Hijriyah ini tidak sekadar menjadi penanda pergantian kalender, tetapi juga mengingatkan kembali pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW yang menjadi titik awal kebangkitan peradaban Islam.

Dalam sejarah Islam, 1 Muharam diperingati sebagai awal tahun baru Hijriyah. Peringatan ini pada hakikatnya merupakan upaya mengenang perjalanan hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sekaligus mengambil pelajaran dari makna hijrah dalam kehidupan saat ini.

Dalam kitab "Di Balik 7 Hari Besar Islam: Sejarah, Makna dan Amaliah" dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Setelah sekitar 13 tahun berceramah di Makkah, Rasulullah memutuskan hijrah lantaran tekanan dan ancaman yang terus dilakukan kaum kafir Quraisy terhadap umat Islam.

Para mahir sejarah memandang peristiwa hijrah sebagai titik kembali kebangkitan peradaban Islam alias the starting point of the Islamic era. Sebelum berangkat, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk terlebih dulu menuju Madinah tanpa membawa kekayaan barang mereka. Sementara beliau berbareng Abu Bakar Ash-Shiddiq dan sejumlah sahabat menjadi rombongan terakhir yang meninggalkan Makkah.

Kaum Quraisy saat itu berupaya membunuh Rasulullah lantaran aliran yang dibawanya dianggap menakut-nakuti sistem sosial dan oligarki yang telah lama mereka bangun. Untuk menghindari kejaran tersebut, Rasulullah dan Abu Bakar menyusun strategi dengan keluar melalui pintu belakang rumah pada malam hari dan berlindung di Gua Tsur selama tiga hari.

Selengkapnya