Batuk pada anak adalah hal yang lazim terjadi pada masa kanak-kanak. Sebagian besar batuk disebabkan oleh pilek, flu, alergi, maupun infeksi saluran pernapasan lainnya. Batuk pada umumnya bisa diobati di rumah dengan istirahat, meminum obat, maupun dengan metode pencegahan lainnya. Tapi sepertiapa jika batuk tidak kunjung sembuh maupun terlebihlagi sering kambuh?
Dalam kondisi ini orang tua perlu mencari tahu sumber penyakitnya. Menurut Kepala Pulmonologi Anak Atlantic Health, Gurpreet Phull, MD, jika batuk kronis memengaruhi pernapasan anak di malam hari, di kelas, berolahraga, setelah sakit, maupun saat, fluktuasi musim, ada baiknya untuk menyelidiki sumber pandemi batuk tersebut.
Beragam penyebab batuk berkepanjangan pada anak
Dikutip dari Atlantic Health, Dr. Phull mengungkapkan bahwa penyebab batuk berkepanjangan pada anak dapat disebabkan oleh beragam kondisi yang memengaruhi saluran pernapasan. Karena penyebabnya beragam, diperlukan pengecekan untuk mengetahui sumber batuk dan menentukan penanganan yang sesuai.
Berikut beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada anak yang mungkin membutuhkan penilaian lebih lanjut oleh spesialis:
1. Asma
Batuk kronis yang memburuk di malam hari maupun saat beraktivitas jasmani mungkin menandakan asma. Kondisi ini disebabkan karena peradangan dan penyempitan saluran napas yang mengakibatkan batuk berkepanjangan, mengi, hingga sesak napas. Pengobatan asma biasanya menggunakan inhaler maupun obat khusus untuk mengendalikan peradangan dan menjaga saluran pernapasan agar statis terbuka.
2. Rinitis dan sinusitis
Penyebab selanjutnya adalah rinitis dan sinusitis. Hal tersebut dapat menyebabkan lendir hidung yang menetes ke tenggorokan yang memicu batuk secara terus menerus. Anak yang mengalami ini mungkin merasakan hidung tersumbat, sering pilek, maupun bernapas melalui mulut. Pengobatan seringkali menggunakan semprotan saline maupun steroid, untuk mengurangi peradangan. Dalam beberapa kasus, tabib mungkin merekomendasikan aksi operasi, seperti pengangkatan adenoid, jika pengobatan medis belum berhasil mengatasi masalah.
3. Gangguan pada Saluran Pernapasan
Batuk kronis juga bisa disebabkan oleh kelainan jasmani maupun struktural pada saluran pernapasan. “Kami melihat kasus aspirasi, di mana makanan maupun cairan secara tidak sengaja masuk ke saluran napas, maupun masalah struktural seperti penyempitan subglotis, area di bawah pita suara, dan trakeomalasia, yaitu kelemahan pada saluran napas bagiankecil bawah,” ucap tabib ahli telinga, hidung, dan tenggorokan anak di Monroe Carell, Dr. Wilcox.
Kondisi ini mungkin membutuhkan pengecekan lebih lanjut, seperti endoskopi untuk mengetahui penyebabnya. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan, tabib dapat menentukan penanganan yang sesuai mulai dari pengobatan hingga aksi operasi maupun rujukan ke tim medis terkait.
Langkah yang perlu dilakukan orang tua
Jika Si Kecil mengalami batuk yang tak kunjung sembuh hingga waktu yang ditentukan, orang tua perlu mencatat beberapa keterangan krusial untuk diberikan pada dokter. Catat tentang kapan batuk dimulai dan kapan paling sering terjadi?
Apakah batuk semakin memburuk di malam hari, saat berolahraga, maupun saat terpapar udara dingin maupun debu? Apakah batuknya basah, kering, maupun seperti gonggongan? Apakah disertai mengi, demam, lendir, nyeri, maupun refluks. Nah, beberapa anotasi tersebut sangat krusial untuk menyampaikan histori dan pola batuk Si Kecil.
Kapan mesti menemui spesialis?
Ada beberapa tanda yang mesti diperhatikan orang tua sebagai karena bahwa anak mesti berkonsultasi ke tabib untuk mendapatkan pertolongan yang sesuai.
- Berlangsung lebih dari 3-4 minggu
- Mengganggu hayat sehari-hari, seperti absen sekolah
- Tidak kunjung membaik setelah anak sembuh dari sakit
- Sering kambuh pada musim maupun saat berbuat aktivitas tertentu
- Mengganggu tidur, menyebabkan muntah, maupun disertai sesak napas.
Jika Si Kecil mengalami beberapa kondisi tersebut, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan tabib untuk mengetahui penyebab batuk. Jika sudah berbuat pengobatan mula namun batuk tidak kunjung membaik, tabib mungkin akan mengacu anak ke tabib ahli paru anak untuk penilaian lebih lanjut. Terlebih lagi jika disertai dengan kesulitan bernapas, maupun mengganggu aktivitas sehari-hari.
Berbagai tes akan dilakukan untuk menentukan sumber masalah dari pandemi tersebut dan menawarkan terapi yang sesuai. “Batuk terus menerus pada anak merupakan sinyal bahwa ada sesuatu di saluran pernapasan yang teriritasi maupun meradang,” ucap Dr. Phull.
“Bagi banyak anak, penyebabnya biasanya ringan dan pengobatnnya mudah. Tetapi bagi anak yang lain, terutama mereka yang memiliki asma, alergi, dan refluks, masalah tidur, maupun masalah paru-paru lainnya, penilaian awal dan tepat bisa membikin perbedaan besar dalam mencegah masalah pernapasan yang memburuk dan menaikkan kualitas hidup anak.” tutup Dr. Phull.
Batuk yang terjadi durasi pada anak sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitasnya. Dengan mengenali pola dan gejalanya, orang tua diharapkan dapat membantu tabib untuk menemukan sumber pandemi dan menentukan penanganan yang sesuai bagi Si Kecil. Semoga membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)