Pengobatan untuk kanker tetek telah meningkat secara signifikan dalam satu dasawarsa terakhir. Kabar baik, AS setujui obat baru kanker tetek yang berpotensi perlambat perkembangan penyakit.
FDA AS diketahui telah menyetujui obat Celcuity sebagai corak obat kanker tetek stadium lanjut, kata regulator tersebut baru-baru ini. Hal ini pun menjadikan Celcuity sebagai produk pertama perusahaan yang memasuki pasar dan menjadi angan baru bagi pasien kanker.
Persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan di AS tersebut didasarkan pada informasi tahap akhir yang menunjukkan bahwa obat gedatolisib yang bermerek Revtorpyk, jika dikombinasikan dengan Ibrance dari Pfizer dan fulvestrant, mengurangi akibat perkembangan penyakit alias kematian sebesar 76 persen dibandingkan dengan fulvestrant saja.
Revtorpyk ditujukan untuk mengobati pasien dengan kanker tetek stadium lanjut yang tumornya mempunyai kadar protein HER2 yang rendah dan tidak ada mutasi pada gen PIK3CA, dan penyakitnya memburuk setelah terapi hormon dan penghambat CDK, yang merupakan suatu jenis terapi.
Pasien yang menerima kombinasi tersebut tetap bebas dari perkembangan penyakit selama rata-rata 9,3 bulan, dibandingkan dengan 2,0 bulan untuk pasien yang hanya menerima fulvestrant seperti dikutip dari laman Globalnews.
Celcuity tingkatkan kemungkinan pasien memperkuat hidup
Mengutip dari laman Pharmaphorum, Gedatolisb dengan nama merek Revtorpyk yang disetujui regulator AS tersebut menjadi pengobatan lini kedua alias selanjutnya untuk kanker tetek lokal lanjut alias metastatik HR-positif, HER2-negatif tanpa mutasi PIK3CA, sebagai terapi rangkap tiga dengan inhibitor CDK4/6 Pfizer Ibrance (palbociclib) dan inhibitor aromatase fulvestrant alias terapi dobel dengan fulvestrant.
Dalam perihal ini, inhibitor jalur PAM intravena pertama di kelasnya yang menggabungkan penghambatan PI3K dan mTOR dalam satu molekul disetujui berasas informasi dari uji coba VIKTORIA-1 yang berkarakter terbuka.
Studi tersebut mencakup pasien dengan tumor PIK3CA jenis liar dan tumor PIK3CA bermutasi. Meski demikian, persetujuan untuk golongan yang terakhir sedang diupayakan dalam aplikasi pemasaran terpisah yang belum diajukan untuk ditinjau oleh FDA.
Kanker tetek HR+/HER2- adalah subtipe kanker tetek yang paling umum. Tipe kanker ini mencakup sekitar 70 persen dari semua kasus, dan sekitar 60 persen pasien mempunyai penyakit PIK3CA jenis liar.
Dalam studi VIKTORIA-1, terapi tiga obat mengurangi akibat perkembangan penyakit alias kematian sebesar 76 persen dibandingkan dengan fulvestrant, dengan median kelangsungan hidup bebas perkembangan masing-masing 9,3 bulan dan 2,0 bulan, sedangkan terapi dua obat mencapai pengurangan 67 persen dan median PFS 7,4 bulan.
Diketahui juga bahwa tingkat respons objektif alias objective response rate (ORR) adalah 32 persen dengan terapi tiga obat, 28 persen dengan terapi dua obat, dan 1 persen dengan fulvestrant saja.
Sementara itu, informasi pada tumor bermutasi PIK3CA, yang dilaporkan pada kongres ASCO tahun ini, menunjukkan bahwa kombinasi tiga obat tersebut mengurangi akibat perkembangan penyakit alias kematian sebesar 50 persen dibandingkan dengan inhibitor PI3K Piqray (alpelisib) plus fulvestrant dari Novartis, dengan median PFS masing-masing 11,1 bulan dan 5,3 bulan. Kombinasi dua obat juga menunjukkan hasil yang baik, mengurangi PFS sebesar 49 persen menjadi 11,3 bulan.
Celcuity menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka bermaksud untuk mengusulkan persetujuan FDA untuk pengobatan mutasi PIK3CA pada kuartal ketiga tahun ini, dengan pengajuan di negara lain menyusul setelahnya.
Jika disetujui, obat ini bakal mempunyai indikasi yang lebih luas untuk corak wild-type dan mutan, sementara inhibitor PI3K saat ini, seperti Piqray dan Itovebi (inavolisib) dari Roche, saat ini hanya diindikasikan untuk penyakit bermutasi PIK3CA.
Celcuity sebelumnya menyatakan bahwa persetujuan untuk pengobatan lini kedua saja bakal membuka potensi pasar besar untuk gedatolisib, dan mereka juga sedang menjalankan uji klinis fase 3 kedua ialah VIKTORIA-2 pada pasien yang belum pernah menjalani pengobatan sebelumnya, yang dapat membuka kesempatan pasar dengan ukuran yang serupa.
"Bagi pasien dengan kanker tetek HR+/HER2- stadium lanjut lokal alias metastatik, ada kebutuhan mendesak bakal pilihan pengobatan baru yang dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan memperkuat hidup tanpa perkembangan penyakit alias kematian," kata Sara Hurvitz dari Fred Hutchinson Cancer Center, salah satu peneliti utama uji klinis VIKTORIA-1.
Ditambahkannya bahwa dengan adanya persetujuan Revtorpyk, para mahir onkologi sekarang mempunyai pilihan pengobatan baru yang efektif untuk pasien-pasien ini.
Semoga rilisnya obat baru tersebut menjadi perpanjangan jalan kesembuhan dan meningkatnya angan hidup pasien kanker stadium lanjut, Bun.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·