Kasih Sayang Rasulullah Untuk Anjing

Jan 14, 2026 01:44 PM - 4 bulan yang lalu 132964

Kincai Media , JAKARTA -- Islam adalah kepercayaan yang menebarkan kasih sayang kepada alam semesta (rahmatan lil 'alamin). Bahkan, di antara sifat-sifat Allah, sebagaimana diketahui dari nama-nama-Nya yang bagus (al-Asma' al-Husna), adalah ar-Rahman dan ar-Rahim. Dia adalah Zat Yang Mahapengasih dan Mahapenyayang.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sayangilah siapa alias apa saja yang ada di bumi, maka kalian bakal disayangi yang ada di langit.” Kasih sayang yang ditunjukkan Rasulullah SAW tidak hanya untuk sesama Mukminin. Bahkan, terhadap mereka yang memusuhi Islam pun beliau tidak pernah melakukan hal-hal di luar pemisah kewajaran. Walaupun mereka mencaci maki dan hendak mencelakakan beliau, al-Musthafa menghadapinya dengan kesabaran, serta membalas keburukan dengan kebaikan.

Hewan-hewan pun merasakan kasih sayang Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa kisah yang dikutip dari Kitab al-Maghazi.

Suatu ketika, Rasulullah SAW memimpin pasukan Muslimin dalam proses Pembebasan Makkah (Fath Makkah). Dari Madinah, beramai-ramai kaum Muslimin mengikuti konvoi ini.

Nabi SAW telah berpesan, agar tidak ada pertumpahan darah. Seluruh sahabat beliau pun mematuhinya.

Dalam perjalanan, Rasulullah SAW memandang seekor anjing betina yang sedang merebahkan diri dekat sumur. Hewan itu mengeluarkan suara, seolah-olah membujuk anak-anaknya agar tetap menyusu kepadanya. Sementara, deru-derap pasukan Muslimin kian mendekati hewan tersebut.

Nabi SAW segera memerintahkan seorang sahabat untuk menjaga anjing-anjing tersebut. Dengan demikian, tidak satu prajurit Muslim pun yang bakal menyakiti mereka, disengaja maupun tidak.

Kisah lainnya juga berangkaian dengan kebaikan hati Rasulullah SAW kepada anjing. Saat berada di Madinah, suatu ketika beliau mendapati seekor anjing yang tampak kelelahan. Ternyata, pada wajah hewan itu terdapat tanda gosong, jejak besi panas yang ditempelkan padanya.

Betapa iba hati Nabi SAW menyaksikan penderitaan hewan tersebut. Kemudian, beliau menyuruh Muslimin untuk tidak memberi tanda pada muka hewan. Sebab, perihal itu adalah corak penyiksaan terhadap makhluk bernyawa.

Anjing memang mempunyai najis--yakni air liurnya. Namun, perihal itu tak berfaedah hewan tersebut tak boleh dikasihani.

Rasulullah SAW juga pernah menuturkan suatu kisah tentang seorang lonte pada era Bani Israil. Perempuan yang sehari-hari tenggelam dalam dosa-besar itu mendapatkan maghfirah Allah.

Kisah bermulai ketika wanita ini berhadapan dengan seekor anjing yang berputar-putar mengitari sumur. Pelacur ini menyadari, hewan tersebut sedang sangat kehausan.

Ia pun masuk ke dalam sumur, dan menciduk air dengan sepatunya. wanita ini memberikan minum kepada anjing tersebut.

Rasulullah SAW bersabda, dosa-dosa lonte tersebut kemudian diampuni oleh Allah SWT lantaran kasih sayangnya terhadap si anjing yang kehausan.

Selengkapnya