Ketika Rasulullah Makan Tanpa Berbagi Ke Para Sahabat

Jan 09, 2026 07:23 PM - 5 bulan yang lalu 161535

Kincai Media , JAKARTA -- Pada suatu siang yang terik, seorang petani miskin menghampiri Nabi Muhammad SAW. Waktu itu, Rasulullah SAW sedang duduk-duduk berbareng beberapa sahabatnya. Mereka berlindung di bawah rindang pohon kurma.

Begitu memandang seseorang mendekat, Nabi SAW berdiri dari tempatnya. Dengan ramah, beliau menjawab salam laki-laki tersebut. Kemudian, petani itu dipersilakannya duduk.

Rupanya, orang itu membawa sekantong mini yang penuh buah anggur. Ia pun menyerahkan buah-buahan itu kepada Nabi SAW. “Wahai Rasulullah,” katanya, “ terimalah pemberianku yang tidak seberapa ini. Aku membawanya dari kebun tempatku bekerja.”

Beliau menerima bingkisan tersebut dengan khidmat sembari mengucapkan terima kasih. Setelah duduk kembali, Rasul SAW meletakkan sekantong buah itu di atas meja. Sebutir anggur lampau diambilnya, untuk kemudian dimakan oleh beliau.

Para sahabat yang datang menatap makanan itu dengan penuh harap. Di luar dugaan, Nabi SAW tidak menawarkan satu pun dari buah tersebut kepada mereka. Tangan beliau terus mengambil setiap butir anggur itu.

Setiap memakannya, wajah Rasulullah SAW tampak berbinar. Bibirnya juga tersenyum. Melihatnya, petani miskin itu menjadi sangat senang. Apalagi, beliau menghabiskan seluruh anggur pemberiannya tanpa sisa.

Si pemberi merasa senang lantaran memandang Nabi SAW dengan lahap menghabiskan hadiahnya. Ia berpikir, anggur itu pastilah terasa sangat nikmat. Begitu enaknya, sampai-sampai beliau “lupa” menawarkan buah tersebut kepada para sahabat yang lain.

Sesudah itu, si petani pamit. “Aku kudu kembali ke kebun, ya Rasulullah! Terima kasih telah menerima bingkisan anggur dariku,” katanya.

Maka pergilah laki-laki itu dengan hati yang lapang. Bukan main suka citanya. Sebab, dia memandang sendiri, gimana sosok semulia baginda Nabi SAW menikmati pemberiannya yang hanya sekantong buah anggur.

Sesudah petani itu menjauh dari pandangan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. Mereka merasa sangat heran. Sebab, jarang-jarang beliau melakukan begitu. Biasanya, Nabi Saw membagikan apa saja bingkisan yang diterimanya kepada kaum Muslimin yang membutuhkan.

Apalagi, mereka yang membersamainya saat itu sedang agak lapar. Di tengah terik mentari siang, tentu mulut bakal terasa segar jika mengunyah beberapa butir anggur.

“Ya Rasulullah,” kata seorang dari mereka memberanikan diri, “mengapa engkau makan sendirian buah anggur tadi? Mengapa sama sekali engkau tidak menawarkannya kepada kami?”

Rasulullah SAW tersenyum. Beliau lampau menjelaskan kepada mereka, “Aku menyantap semuanya lantaran anggur-anggur itu terasa masam. Jika menawarkannya kepada kalian, saya cemas kelak wajah kalian bakal menunjukkan kesan tidak suka. Bila sampai begitu, tentu emosi laki-laki tadi bakal tersinggung.”

Selengkapnya