Kincai Media, Jakarta -- Dalam aliran Islam, Muharram termasuk bulan yang istimewa. Inilah salah satu dari empat bulan haram. Selain Muharram, mereka adalah Dzulkaidah, Dzulhijah, dan Rajab. Dinamakan haram lantaran pada bulan-bulan tersebut larangan untuk melakukan dosa-dosa semakin tegas.
Tanggal 10 Muharram biasa disebut sebagai hari Asyura. Dalam sejarah Islam, beragam peristiwa terjadi pada tanggal tersebut. Berikut ini adalah nabi-nabi Allah dengan momen mereka masing-masing saat hari Asyura.
Nabi Musa
Saat Nabi Musa dikejar Firaun dan pasukannya hingga ke tepi pantai, turunlah perintah Allah SWT. Saudara Harun AS itu diperintahkan-Nya untuk membelah Laut Merah dengan langkah memukulkan tongkatnya.
Setelah lautan terbelah, Nabi Musa dan Bani Israil pun bisa melintas hingga ke ujung seberang. Kemudian, Allah memerintahkan kepada Nabi Musa untuk memukulkan lagi tongkatnya sehingga jalan yang telah dilewati tertutup lagi seperti keadaan semula. Alhasil, Firaun dan balatentaranya tenggelam di Laut Merah ketika sedang mengejar sang nabi.
Beberapa hari usai kejadian itu, jasad Firaun terombang-ambing di lautan hingga terdampar di pantai. Mayatnya lampau ditemukan penduduk. Para pendeta Mesir lampau mengawetkannya.
فَالۡيَوۡمَ نُـنَجِّيۡكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُوۡنَ لِمَنۡ خَلۡفَكَ اٰيَةً ؕ وَاِنَّ كَثِيۡرًا مِّنَ النَّاسِ عَنۡ اٰيٰتِنَا لَغٰفِلُوۡنَ
"Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu (Firaun) agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami" (QS Yunus: 92).
Peristiwa selamatnya Nabi Musa AS dan umat beliau dari kejaran Firaun terjadi pada hari ke-10 di bulan Muharram.
Nabi Nuh
Nabi Nuh adalah salah satu Ulul Azmi, ialah sebuah gelar unik bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Dikisahkan, dia diutus untuk berceramah di tengah kaum yang mayoritasnya musyrik. Ratusan tahun lamanya sang nabi menyampaikan risalah kebenaran.
Namun, kaumnya tetap berada dalam kesesatan. Hanya segelintir orang yang beragama kepada aliran Nabi Nuh AS.
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Nuh untuk membikin kapal besar dan membujuk pengikutnya untuk naik ke bahtera itu. Sang nabi juga membawa sepasang hewan dari segala jenisnya di atas kendaraan ini. Allah menakdirkan, banjir yang banget besar terjadi. Hanya pengikut Nabi Nuh dan para pengikutnya yang selamat. Ini terjadi pada hari ke-10 Muharram.
Nabi Yunus
Saat Nabi Yunus dibantah oleh kaumnya dan dipertanyakan keyakinannya, beliau sempat emosi. Kemudian, sang nabi meninggalkan kaumnya dengan menaiki kapal untuk pergi dari kejadian itu. Padahal, tidak ada perintah dari Allah untuk dirinya melakukan perihal itu.
Kapal yang ditumpangi Nabi Yunus lampau dihantam angin besar besar. Nakhoda lampau mengadakan undian untuk memutuskan siapa yang mesti dikeluarkan dari kapal. Tiga kali pengundian berturut-turut, nama Yunus AS selalu keluar.
Akhirnya, sang rasul Allah itu dilempar ke luar kapal. Tak lama kemudian, seekor ikan paus menelannya. Karena itulah, di dalam Alquran disebutkan bahwa ada tiga macam kegelapan: gelapnya malam, dasar lautan, dan keadaan dalam perut ikan.
Nabi Yunus kemudian sadar bakal kekeliruannya dan segera bersujud, memohon pembebasan kepada Allah.
لاإله إلّا أنت سبحانك إنّي كنت من الظالمين
"Laailaaha illa anta subhanaka innii kuntu minaddzaalimiin."
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau (Allah), Maha Suci engkau, sesungguhnya saya adalah termasuk orang-orang yang zalim.”
Nabi Yunus diselamatkan dari dalam perut ikan pada hari ke-10 Muharram.