Masa Kecil Lionel Messi: 5 Fakta Soal Gangguan Pertumbuhan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 24239x dilihat
Masa Kecil Lionel Messi: 5 Fakta Soal Gangguan Pertumbuhan

Bagikan Postingan

Lionel Messi kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu pesepakbola terbaik dunia. Gol yang ia cetak membantu Argentina bangkit dan menaklukkan Mesir dengan skor 3-2 pada laga babak knockout, sekaligus mengantarkan timnya ke perempat final Piala Dunia di Atlanta Stadium, AS pada Selasa (7/7/2026).

Penampilan itu mempertegas bahwa Messi masih mampu tampil cemerlang di level tertinggi. Namun di balik deretan trofi dan rekor, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus.

Jauh sebelum dikenal sebagai peraih delapan Ballon d'Or dan juara Piala Dunia, Messi adalah anak laki-laki dari Rosario yang sempat didiagnosis mengalami gangguan pertumbuhan sehingga nyaris menghalangi mimpinya menjadi pesepakbola profesional.


Untuk mengenalinya lebih jauh, berikut beberapa fakta masa kecil Lionel Messi yang mungkin belum banyak diketahui publik.

5 Fakta menarik masa mini Lionel Messi

Berikut beberapa kebenaran menarik kehidupan masa mini Messi yang dapat Bunda ketahui:

1. Sang nenek membuka jalan pertama Messi

Dilansir The Daily Star, ketika berusia lima tahun Messi sempat dianggap terlalu kecil untuk bergabung dengan klub lokal, Grandoli. Pelatih awalnya menolak, namun neneknya, Celia, berhasil meyakinkan pelatih untuk memberinya kesempatan.

Sejak itu, sang nenek rutin mendampingi Messi saat latihan dan pertandingan hingga ia meninggal ketika Messi berusia 10 tahun.

Kebiasaan Messi menunjuk ke langit setiap kali mencetak gol adalah bentuk penghormatan untuk neneknya, Celia.

2. Barcelona membiayai pengobatan Messi lantaran gangguan pertumbuhan tulang

Pada usia 10 tahun Messi didiagnosis mengalami gangguan hormon pertumbuhan sehingga tinggi badannya tidak berkembang sesuai usia.

Ia harus menjalani pengobatan yang biayanya sekitar 500 euro per bulan, setara dengan Rp9,5 juta, jumlah yang sulit ditanggung keluarganya pada waktu itu.

River Plate menolak menanggung biaya tersebut. Sebaliknya, Barcelona menawarkan untuk membiayai seluruh pengobatan dengan syarat Messi dan keluarganya pindah ke Spanyol.

3. Kontrak pertama ditulis di atas serbet

Direktur olahraga Barcelona saat itu, Carles Rexach, khawatir Messi direbut klub lain. Karena belum ada dokumen resmi pada pertemuan makan siang, Rexach menuliskan kesepakatan pada selembar serbet.

Serbet yang ditandatangani pada tahun 2000 itu kemudian dilelang pada 2024 dan terjual sekitar US$965.000, alias setara dengan Rp15,7 miliar.

4. Sempat dikira tidak bisa berbicara

Setelah masuk akademi Barcelona, La Masia, pada usia 13 tahun Messi harus tinggal jauh dari keluarga yang kembali ke Argentina.

Karena belum menguasai bahasa Catalan, ia lebih banyak diam sehingga beberapa teman mengira ia bisu. Selama beberapa bulan Messi bahkan sering menangis karena merasa kesepian.

5. Sudah mencetak nyaris 500 gol sebelum usia 13 tahun

Saat bermain di akademi Newell's Old Boys di Rosario, kemampuan menyerang Messi sudah menonjol. Ia mencetak hampir 500 gol di level junior sebelum menginjak usia 13 tahun.

Bahkan ketika baru berusia delapan tahun, Messi sudah dipercaya menjadi eksekutor penalti timnya.

Perjalanan menuju puncak karier tidaklah mudah: ditolak pelatih, masalah biaya pengobatan, hingga berjuang sendiri di negeri asing merupakan bagian dari proses yang membentuknya.

Nah, itulah beberapa fakta menarik tentang masa kecil Lionel Messi yang membantu menjelaskan bagaimana ia tumbuh menjadi bintang sepak bola. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads