Mengenal Syekh Quro, Ulama Perintis Islam Betawi Yang Mengislamkan Putra Mahkota Pajajaran

Jun 22, 2026 12:31 PM - 14 jam yang lalu 700

Kincai Media ,Dalam kajian sejarah Islam Betawi, nama Syekh Quro menempati posisi krusial sebagai salah satu ustadz paling awal yang jejak dakwahnya dapat ditelusuri. Ulama asal Campa yang berceramah di Karawang pada awal abad ke-15 itu tidak hanya berkedudukan mengislamkan masyarakat setempat, tetapi juga disebut sukses memperkenalkan Islam kepada Raden Pamanah Rasa sang putra mahkota Kerajaan Pajajaran yang kelak melahirkan keturunan penyebar Islam di tanah Sunda dan Betawi.

Memang, sejarah masuknya Islam di tanah Betawi menyimpan beragam versi, ada yang meyakini Islam mulai berkembang setelah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada 1527, namun ada pula yang menelusuri jejaknya lebih awal melalui dakwah Syekh Quro pada awal abad ke-15. Dapat disimpulkan, Islam tidak datang di tanah Betawi dalam satu peristiwa tunggal. Penyebarannya berjalan selama beratus-ratus tahun melalui dakwah para ulama, pedagang, dan tokoh masyarakat yang datang dari beragam daerah.

KH Rakhmad Zailani Kiki dalam kitab Genealogi Intelektual Ulama Betawi menerangkan bahwa jenis seniman Betawi Ridwan Saidi menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali di tanah Betawi berasal dari kehadiran Syekh Hasanuddin yang kemudian dikenal dengan nama Syekh Quro, seorang ustadz yang berasal dari Kamboja pada tahun 1409.

Fase awal penyebaran Islam di Betawi dan sekitarnya (tahun 1418-1527). Disebarkan oleh Syekh Quro, Kian Santang, Pangeran Syarif Lubang Buaya, Pangeran Papak, Dato Tanjung Kait, Kumpi Dato Depok, Dato Tonggara dan Dato Ibrahim Condet, Dato Biru Rawa Bangke.

Alasan Syekh Quro dijadikan sebagai ustadz Betawi pertama oleh Ridwan Saidi lantaran kiprahnya dalam mengislamkan orang-orang Betawi yang berada di Karawang. Meskipun sebenarnya, Syekh Quro berasal dari Campa (Kamboja), tetapi Syekh Quro mempunyai siswa yang kemudian menyebarkan Islam sampai ke daerah Sunda Kelapa (Batavia/ Jakarta). Karawang sendiri, menurut Ridwan Saidi, termasuk dalam daerah kebudayaan Betawi.

Diterimanya Syekh Quro oleh orang Betawi di Karawang lantaran dia adalah orang Campa. Menurut Ridwan Saidi, orang Campa adalah orang Melayu yang pernah mempunyai kerajaan. Mereka mempunyai hubungan erat dengan orang-orang Malabar yang juga berkawan dengan orang-orang di Jawa bagian barat sejak sebelum Masehi.

Selengkapnya