Menyingkap Beragam Versi Sejarah Masuknya Islam Ke Tanah Betawi

Jun 22, 2026 01:49 PM - 13 jam yang lalu 670

Kincai Media , Sejarah masuknya Islam di tanah Betawi menyimpan beragam jenis yang hingga sekarang tetap menjadi bahan kajian para sejarawan dan budayawan. Ada yang meyakini Islam mulai berkembang setelah penaklukan Sunda Kelapa oleh Fatahillah pada tahun 1527, namun ada pula yang menelusuri jejaknya lebih awal melalui dakwah Syekh Quro pada awal abad ke-15.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa proses Islamisasi Betawi berjalan secara berjenjang dan melibatkan banyak tokoh ustadz yang mewarnai perjalanan sejarah Jakarta.

Islam tidak datang di tanah Betawi dalam satu peristiwa tunggal. Penyebarannya berjalan selama beratus-ratus tahun melalui dakwah para ulama, pedagang, dan tokoh masyarakat yang datang dari beragam daerah.

Setiap pendapat mengenai kapan Islam mulai masuk ke Betawi dan perkembangannya, berbeda-beda versinya. Pendapat yang umum, seperti yang dikutip Abdul Aziz, Islam masuk di tanah Betawi pada saat Fatahillah alias Fadhillah Khan menyerbu Sunda Kelapa untuk menghapuskan pendudukan Portugis, tepatnya pada tanggal 22 Juni 1527, dikutip dari kitab Genealogi Intelektual Ulama Betawi yang ditulis Ustaz Rakhmad Zailani Kiki.

Versi lain datang dari seniman Betawi, Ridwan Saidi yang menyatakan bahwa Islam masuk pertama kali di tanah Betawi berasal dari kehadiran Syekh Hasanuddin yang kemudian dikenal dengan nama Syekh Quro, seorang ustadz yang berasal dari Kamboja pada tahun 1409.

Dari sinilah fase perkembangan Islam dan sejarah keulamaan di tanah Betawi terbentuk sebagai berikut.

Pertama, fase awal penyebaran Islam di Betawi dan sekitarnya (tahun 1418-1527). Disebarkan oleh Syekh Quro, Kian Santang, Pangeran Syarif Lubang Buaya, Pangeran Papak, Dato Tanjung Kait, Kumpi Dato Depok, Dato Tonggara dan Dato Ibrahim Condet, Dato Biru Rawa Bangke.

Selengkapnya