Mulut Rahim Menonjol Keluar, Kenali Penyebab dan Cara Mengecek Peranakan Turun

Jul 24, 2026 09:35 PM - 2 minggu yang lalu 5598

Mulut rahim menonjol keluar bisa membikin sejumlah wanita merasa cemas. Kondisi ini sering dikaitkan dengan peranakan turun alias prolaps organ panggul (POP), meski tidak selalu disebabkan oleh kondisi tersebut.

Lalu, apa sebenarnya penyebab mulut rahim keluar, gimana ciri-ciri peranakan turun, dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter?

Serviks alias leher rahim merupakan bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Posisi dan corak mulut rahim ini dapat berubah sesuai kondisi tubuh. Karena itu, krusial untuk mengetahui seperti apa mulut rahim yang normal dan kapan perlu memeriksakan diri ke dokter.


Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), prolaps organ panggul alias peranakan turun terjadi ketika otot dan jaringan penyangga dasar panggul melemah sehingga rahim alias organ panggul lainnya bergeser ke bawah.

Penyebab mulut rahim menonjol keluar

Ada beberapa penyebab mulut rahim menonjol keluar, antara lain:

1. Peranakan turun (prolaps uteri)

Peranakan turun paling sering menyebabkan mulut rahim menonjol keluar. Rahim bergeser ke bawah sehingga serviks tampak lebih rendah, apalagi dapat keluar melalui lubang memek pada kasus yang berat.

2. Kehamilan

Mulut rahim menonjol keluar saat mengandung dapat terjadi lantaran tekanan janin yang semakin besar pada dasar panggul. Namun, kondisi ini tidak selalu menandakan prolaps dan master tetap perlu mengevaluasinya, terutama jika disertai nyeri alias perdarahan.

3. Perubahan posisi serviks selama siklus haid

Menjelang menstruasi, serviks biasanya lebih rendah sehingga sebagian wanita lebih mudah merabanya.

Cara mengatasi mulut rahim menonjol keluar

Menangani mulut rahim keluar itu tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Ada beberapa pilihan yang dapat Bunda lakukan yang dirangkum dari beragam sumber, antara lain:

  • Melatih otot dasar panggul dengan senam Kegel.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengatasi sembelit agar tidak sering mengejan.
  • Menghindari mengangkat beban berat.
  • Menggunakan pessarium, ialah perangkat penyangga yang dipasang di memek atas rekomendasi dokter.
  • Operasi jika prolaps sudah berat alias mengganggu kegiatan sehari-hari.

Berdasarkan pedoman ACOG, terapi dipilih berasas usia pasien, tingkat prolaps, kemauan mempunyai anak lagi, serta keluhan yang dirasakan.

Ciri-ciri peranakan turun

Gejala peranakan turun dapat muncul secara berjenjang dan Bunda mungkin tak menyadarinya di awal-awal. Banyak wanita tidak mengalami indikasi apapun dan tidak tahu sedang mengalami peranakan turun. Dokter kandungan dan tenaga kesehatan lainnya dapat menemukan prolaps selama pemeriksaan fisik.

Jika peranakan turun ringan, terkadang tonjolan dapat dirasakan di dalam vagina. Namun jika sudah parah maka organ dapat keluar dari lubang vagina. Perempuan dengan peranakan turun dapat mengalami beberapa tanda ini:

  • Terasa ada benjolan di vagina.
  • Sensasi berat alias penuh di area panggul.
  • Nyeri pinggang bagian bawah.
  • Sulit menahan urine alias sering beser.
  • Sulit buang air besar.
  • Tidak nyaman saat berasosiasi intim.
  • Pada kondisi berat, rahim alias serviks tampak keluar dari vagina.

Penyebab peranakan turun

Menurut ACOG, penyebab utama peranakan turun adalah kehamilan dan persalinan normal, yang dapat melemahkan otot-otot serta jaringan penyangga dasar panggul. Risiko juga meningkat seiring bertambahnya usia dan setelah menopause lantaran berkurangnya kekuatan jaringan penyangga.

POP dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi sebagian besar wanita yang mengalami indikasi tersebut mengalaminya setelah menopause.

Selain itu, kondisi yang terus-menerus meningkatkan tekanan di dalam perut juga dapat memicu prolaps organ panggul. Kondisi tersebut antara lain kelebihan berat badan alias obesitas, sembelit yang menyebabkan sering mengejan saat buang air besar, batuk kronis, serta kebiasaan mengangkat beban berat berulang kali.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Urogynecology Journal menunjukkan bahwa usia, persalinan pervaginam, obesitas, serta melemahnya jaringan ikat merupakan aspek akibat utama prolaps organ panggul.

Gejala yang menyertai peranakan turun

Bunda yang mengalami peranakan turun bakal mengalami perubahan posisi serviks. Selain itu ada beberapa indikasi lain yang dapat muncul meliputi:

  • Perdarahan ringan dari vagina.
  • Keputihan yang lebih banyak.
  • Sulit mengosongkan kandung kemih.
  • Sering mengalami jangkitan saluran kemih.
  • Rasa tidak nyaman saat melangkah alias berdiri lama.

Banyak wanita bertanya, apakah mulut rahim bisa diraba? Jawabannya, bisa. Sebagian wanita dapat meraba dengan menggunakan jari yang bersih, terutama menjelang menstruasi ketika posisinya lebih rendah. Namun, jika serviks terasa sangat dekat dengan lubang memek alias tampak keluar disertai keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan master kandungan.

Cara mengecek peranakan turun

Cara mengecek Peranakan turun yang paling jeli adalah melalui pemeriksaan master kandungan menggunakan pemeriksaan panggul (pelvic examination). Dokter kandungan alias tenaga kesehatan lainnya bakal menanyakan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan memek serta rektum. 

Bunda mungkin diperiksa saat berebahan alias berdiri. Atau mungkin diminta untuk mengejan alias batuk selama pemeriksaan untuk memandang apakah mengalami kebocoran urine. Bunda kemungkinan juga diperiksa untuk memandang seberapa komplit kandung kemih yang kosong.

Nah, Bunda juga dapat memperhatikan beberapa tanda awal di rumah, seperti:

  • Terasa ada benjolan di memek saat berdiri.
  • Sensasi mengganjal yang membaik ketika berbaring.
  • Serviks terasa lebih rendah dibanding biasanya.
  • Sulit menahan urine alias buang air besar.

Dokter dapat menilai tingkat prolaps menggunakan sistem Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q) yang merupakan standar internasional untuk menentukan derajat prolaps. 

Jika Bunda menemukan mulut rahim menonjol keluar alias mencurigai adanya peranakan turun, jangan menunda pemeriksaan. Diagnosis dan penanganan sejak awal dapat membantu mencegah kondisi menjadi lebih berat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya