Seorang jamaah asal Banten bersujud syukur setibanya di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah.
Kincai Media,JAKARTA -- Manusia terkadang baru menyadari besarnya sebuah nikmat setelah kehilangan nikmat tersebut. Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam buku Al-Hikam mengingatkan bahwa orang yang tidak bisa mengenali nikmat saat memilikinya akan menyadari nilainya ketika nikmat itu telah menghilang.
"Siapapun yang tidak bisa mengenal keberadaan nikmat maka ia akan mengenal ketika nikmat itu menghilang." (Syekh Ibnu Athaillah, Al-Hikam)
Jika Anda mendapatkan beragam kenikmatan dari Allah SWT, seperti nikmat mendapatkan harta, kesehatan, keluarga, dan lain sebagainya, tapi Anda tidak mensyukurinya, maka Anda akan menyesalinya ketika semuanya hilang dari genggaman kamu, demikian dijelaskan Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc.
Sebagaimana ditegaskan oleh Allah SWT dalam Alquran al-Karim bahwa barang siapa yang mensyukuri nikmat-Nya maka Dia akan menambahnya. Barang siapa yang mengingkari-Nya, maka azab-Nya sangat pedih.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Wa iż ta'ażżana rabbukum la'in syakartum la'azīdannakum wa la'in kafartum inna ‘ażābī lasyadīd(un).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika Anda bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika Anda mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS Ibrahim Ayat 7)
Sebagai contoh, ketika Anda memiliki kendaraan sepeda motor, Anda belum mengenal nilainya, sehingga Anda lalai bersyukur, terlebihlagi mengharapkan yang lebih baik lagi yaitu mobil. Namun, ketika sepeda motor Anda rusak, sehingga Anda mesti berjalan kaki sejauh beberapa kilometer, maka Anda akan merasakan nikmatnya sepeda motor. Bahkan, Anda akan mengharapkan sesuatu yang lebih rendah tingkatannya, misalnya sepeda. Asalkan Anda tidak berjalan kaki, mengayuh pun tidak masalah.
Penyesalan selalu eksis di akhir peristiwa. Sedangkan nikmat baru terasa ketika tiada. Ingatlah hal itu baik-baik, dan jangan lupa untuk selalu bersyukur.