Pakar Ugm: Stres Pada Hewan Pengaruhi Kualitas Daging Kurban

May 09, 2026 04:14 PM - 2 jam yang lalu 118

Kincai Media , YOGYAKARTA -- Penyembelihan hewan kurban mesti mengedepankan prinsip halal, aman, dan ihsan. Hal itu disampaikan pengajar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Cuk Tri Noviandi dalam rangka menyambut datangnya hari raya Idul Adha 1447 H/2026 M.

"Kurban itu bukan sekadar menyembelih, tetapi gimana kita memastikan hewan diperlakukan dengan baik, prosesnya kondusif bagi manusia, dan hasilnya layak dikonsumsi," ujar Noviandi dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, DIY, pada Sabtu (9/5/2026).

Menurut dia, kesalahan dalam penanganan hewan kurban sering terjadi di lapangan. Hal itu berpotensi menyebabkan hewan yang bakal disembelih terlebih dulu mengalami stres. Bahkan, proses penyembelihan bisa jadi tidak sesuai standar fikih maupun keamanan pangan.

"Padahal, kondisi tersebut (stres pada hewan -Red) dapat memengaruhi kualitas daging sekaligus berisiko bagi panitia kurban," ucap Noviandi.

Oleh lantaran itu, Fakultas Peternakan UGM menggelar training penanganan kurban. Harapannya, jelas Noviandi, pihak panitia dan pesera umum dapat lebih memahami penyelenggaraan pemotongan hewan kurban yang tepat.

Sebab, lanjut dia, kebutuhan bakal hewan kurban dan ahli sembelih menjelang Idul Adha semakin tinggi. Membekali masyarakat bakal pengetahuan penanganan kurban tidak hanya bermaksud agar ibadah ini sah secara agama, tetapi juga berlansung kondusif dan higienis.

"Tak sekadar teori, training juga membekali peserta dengan pengetahuan komplit mulai dari fikih kurban hingga praktik penanganan hewan dan pengelolaan daging yang sesuai standar kesehatan," kata Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Budi Guntoro.

Pada training itu, peserta dibekali praktik pemotongan dan pengedaran daging yang benar, pemisahan daging dan jeroan, penggunaan sarung tangan, hingga rekomendasi menggunakan bungkusan ramah lingkungan seperti besek bambu.

"Melalui kegiatan ini, diharap para peserta bisa melanjutkan pada proses sertifikasi kompetensi yang selama ini telah dilakukan UGM. Sertifikasi ini bakal diperlukan jika nantinya makanan masuk pada ranah diperjualbelikan kepada khalayak," katanya.

Dosen Fakultas Peternakan UGM Rio Olympias Sujarwanto mengatakan bahwa pengelolaan daging hewan kurban yang tidak higienis dapat memicu akibat penularan penyakit.

"Daging itu sangat mudah terkontaminasi. Penanganan yang salah, seperti meletakkan di tanah alias menggunakan wadah tidak aman, bisa meningkatkan jumlah kuman secara drastis," katanya.

sumber : Antara

Selengkapnya