Psikolog Ungkap Ciri Kepribadian Perempuan yang Sering Bilang Maaf

Jul 23, 2026 02:25 PM - 3 minggu yang lalu 7069

Kata “maaf” sering kali terucap secara spontan, apalagi saat Bunda tidak melakukan kesalahan. Misalnya, ketika tidak sengaja tersenggol orang lain, mau menyampaikan pertanyaan dalam rapat, alias menghadapi keadaan yang sepenuhnya di luar kendali.

Banyak orang menganggap kebiasaan tersebut sebagai corak kesopanan dan sikap menghargai orang lain.

Namun, terlalu sering meminta maaf dalam situasi yang sebenarnya tidak memerlukan permintaan maaf juga bisa mempunyai makna lain.


Menurut psikolog, respons tersebut dapat muncul secara otomatis lantaran telah terbentuk sejak lama. Kebiasaan ini pun diyakini dapat mencerminkan karakter dan pola kepribadian seseorang, Bunda.

7 Ciri kepribadian wanita yang suka minta maaf

Dilansir The Times of India, psikolog mengungkap beberapa karakter kepribadian wanita yang sering minta maaf.

1. Harga diri berjuntai pada orang lain

Kebiasaan meminta maaf terus-menerus sering dikaitkan dengan kebutuhan bakal pengesahan dari luar.

Para peneliti kesehatan mental mengungkap bahwa pola ini biasanya berakar sejak dini, di rumah-rumah, di mana kasih sayang terasa bersyarat, sesuatu yang kudu Bunda peroleh melalui perilaku baik.

2. Mudah berbaur dan jujur

Sifat mudah berbaur sering mendapat reputasi buruk, tetapi sebenarnya itu bukan kelemahan. Justru sifat inilah yang membikin Bunda terlihat hangat, kooperatif, dan pandai membangun hubungan.

Masalah mulai muncul ketika sifat mudah berbaur yang tinggi berpasangan dengan ketegasan yang rendah alias kecemasan, saat itulah perihal itu berubah menjadi apa yang disebut para peneliti sebagai akomodasi kompulsif, ialah terus-menerus minta maaf.

3. Takut dianggap berlebihan

Ucapan “maaf” menjadi semacam pelindung untuk mengantisipasi penilaian orang lain, baik saat melakukan kesalahan, meminta bantuan, maupun sekadar menyampaikan pendapat dalam percakapan.

Sejumlah penelitian mengaitkan kebiasaan ini dengan rasa takut dianggap sebagai orang yang susah alias merepotkan.

Pola tersebut sering kali terbentuk lantaran mereka terbiasa merasa bahwa penerimaan alias penghargaan dari orang lain kudu diperoleh dengan selalu bersikap menyenangkan dan tidak merepotkan.

4. Mampu membaca suasana

Perempuan yang suka minta maaf biasanya mempunyai tingkat empati yang tinggi dan lebih peka terhadap emosi orang lain.

Hal ini sejalan dengan studi berjudul Associations between Empathy and Big Five Personality Traits among Chinese Undergraduate Medical Students yang dipublikasi di PMC PubMed Central.

Studi tersebut menemukan bahwa empati berangkaian erat dengan sifat agreeableness (keramahan), salah satu dimensi dalam teori kepribadian Big Five. Masalahnya adalah rasa bersalah menyelinap masuk dengan cepat, apalagi ketika Bunda sama sekali tidak melakukan kesalahan.

5. Selalu berupaya menyenangkan orang lain

Para psikolog tidak menganggap perilaku people pleaser sebagai kekurangan. Mereka melihatnya sebagai kebiasaan yang dipelajari, sesuatu yang didapat dari lingkungan sekitar, didikan, dan ketidaknyamanan dalam menghadapi konflik.

Di suatu titik, kata “maaf” menjadi jalan pintas untuk menjaga perdamaian, langkah untuk meredakan situasi sebelum ketegangan meningkat.

6. Menganggap suatu situasi sebagai sesuatu yang perlu dimintai maaf

Penelitian dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa wanita lebih sering menganggap situasi sehari-hari, seperti terlambat beberapa menit, meminta bantuan, alias merasa merepotkan orang lain, sebagai perihal yang layak diakhiri dengan ucapan “maaf”.

7. Tumbuh dengan tekanan

Terdapat tekanan diam-diam dan tak terucapkan pada wanita untuk menjadi penyayang, kompetitif, dan disukai tanpa usaha, semuanya sekaligus, tanpa perlu berupaya terlalu keras.

Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika tidak mungkin untuk menjadi ketiganya sekaligus, kebanyakan wanita tidak menyalahkan ekspektasi. Namun, malah menyalahkan diri sendiri.

Rasa itu tidak lenyap seiring bertambahnya usia. Hal tersebut hanya muncul dalam corak ucapan “maaf” yang spontan.

Nah, itulah beberapa karakter kepribadian wanita yang suka bilang “maaf”. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

Selengkapnya