Rasulullah Saw Ingatkan Ada Dua Golongan Ulama Di Hari Kiamat

Jan 28, 2026 08:26 PM - 3 bulan yang lalu 102438

Kincai Media ,JAKARTA -- Rasulullah SAW pernah memberikan peringatan keras kepada umatnya tentang kedudukan ustadz di sisi Allah SWT pada Hari Kiamat. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad SAW membagi kaum berilmu ke dalam dua golongan dengan nasib yang sangat kontras: ustadz yang memuliakan ilmunya dengan mengamalkan dan menyebarkannya, serta ustadz yang menahan pengetahuan dan menukarnya demi kepentingan duniawi.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menuliskan hadits Nabi Muhammad SAW tentang dua golongan ustadz itu.

Diriwayatkan dari al-Dhahhak, dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ada dua golongan ustadz dari umatku ini. Golongan yang pertama merupakan ustadz yang diberi pengetahuan oleh Allah SWT yang kemudian dengan pengetahuan itu mereka sebarkan kepada orang lain, dan mereka tidak mengharapkan apapun dari dunia, tidak juga menjualnya dengan nilai yang sedikit. Ulama seperti ini bakal didoakan oleh burung-burung di angkasa, ikan-ikan di lautan, semua hewan di permukaan bumi, dan para malaikat pun mendoakan keberkahan bagi mereka. Mereka (ulama) bakal datang menghadap Allah SWT pada Hari Berbangkit (Kiamat) kelak sebagai orang yang mulia, dan mereka bakal menjadi sahabat para Rasul."

"Adapun golongan yang kedua adalah ustadz yang diberi pengetahuan oleh Allah SWT, namun mereka tidak mau menyebarkannya kepada orang lain. Mereka mengharapkan hadiah dunia, dan menukarnya dengan nilai sangat murah. Ulama seperti ini bakal datang ke hadapan Allah Azza wa Jalla pada Hari Berbangkit (Kiamat) kelak dengan terlilit tali kekang yang terbuat dari api neraka di mulutnya, dan mereka bakal tampil di hadapan semua makhluk, lampau bakal diserukan kepada makhluk-makhluk itu: Mereka ini adalah anak si Fulan dan si Fulan, Allah SWT telah mengaruniakan kepada mereka ilmu, bakal tetapi mereka enggan memberikannya kepada sesama manusia, dan menukarnya dengan nilai yang sangat sedikit, serta mengharapkan hadiah kekayaan dunia. Maka mereka bakal mendapatkan azab, hingga Allah Azza wa Jalla selesai menghitung ibadah manusia seluruhnya. (HR Imam ath-Thabrani dalam Al-Ausath dengan isnad lemah/ dhaif )

Hadits Rasulullah SAW ini menegaskan bahwa pengetahuan bukan sekadar amanah yang dimiliki, melainkan tanggung jawab yang kudu diamalkan dan disebarkan dengan keikhlasan. Ulama yang memuliakan ilmunya dengan mengajarkan dan mengamalkannya tanpa pamrih bumi bakal memperoleh kemuliaan besar di sisi Allah SWT, apalagi didoakan oleh seluruh makhluk. Sebaliknya, ustadz yang menahan pengetahuan alias menjadikannya perangkat meraih untung duniawi bakal menghadapi akibat yang sangat berat di Hari Kiamat, sebagai peringatan bahwa pengetahuan dapat menjadi jalan keselamatan alias justru karena kebinasaan, berjuntai pada niat dan perbuatannya.

Selengkapnya