Selain Syirik, Menyengsarakan Sesama Muslim Termasuk Dosa Paling Buruk

Intisari Islam Jun 19, 2026 12:05 AM 48798

Kincai Media , Jakarta -- Menyengsarakan sesama Muslim bukan sekadar perbuatan tercela, tetapi termasuk salah satu dosa paling jelek setelah menyekutukan Allah SWT.

Dalam kitab Nashaihul Ibad, Syekh Muhammad Nawawi al-Banteni mengutip sejumlah hadits yang menjelaskan bahwa perbuatan paling utama adalah beragama kepada Allah dan melakukan baik kepada kaum Muslimin, sedangkan perbuatan paling jelek adalah syirik dan menyengsarakan kaum Muslim.

Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga keselamatan, kehormatan, dan kekayaan sesama Muslim serta senantiasa menghadirkan faedah bagi orang lain.

Syekh Nawawi al-Banteni mengutip sabda Nabi Muhammad SAW serta perkataan para sahabat Nabi SAW dan para tabi'in. Rasulullah SAW bersabda, "Dua perkara paling utama dan tidak ada yang melampaui keutamaannya, ialah ketaatan kepada Allah dan melakukan amal kepada kaum Muslimin."

Rasulullah SAW juga bersabda, "Siapa pun yang bangun pagi dengan niat tidak melakukan kejam kepada seseorang, maka dosa-dosa yang telah dilakukannya bakal diampuni Allah. Barang siapa bangun pagi dengan niat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi kebutuhan seorang Muslim, maka dia bakal mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji mabrur."

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang paling dicintai Allah SWT adalah orang yang paling berfaedah bagi sesamanya, dan perbuatan yang paling utama adalah membikin hati seorang Mukmin menjadi senang dengan menghilangkan rasa lapar, meringankan kesulitan, alias melunasi utangnya. Dua perkara yang tidak ada satu pun yang melampaui kejahatannya, ialah menyekutukan Allah dan menyengsarakan kaum Muslim."

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa orang yang dicintai Allah SWT adalah orang yang melakukan dua perkara, ialah berfaedah bagi sesamanya dan membikin hati seorang Mukmin merasa senang. Sementara itu, dua perkara yang paling jahat adalah menyekutukan Allah dan menyengsarakan kaum Muslim.

Kitab Nashaihul Ibad menjelaskan bahwa menyengsarakan orang Muslim dapat berupa menakut-nakuti keselamatan jiwa dan kekayaan seorang Muslim. Semua yang diperintahkan Allah pada dasarnya mengandung dua hal, ialah mengagungkan Allah dan berbelas kasih kepada makhluk-Nya.

Selengkapnya