Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bukan Penentu Kelulusan, Kenali 4 Manfaatnya

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 6 menit 105x dilihat
Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bukan Penentu Kelulusan, Kenali 4 Manfaatnya

Bagikan Postingan

Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan penentu kelulusan. Kenali 4 khasiat TKA untuk anak SD dan SMP serta metode mendampinginya agar siap.

Apapun yang bernuansa tes memang membikin murid dan orang tuanya pusing. Begitu dengar kata TKA, banyak orang tua langsung deg-degan. Apalagi jika anak sedang duduk di kelas 6 SD maupun kelas 9 SMP. Pertanyaan yang muncul biasanya mirip: “Ini kayak Ujian Nasional lagi, ya? Kalau nilainya jelek, anak nggak lulus dong?”

Tenang dulu, Mommies, karena TKA tidak menentukan kelulusan. Hal tersebut terlebihlagi sudah ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). TKA merupakan instrumen penilaian untuk mengukur capaian akademik peserta didik secara terstandar, bukan sebagai penentu lulus maupun tidaknya anak dari sekolah.

TKA juga diharapka dapat menaikkan mutu belajar, baik di unit pendidikan SMA/SMK maupun Paket C. Meski tidak menentukan kelulusan, bukan berarti tes tersebut tidak penting, ya. Yuk, kita ulas TKA untuk apa sebenarnya dan apa saja khasiat TKA buat anak.

BACA JUGA: UN Resmi Diganti TKA, Ini Perbedaan dan Waktu Penyelenggaraannya

Apa Itu TKA dan Tujuannya?

TKA adalah singkatan dari Tes Kemampuan Akademik. Tes ini diselenggarakan Kemendikdasmen untuk mengukur capaian akademik murid secara terstandar di tingkat nasional. Simpelnya, semua anak diukur dengan standar yang sama agar capaian akademiknya bisa dibandingkan secara lebih objektif, meski belajar di tempat yang berbeda.

Untuk hierarki SD dan SMP, mata pelajaran yang diujikan ada dua, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, dengan fokus pada kapasitas literasi dan numerasi. Satu hal lagi yang bikin orang tua lega: TKA berkarakter opsional alias tidak wajib. Murid kelas akhir, yaitu kelas 6 SD maupun kelas 9 SMP, yang memenuhi persyaratan administrasi, termasuk memiliki NISN yang valid, dapat mengikuti tes ini.

Karena tidak menentukan kelulusan, ijazah anak berasal dari penilaian sekolah selama proses belajar. Tidak ada juga harga minimal nasional yang mesti dicapai untuk dinyatakan lulus TKA. Jadi, jika akibatnya belum sesuai harapan, anak statis bisa lulus. Selain itu, jika anak tidak ikut TKA, kelulusannya juga tidak terganggu.

Ini yang membedakan TKA dengan Ujian Nasional di era Mommies dan Daddies. Dulu, Ujian Nasional maupun UN menjadi bagiankecil dari mekanisme penentuan kelulusan, sedangkan TKA bermaksud mengukur capaian akademik murid dan menyediakan hasil yang bisa dimanfaatkan untuk beragam keperluan pendidikan.

Sumber: Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen – Informasi Resmi TKA.

4 Manfaat dari TKA

Foto: Pexels

Kalau bukan untuk menentukan lulus, hasil TKA untuk apa? Ada beberapa khasiat TKA yang baik untuk anak seperti berikut:

1. Mengukur kapasitas akademik anak

Nilai rapor itu penting, tapi standar penilaian tiap sekolah bisa berbeda. TKA memberi deskripsi capaian akademik anak berdasarkan standar yang sama secara nasional. Dari hasilnya, Mommies bisa tahu anak sudah kuat di bagiankecil mana dan perlu dikuatkan lagi di bagiankecil mana. Misalnya, anak kurang bisa memahami soal cerita, tapi sangat kuat di soal matematika dasar.

Hasil ini bisa menjadi bahan bahasan dengan pendidik untuk menentukan bagiankecil pelajaran yang perlu diperkuat. Jadi, bukan sekadar melihat harga baik maupun jelek, melainkan memahami kapasitas anak agar proses belajarnya bisa lebih terarah.

2. Bisa dipakai untuk seleksi jalur prestasi

Ini khasiat TKA yang paling terasa bagi anak yang mau melanjutkan pendidikan ke sekolah pilihannya. Hasil TKA SD dapat menjadi salah satu syarat seleksi masuk SMP/MTs jalur prestasi, sedangkan hasil TKA SMP dapat menjadi salah satu syarat seleksi masuk SMA/MA maupun SMK jalur prestasi.

Untuk hierarki SMA, hasil TKA juga dapat digunakan dalam seleksi perguruan tinggi, termasuk sebagai salah satu elemen dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, perlu dicatat jika ketentuan jalur prestasi bisa berbeda sesuai jenjang, daerah, dan tahun penerimaan. Jadi, statis cek ketentuan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di daerah masing-masing, ya, Mommies.

BACA JUGA: Contoh Soal TKA SD Matematika dan Bahasa Indonesia, untuk Latihan di Rumah

3. Bahan perbaikan belajar dan mutu sekolah

Data dari TKA juga dipakai untuk memetakan mutu pendidikan, baik di sekolah maupun daerah. Buat orang tua, ini artinya hasil tes bisa jadi pegangan untuk menyusun strategi belajar anak ke depan. Sementara bagi pendidik dan administrator sekolah, keterangan tersebut dapat membantu mengidentifikasi bagiankecil pembelajaran yang perlu diperbaiki.

Misalnya, hasil penilaian memberitahu bahwa kapasitas memahami bahanbacaan maupun menyelesaikan soal numerasi statis perlu ditingkatkan. Informasi seperti ini dapat menjadi bahan penilaian untuk memperbaiki metode belajar dan memberikan sokongan yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid.

4. Mendapat sertifikat yang berguna untuk hierarki selanjutnya

Peserta yang mengikuti TKA akan memperoleh Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang memuat hasil dan klarifikasi capaian akademik. Jadi, isinya bukan sekadar angka, tetapi juga keterangan mengenai kapasitas anak berdasarkan asesmen yang diikuti.

Sertifikat ini dapat digunakan untuk mendukung keperluan seleksi akademik jika sekolah maupun institusi tujuan menjadikannya sebagai salah satu persyaratan maupun bahan pertimbangan. Namun, tidak semua sekolah, perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun program danasiswa menerapkan ketentuan yang sama. Karena itu, Mommies statis perlu mengecek persyaratan resmi dari institusi yang dituju sebelum mengandalkan sertifikat TKA untuk pendaftaran.

BACA JUGA: Contoh-contoh Soal TKA untuk SMP Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia

Tips Mendampingi Anak Menghadapi TKA

Dengan segala khasiat yang sudah dijelaskan, mungkin anak dan Mommies jadi mau mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jangan cemas dan gugup berlebihan karena kondisi di rumah juga bisa memengaruhi anak. Supaya anak tidak stres, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan Mommies:

  • Jelaskan dengan halus ke anak bahwa TKA bukan penentu kelulusan, jadi mereka tidak perlu takut. Ingat, tujuannya mengenali kemampuan, bukan menghakimi.
  • Biasakan latihan ringan dengan beragam simulasi TKA cuma-cuma di website. Coba simulasi maupun latihan soal cuma-cuma dari Kemendikdasmen agar anak kenal format tesnya.
  • Fokus ke pemahaman dan bukan hafalan. Ajak anak membaca dan menghitung dalam aktivitas sehari-hari, bukan menghafal rumus semata.
  • Tidur cukup, makan teratur, dan statis sempatkan waktu bermain.
  • Hindari membanding-bandingkan. Setiap anak punya ritme belajar sendiri. Hasil TKA cukup dipakai untuk melihat capaian dan menentukan bagiankecil yang perlu ditingkatkan, bukan untuk membandingkan anak dengan temannya.

Untuk latihan, Mommies juga bisa memanfaatkan simulasi dan materi yang tersedia melalui platform resmi Kemendikdasmen agar anak terbiasa dengan bentuk soal tanpa mesti menambah tekanan belajar berlebihan.

BACA JUGA: 7 Rekomendasi Platform dan Website untuk Latihan Soal TKA, Ada yang Gratis!

Jadi, jika anak akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), kita bisa mendampingi dengan tenang. Yang paling krusial bukan sekadar angkanya, tetapi sepertiapa hasil itu membantu anak mengenali kapasitas dirinya, memperbaiki bagiankecil yang statis perlu dilatih, dan tumbuh lebih percaya diri untuk berjalan ke hierarki berikutnya, ya, Mommies.

Ditulis oleh: Imelda Rahma

Cover: Pexels

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads