Wood Block Rayakan Perjalanan Belajar Siswa dalam Musicians Showcase 2026

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 161x dilihat
Wood Block Rayakan Perjalanan Belajar Siswa dalam Musicians Showcase 2026

Bagikan Postingan

Jakarta -

Wood Block Music & Art School telah berhasil menggelar Musician's Showcase 2026 di Flamboyan Room, Jakarta Design Center, Minggu (18/10/2026). Konser ini menampilkan sekitar 130 murid yang terbagi dalam enam sesi dengan total kedatangan lebih dari 500 orang mulai dari para penampil, orang tua siswa, perwakilan sponsor hingga tamu undangan.

Mengusung tema "A Musical Time Capsule", aktivitas ini membujuk murid dan famili menikmati balik lagu-lagu pop era 1970-an, 1980-an, dan 1990-an. Musik yang dekat bagi generasi orang tua diperkenalkan kepada generasi berikutnya melalui penampilan para siswa. Tema tersebut membuka ruang untuk bernostalgia sekaligus menciptakan kenangan baru bagi peserta dan keluarganya.

Musician's Showcase merupakan bagiankecil dari perjalanan belajar murid Wood Block yang menghubungkan latihan di kelas dengan penampilan di depan penonton. Program konser mencakup penampilan solo, duet, dan ansambel dari murid dengan beragam tingkat kemampuan.


"Kami mau setiap murid memiliki kesempatan untuk membagikan musik yang sudah mereka pelajari. Melalui pengalaman tampil secara rutin, mereka belajar mengekspresikan diri dan merasakan kemajuan dari latihan yang mereka jalani," ujar Founder & Principal Educator Wood Block Music & Art School, Dionisius Clyde.

Setiap tahun, Wood Block menyelenggarakan dua konser murid dan dua penampilan di mal. Siswa juga berkesempatan mengikuti beragam aktivitas eksternal, seperti bazar famili dan aktivitas komunitas. Pengalaman di beragam tempat membantu murid belajar menyesuaikan penampilan dengan kondisi dan audiens yang berbeda.

Sebagai persiapan menuju konser, Wood Block menyelenggarakan Performance Class pada 4 Oktober 2026 di Studio Green Ville. Dalam aktivitas ini, murid berlatih membawakan repertoar mengikuti alur konser, mempelajari tata metode tampil di panggung, dan menerima masukan dari para guru. Pada hari konser, Nathan Iskandar, M.Mus., komposer dan pendidik musik, datang sebagai penilai penampilan para peserta.

"Pengalaman konser perlu dipersiapkan dengan perhatian yang sama seperti proses belajar di kelas. Kami mau murid bisa fokus pada penampilannya dan famili merasa betah saat mendampingi," ujar Chief Operating Officer (COO) Wood Block Music & Art School, Agustinus Buntoro.

Selain penampilan individu, rangkaian aktivitas juga menghadirkan ansambel Luminous Beats dan Woodies Symphony. Pengalaman bermain berbareng memberi murid kesempatan untuk mendengarkan satu sama lain dan membangun kekompakan dalam membawakan musik.

Suasana aktivitas turut diramaikan dengan penghargaan Best Costume. Peserta mengekspresikan karakter lagu maupun gradasi era musik melalui kostum mereka. Penonton memilih kostum favorit melalui pemungutan suara, dengan satu pemenang pada setiap sesi. Enam pemenang menerima sertifikat dan pemberian istimewa dari mitra pendukung Wood Block.

"Lagu yang dahulu dekat bagi orang tua mendapat cerita baru ketika dibawakan oleh para siswa. Melalui A Musical Time Capsule, kami mau musik menjadi pengalaman yang bisa dinikmati berbareng oleh keluarga," ujar Chief Marketing Officer (CMO) Wood Block Music & Art School, Dennis Kurnia Gunawan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads