5 Tanda Bayi Siap Merangkak dan Cara Stimulasi agar Perkembangannya Optimal

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 521x dilihat
5 Tanda Bayi Siap Merangkak dan Cara Stimulasi agar Perkembangannya Optimal

Bagikan Postingan

Merangkak merupakan salah satu tonggak perkembangan yang krusial untuk bayi. Lalu apa saja buahpikiran stimulasi bayi agar mudah belajar merangkak?

Meski terlihat sederhana namun sebenarnya proses bayi belajar merangkak cukup kompleks. Hingga 10 bulan, bayi tetap perlu rutin berlatih mengoordinasikan aktivitas tangan dan kakinya.

Selain itu, dia juga perlu melatih kekuatan pada otot lengan, bahu, dan kaki agar bisa menopang berat tubuhnya. Demikian dikutip dari Romper.


Kapan bayi bisa mulai belajar merangkak?

Dikutip dari What to Expect, keahlian merangkak umumnya mulai dicoba bayi pada usia 7 hingga 12 bulan. 

Sekitar usia 6 hingga 9 bulan, mereka biasanya mulai bisa mengambil posisi merangkak dengan bertumpu pada tangan dan lutut. 

Kemudian di sekitar usia 9 bulan, sebagian bayi mungkin mulai bergulir alias bergerak dengan perut menempel di lantai, yang dikenal sebagai commando crawling. Namun, perlu diingat bahwa perkembangan ini tetap dapat berbeda pada setiap anak.

Tanda bayi siap merangkak

Ada sejumlah tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mulai bersiap untuk merangkak. Dengan mengenali tanda-tanda ini, Bunda diharapkan dapat memberikan stimulasi yang sesuai sejak dini:

1. Mampu duduk tanpa dukungan

Dikutip dari The Bump, keahlian merangkak, seperti halnya tonggak perkembangan lainnya, sangat berangkaian dengan kontrol otot tubuh bayi. 

Sebelum belajar merangkak, bayi terlebih dulu perlu perlu berlatih mengembangkan keahlian mengontrol kepala, bergulir sendiri, hingga akhirnya dapat duduk tanpa bantuan.

Kemampuan tersebut umumnya mulai terlihat ketika bayi berumur sekitar 6 hingga 8 bulan.

"Ketika bayi sudah dapat duduk tegak dengan kontrol tubuh yang cukup baik tanpa bantuan, ini dapat menjadi tanda bahwa dia mulai siap merangkak,” ujar master ahli anak Ashanti Woods, MD.

2. Senang beraktivitas di lantai

Ketertarikan bayi untuk bermain di lantai juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa dia mulai siap merangkak. Jika Si Kecil menunjukkan kesukaan seperti ini, Bunda bisa ikut terlibat dalam proses belajarnya. 

Luangkan lebih banyak waktu untuk bermain berbareng di lantai dan berikan kesempatan bagi bayi untuk memperhatikan serta meniru aktivitas Bunda.

Supaya lebih aman, Bunda bisa memasang playing mat yang agak lembek di rumah. Hal ini bisa mencegah terjadinya tumbukan jika bayi tidak sengaja terjatuh alias lenyap keseimbangan.

3. Dapat menopang tubuhnya dengan tangan dan kaki

Ketika bayi semakin sering tengkurap dan bisa mempertahankan posisi tersebut dengan baik, dia sedang melatih otot leher dan dada yang nantinya diperlukan untuk mencapai posisi merangkak.

Selanjutnya, bayi biasanya bakal mulai lebih sering mencoba mengangkat alias menopang tubuh menggunakan tangan dan kaki. Posisi ini seolah-olah dia sedang berupaya merangkak. 

4. Tertarik pada objek yang jauh

Ketika bayi mulai senang memperhatikan barang yang berada di luar jangkauannya dan berupaya meraihnya, perihal tersebut juga bisa menjadi tanda bahwa dia sedang mempersiapkan diri untuk belajar merangkak.

Untuk melatih ini, Bunda dapat meletakkan mainan alias barang yang menarik perhatian Si Kecil sedikit lebih jauh. Ia biasanya bakal mulai terdorong untuk bergerak dan berupaya mencapai barang tersebut dengan beragam cara, termasuk merangkak.

5. Sering melakukan aktivitas seperti meluncur

Gerakan bergerak maju menggunakan perut ketika sedang tengkurap dapat menjadi salah satu tanda bahwa bayi siap belajar merangkak.

Hal ini merupakan corak latihan awal yang membantu memperkuat beragam otot yang nantinya digunakan saat merangkak.

Manfaat merangkak untuk bayi

Dikutip dari laman Parents, penulis The Mommy MD Guide to Your Baby's First Year, Rallie McAllister, MD, merangkak merupakan kegiatan yang cukup menantang bagi bayi. Mereka perlu melibatkan keahlian berpikir, sekaligus menggerakkan beberapa bagian tubuhnya.

Selain mendukung perkembangan keahlian motorik kasar, saat mencoba merangkak bayi juga melatih keahlian memahami ruang secara visual dan kognitifnya.

Supaya dapat merangkak, bayi memerlukan kekuatan yang cukup pada otot punggung, leher, bahu, lengan, dan perut.

"Merangkak merupakan salah satu tonggak perkembangan krusial bagi bayi lantaran menjadi tahap awal menuju keahlian bergerak secara mandiri," ujar McAllister.

Ide stimulasi bayi agar lancar merangkak

Berikut beberapa tips dan buahpikiran stimulasi bayi agar lancar merangkak untuk dicoba di rumah:

1. Tummy time

Berikan agenda rutin tummy time untuk membantu menstimulasi keahlian merangkak Si Kecil. Saat sedang tummy time, biarkan bayi mengenali lingkungan di sekitarnya sembari berada dalam posisi tengkurap.

Aktivitas ini membantu memperkuat otot leher, bahu, dan punggung sekaligus melatih kontrol kepala. Kemampuan tersebut menjadi dasar yang krusial bagi bayi sebelum mulai merangkak.

2. Pijat bayi

Pijatan lembut pada tubuh bayi dapat membantu membikin otot lebih rileks sekaligus melancarkan sirkulasi darah. Lakukan pijatan secara perlahan dan gunakan tekanan yang lembut sesuai dengan kenyamanan bayi.

3. Ajak bayi bermain 

Tak kudu selalu ada mainan mahal untuk melatih motorik bayi. Kehadiran dan support langsung dari Bunda juga dapat membuatnya lebih antusias untuk mencoba merangkak.

Ajak Si Kecil bermain dan berikan pujian untuk membantunya merasa lebih percaya diri saat berlatih.

Sebagai contoh, tempatkan mainan kesukaan bayi sedikit di luar jangkauannya. Dengan begitu, dia bakal terdorong untuk mencoba bergerak mendekati dan mengambil mainan tersebut.

4. Pastikan lingkungan sekitar sudah aman

Ketika tanda-tanda bayi mulai siap merangkak sudah terlihat, dia biasanya bakal semakin aktif mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Bayi mungkin mulai senang meraih, menarik, mengambil, apalagi memasukkan beragam barang yang ditemukannya ke dalam mulut.

Karena itu, pastikan area di sekitar bayi sudah aman. Tutup alias jauhkan beragam bagian rumah yang berpotensi membahayakannya

Selain memperhatikan perspektif tajam dan barang yang mudah pecah, periksa juga keberadaan benda-benda mini yang dapat menyebabkan tersedak. Misalnya, koin, baterai kancing, alias peniti yang mungkin terjatuh di lantai.

5. Latih bayi duduk dengan tegak

Kemampuan duduk dan menjaga keseimbangan merupakan bagian dari perkembangan motorik, yang berangkaian dengan keahlian bergerak

Di rumah, Bunda dapat membujuk bayi berlatih duduk di lantai. Lalu ajak bayi meraih mainan di sisi kanan dan kirinya. 

Aktivitas ini dapat membantu melatih keseimbangan, koordinasi, serta kekuatan otot tubuhnya.

6. Membaca kitab berbareng sembari berlatih duduk

Di usia sekitar 7–9 bulan, Bunda dapat mengajaknya duduk di lantai sembari menopang punggungnya menggunakan tangan. 

Supaya lebih menyenangkan untuk Si Kecil, Bunda bisa melakukannya sembari membaca kitab bersama.

7. Hindari penggunaan walker dan bouncer terlalu sering

Dikutip dari Healthline, sebisa mungkin sebaiknya hindari meletakkan bayi terlalu sering dan lama di baby walkter alias bouncer. 

Jika bayi menghabiskan terlalu banyak waktu di baby walker alias bouncer, umumnya mereka jadi perlu waktu lebih lama dalam proses belajar merangkak.

Bayi memerlukan kebebasan bergerak dan bereksplorasi, terutama ketika melakukan tummy time. 

Itulah penjelasan tentang langkah stimulasi bayi agar lancar merangkak. Jangan lupa bahwa setiap bayi mempunyai tahapan dan kecepatan perkembangan yang berbeda ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads