Adab Saat Naik Haji

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,MAKKAH – Ibadah haji merupakan rangkaian ibadah nan sangat panjang. Maka, sebelum melaksanakannya perlu mempersiapkan jasmani, finansial, dan waktu. Serta, perlu memperhatikan etika haji agar ibadah haji nan dilaksanakan menjadi ibadah nan mabrur.

Prof. Quraisy Shihab dalam kitab Tafsir Al Misbah menjelaskan, bahwa melaksanakan ibadah haji nan sesuai dengan norma dan etika seperti bertempur di jalan Allah SWT nan merupakan jihad guna memelihara kesatuan umat dan agama, haji merupakan jihad jiwa untuk memelihara kepribadian dan menjalin persatuan umat.

Terdapat enam etika haji nan perlu diperhatikan bagi para calon jamaah nan bakal berangkat ke Mekah untuk melaksankan ibadah haji sebagai berikut,

Pertama, orang nan melaksanakan ibadah haji tidak diperbolehkan bertahallul (mencukur) hingga sembelihan sampai pada tempat terjadi pengepungan di tanah legal maupun haram.

Kedua, ketika terhadi perihal nan dapat menghalang seseorang untuk melaksanakan ibadah haji nan disebabkan sakit alias dikepung musuh dan orang nan melaksanakan haji memperbolehkan untuk bertahallul, maka dia kudu menyembelih hewan nan mudah baginya seperti unta, sapi, alias kambing

Ketiga, jika seseorang terkena penyakit alias gangguan di kepala seperti kutu pada pelaksanakan haji nan mengharuskan baginya untuk mencukur rambut, maka wajib untuk bayar fidyah dengan langkah memberikan makanan kepada 6 orang miskin alias menyembelih seekor kambing alias juga bisa bayar fidyah.

Keempat, jika seseorang sudah merasa kondusif dan mau melakukan tamattu dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian dia melakukan perihal – perihal nan tidak diperbolehkan pada saat ihram sebelum melaksanakan haji, maka dia wajib menyembelih kambing sebagai corak rasa syukur kepada Allah SWT.

Kelima, jika seseorang tidak menemukan hewan intuk disembelih atauh apalagi tidak mempunyai duit untuk membelinya, maka dia dapat berpuasa selama 10 hari nan di antaranya 3 hari pada saat haji dan 7 hari saat kembali pulang ke tempat asalnya.

Keenam, patokan menyembelih dan tamattu bertindak kepada orang selain masyarakat nan tinggal di sekitar Masjidil Haram. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam