Apakah Istri akan Bersama dengan Suaminya di Surga Kelak dalam Satu Kedudukan?

Aug 09, 2026 02:18 PM - 6 hari yang lalu 1018

Pasangan suami istri (ilustrasi). kesehatan bentuk dan mental laki-laki condong menurun drastis setelah kematian pasangan.

Kincai Media,Pertanyaan mengenai apakah seorang istri bakal tetap berbareng suaminya di surga dan berada dalam satu kedudukan menjadi salah satu persoalan yang kerap muncul di kalangan perempuan. Pertanyaan tersebut berangkaian dengan gimana kedudukan seorang istri di alambaka ketika dia dan suaminya sama-sama beragama dan beramal saleh selama hidup di dunia.

Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam Jinanul Khuldi, Naimuha wa Qushuruha wa Huruha menjelaskan, ini adalah pertanyaan klasik yang biasanya ditanyakan para wanita, khususnya yang mempunyai hubungan baik dengan Rabbnya serta mempunyai derajat takwa dan kesalehan yang tinggi.

Pertanyaan mereka selalu sama, "Di manakah keberadaan saya kelak berbareng suami saya di dalam kedudukannya, padahal saya telah beramal di bumi seperti yang diamalkannya, apalagi mungkin lebih darinya? Di manakah kedudukanku? Seharusnya kedudukanku sama dengan kedudukannya."

Untuk menjawab keraguan ini, Syekh Mahir Ahmad Ash-Shuffi menjelaskan, ketika memikirkan jawaban ilahi, kita selalu memandang kepada istana, kebun, dan kesenangan-kesenangan duniawi. Sebab, logika saja tidak bisa untuk mengetahui prinsip bentuk keberadaan kita di surga. Selain itu, tidak mungkin logika yang diciptakan tersebut mengetahui langkah yang sesungguhnya tentang keberadaan kita di surga yang kekal.

Jawaban pertama atas pertanyaan ini adalah menjauhkan bumi dan kesenangannya dari ilustrasi kita dan mengetahui satu prinsip bahwa persoalan tersebut sangat lebih besar dari bumi seisinya. Pemahaman tentang kedudukan saya di bumi berbeda sama sekali dengan pemahaman tentang kedudukan saya di akhirat.

Orang terakhir yang masuk surga dan pintu ditutup setelahnya bakal diberi kekuasaan seperti kerajaan seorang raja di dunia, ditambah sepuluh kali lipatnya. Lalu, Allah mengatakan kepadanya agar berambisi hingga lenyap angan-angannya dan Allah memberikan apa yang dia angankan.

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Al-Mughirah bin Syu'bah dengan hadits marfu bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Penghuni surga yang terakhir masuk adalah seorang laki-laki yang keluar darinya dengan merangkak lampau Allah berfirman kepadanya, 'Pergi dan masuklah ke surga!'

"Lalu dia mendatanginya dan berpikiran bahwa surga telah penuh lampau dia kembali dan berkata, 'Wahai Rabb, saya mendapatinya telah penuh.' Lalu Allah berfirman, 'Pergi dan masuklah ke surga lantaran bagimu seperti bumi dan sepuluh kali lipatnya alias bagimu sepuluh kali lipatnya dunia."' (HR Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim).

Selengkapnya