Jakarta -
Anak yang merasa terlindungi dan dicintai oleh orang tuanya biasanya memberitahu perilaku yang positif secara emosional. Perasaan terlindungi tersebut dapat terbentuk dari ikatan yang sehat dan hubungan yang hangat antara orang tua dan anak, Bunda.
Membangun ikatan yang sehat, yang dikenal sebagai keterikatan aman, dengan anak-anak sangat krusial untuk evolusi mereka secara keseluruhan. Keterikatan terlindungi tidak cuma berakibat positif pada hubungan Bunda dan Si Kecil, tetapi juga dapat berakibat positif pada hubungan mereka di masa depan dengan teman-teman dan terlebihlagi pasangan.
"Keterikatan yang terlindungi berkembang ketika pengasuh responsif terhadap kebutuhan anak," kata psikolog klinis dan pendiri Thriving California, Maya Weir, dilansir Parents.
"Ciri utamanya adalah seiring waktu, anak-anak mengembangkan pandangan bumi di mana orang lain dapat diandalkan dan dipercaya," sambungnya.
Keterikatan yang terlindungi mulai terbentuk dalam tahun pertama hayat anak. Hal ini juga dapat didasarkan pada kebutuhan biologis anak untuk bertetap hidup dan kebutuhan kejiwaan mereka akan keamanan.
Cara mengenali anak yang merasa aman
Berikut beberapa metode mengenali anak yang merasa terlindungi dan dicintai oleh orang tuanya menurut psikolog:
1. Anak mencari penghiburan dari orang tua saat sedang sedih
Anak yang merasa dicintai akan mencari orang tuanya saat sedang sedih. Anak yang memiliki keterikatan terlindungi juga akan menginginkan pengasuhnya untuk membantu meredakan emosi yang menyakitkan maupun tidak nyaman.
Anak-anak ini tak ragu untuk beralih kepada pengasuh mereka untuk mendapatkan kepastian selama situasi yang menantang. Mereka percaya bahwa kebutuhan mereka akan terpenuhi, Bunda.
2. Anak memiliki persahabatan yang sehat
Tanda lain bahwa anak memiliki keterikatan yang terlindungi adalah mereka pulih dengan baik dari perselisihan berbareng teman-teman mereka. Mereka bisa menjalin persahabatan yang erat terlebihlagi dapat berguna bagi kesehatan mentalnya, Bunda.
"Ketika mereka berkelahi dengan seorang teman, apakah mereka percaya bahwa mereka akan berbaikan? Apakah mereka bisa membayangkan bahwa kawan mereka mungkin tidak bermaksud menyakiti mereka dengan sengaja, tetapi mungkin sedang mengalami hari yang sulit dan melampiaskannya kepada mereka?" kata psikolog klinis Sarah Bren, PhD.
"Kemampuan untuk memahami perspektif pandang orang lain, memberikan orang lain kesempatan untuk membuktikan diri, dan merasa percaya bahwa perbaikan itu mungkin terjadi, merupakan indikator dari corak keterikatan yang aman," sambungnya.
3. Anak bisa mengutarakan perasaannya
Kemampuan untuk mengungkapkan emosi secara cermat sejak usia sangat dini, juga dapat memberitahu bahwa seorang anak memiliki keterikatan yang aman. Itulah kenapa sangat krusial untuk memastikan orang tua membesarkan anak yang cerdas secara emosional.
"Pada usia tiga tahun, banyak anak dengan keterikatan yang terlindungi akan bisa mengutarakan beberapa emosi mereka dan mendiskusikan sepertiapa emosi mereka," ungkap Weir.
"Ini sangat krusial karena artinya mereka telah menginternalisasi apa yang telah didukung oleh orang tua. Ini juga mendukung kesehatan mental dan jasmani yang lebih baik di kemudian hari."
4. Anak bisa cepat pulih dari kemunduran
Jika anak-anak memberitahu ketahanan, maka kemungkinan besar mereka telah mengembangkan hubungan yang terlindungi dengan orang tuanya. Anak-anak ini bisa mengatasi stres dengan relatif baik.
Mereka juga memiliki kapasitas untuk mengatur emosi maupun mempelajari keahlian yang diperlukan dengan relatif mudah. Fondasi rasa terlindungi ini juga bisa membangun kepercayaan anak ke orang tuanya.
5. Anak menjadi sosok penyayang
Anak yang merasa terlindungi dan dicintai orang tuanya akan memiliki sifat penyayang, Bunda. Anak-anak yang memiliki keterikatan terlindungi sering kali tidak ragu untuk memberitahu kasih sayang dan/atau mengkomunikasikan emosi cinta mereka secara terbuka, yang mencerminkan kenyamanan mereka dengan kedekatan emosional.
Perlu diketahui, setiap orang mengekspresikan kasih sayang mereka dengan metode yang berbeda. Tetapi, jika anak tampak terbuka untuk berbagi emosi positif dan peduli kepada orang tuanya, maka itu adalah pertanda baik.
6. Anak bisa melampiaskan emosi setelah sekolah
Bagi sebagian orang tua, ini adalah tanda lain yang kurang menyenangkan dari keterikatan yang terlindungi dengan anak. Namun, ada sisi positif dari hal ini, Bunda. Anak bisa mengekspresikan emosinya dengan terbuka.
"Ketika anak-anak kita bersikap tenang sepanjang hari di sekolah, dan kemudian begitu mereka berjumpa balik dengan kita, mereka bisa langsung meluapkan semuanya," kata Bren.
"Mereka menyimpan momen-momen terburuk dan paling acak-acakan cuma untuk kita, karena mereka tahu bahwa kita adalah wadah yang terlindungi untuk menerima emosi mentah dan tanpa filter ini."
7. Anak menjadi percaya diri
Anak-anak yang memiliki keterikatan terlindungi akan memberitahu tanda-tanda kepercayaan diri yang jelas. Mereka tidak takut untuk menyuarakan gagasan dan jujur tentang emosi mereka.
"Anak-anak yang memiliki keterikatan yang terlindungi umumnya lebih percaya diri, artinya mereka merasa betah mengekspresikan siapa diri mereka dan mengungkapkan kebutuhan mereka. Anak-anak ini cenderung lebih cepat berbicara daripada anak-anak lain dan akan bahagia mengutarakan preferensi mereka," kata Weir.
Demikian ciri khas anak yang merasa terlindungi dan dicintai oleh orang tuanya. Semoga keterangan ini berguna ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)