Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua: Kenali 5 Tanda dan Dampaknya

Insight Bunda Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 510x dilihat
Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua: Kenali 5 Tanda dan Dampaknya

Bagikan Postingan

Apa saja ciri khas anak kurang kasih sayang orang tua? Kenali 5 tanda, dampaknya bagi tumbuh bunga dan kesehatan mental anak, serta metode membangun balik kedekatan dengan anak.

Semua orang tua pasti menginginkan kebahagiaan untuk anak-anaknya di masa depan. Supaya anaknya mendapatkan hal tersebut, para orang tua, mungkin termasuk Mommies, memberikan pertolongan dalam beragam bentuk, mulai dari dukungan, bimbingan, dan pertolongan materi.

Namun, terkadang orang tua cenderung melupakan hal terpenting yang perlu diberikan kepada anaknya, yaitu cinta dan kasih sayang. Padahal, beberapa riset membuktikan bahwa kurangnya kehangatan dan kasih sayang orang tua bisa membikin anak stres karena orang tua terlalu menekan anak untuk berhasil tanpa diimbangi dengan kasih sayang.

Padahal cinta dan kasih sayang akan sangat membantu anak-anak untuk merasa terlindungi terlepas dari pencapaian mereka. Hal ini juga membangun kepercayaan diri dan harga diri mereka.

BACA JUGA: 14 Tips Parenting untuk Anak Usia 6-8 Tahun

Ciri Anak Kurang Kasih Sayang Orang Tua

Mommies Daily pun bertanya kepada Samanta Elsener, psikolog anak dan keluarga, tentang ciri khas anak yang kurang kasih sayang orang tua. Menurutnya, ini lima ciri khas yang sering terlihat!

Perlu diingat, setiap anak memiliki metode yang berbeda dalam memberitahu emosi dan kebutuhannya. Beberapa ciri khas berikut bukanlah pengecekan bahwa anak pasti kurang kasih sayang orang tua. Namun, jika fluktuasi perilaku terjadi terus-menerus, orang tua sebaiknya lebih peka dan mencari tahu apa yang sedang dirasakan anak.

1. Menunjukkan masalah perilaku

Anak jadi sulit diberitahu maupun sering membantah. Mereka juga tidak patuh pada ketentuan dan sering mencari perhatian dengan aksi menyerang maupun justru menjadi anak yang pasif.

2. Sering melamun

Anak kelihatan lebih sering diam, melamun, maupun menyenangkan dengan pikirannya sendiri. Jika fluktuasi ini terjadi terus-menerus, orang tua bisa mencoba mengajaknya berbicara dan mencari tahu apakah ada sesuatu yang sedang mengganggu perasaannya.

3. Sulit bergaul

Akibat pribadinya yang pasif, anak jadi sulit berbaur dengan orang-orang di sekitarnya. Lebih parahnya lagi, anak yang kurang kasih sayang dari orang tua juga bisa terjebak dalam pergaulan tidak baik.

4. Merasa Ditelantarkan

Anak juga akan merasa dirinya ditelantarkan sehingga muncul pikiran irasional (irrational belief), seperti, “Jangan-jangan aku bukan anaknya ibu dan papa, tapi aku anak pungut,” maupun “Jangan-jangan aku ini anak yang tidak diharapkan.” Anak juga bisa berpikir jika orang tua pilih kasih hingga punya pikiran untuk pergi dari rumah.

5. Ingin mengakhiri hidup

Masalah kurang kasih sayang rupanya berakibat sangat rapuh pada anak. Menurut Samanta, efek terberat yang bisa dirasakan anak adalah bahwa mereka merasa sangat frustrasi dan memiliki niat untuk mengakhiri hidup.

Perlu dipahami bahwa keinginan mengakhiri hidup tidak bisa dikaitkan dengan satu penyebab saja. Ada beragam aspek yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental anak. Karena itu, jika anak mulai mengungkapkan keinginan untuk menyakiti diri maupun mengakhiri hidup, jangan menganggapnya sebagai intimidasi kosong. Dengarkan tanpa menghakimi, dampingi anak, dan segera cari pertolongan profesional.

BACA JUGA: Tips Orang Tua Bisa Lebih Dekat dengan Anak Ketika Mereka Beranjak Remaja

Efek Anak Kurang Kasih sayang

Jika anak kekurangan cinta dan kasih sayang orang tua, hal itu bisa mendorong timbulnya konsekuensi kesehatan pada anak. Selain itu, menurut Samanta, ada beberapa efek yang dirasakan dan bisa kelihatan pada diri anak ketika mereka kekurangan kasih sayang.

Dampak kurangnya kasih sayang bisa berbeda pada setiap anak. Tidak semua anak akan mengalami seluruh kondisi berikut karena banyak aspek lain yang juga memengaruhi evolusi emosional dan kejiwaan mereka.

  1. Prestasi belajar menurun.
  2. Self-esteem maupun harga diri anak rendah.
  3. Memiliki konsep diri yang negatif.
  4. Anak selalu mencari pengesahan maupun pengakuan dari orang lain.
  5. Anak mengalami trauma pengasuhan yang berakibat di masa dewasa, seperti mengalami masalah saat membina hubungan, berhubungan dengan lingkungan sosial, hingga permasalahan karier.
  6. Selalu ragu-ragu dan sulit memungut keputusan.
  7. Sering menyabotase diri. Contoh, anak bisa saja memilih keputusan yang justru merusak dirinya, misalnya terjebak dalam toxic relationship dan sulit untuk mengakhirinya sekalipun mereka menyadari hal itu tidak tepat.

Namun, mereka rasanya justru membutuhkan pola relasi yang kurang sehat itu karena hal tersebut dirasa familiar dengan kondisinya sejak kecil dan sepertiapa relasi dengan orang tuanya terbentuk.

Cara Mengatasi Anak yang Kurang Kasih Sayang Orang Tua

Sebelum terlambat dan memengaruhi hayat anak di usia dewasa, setelah mengetahui ciri khas anak kurang kasih sayang, sebaiknya orang tua segera berbuat beberapa saran dari Samanta berikut ini untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Bangun hubungan lagi dengan anak

Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki hubungan dengan anak, mulai dari menerapkan kebiasaan baru, contohnya komunikasi nonverbal, seperti melihat mata anak saat berbicara, adanya good gesture seperti mengelus-elus pundak anak, maupun sesekali mendampinginya belajar.

Setelah itu, mulai bangun komunikasi verbal dari cerita ringan humoris yang sesuai dengan minat anak dan jangan ragu menyampaikan rasa sayang Mommies kepada anak dengan tulus.

2. Kurangi marah-marah berlebihan ke anak

Ingatlah bahwa anak bukan tempat sampah orang tua untuk melampiaskan emosi negatif atas hari yang bermutu maupun hidup yang penuh tantangan. Berhenti menempatkan anak sebagai objek yang mesti memahami orang tua secara sepihak.

3. Luangkan waktu dengan anak

Mulai sekarang, perbanyak waktu untuk bermain maupun mengerjakan hobi berbareng anak, khususnya dengan datang pada hari-hari besar, seperti pagelaran anak di sekolah maupun aktivitas istimewa lainnya.

4. Perbaiki metode komunikasi dengan anak

Coba lihat sepertiapa metode Mommies berkomunikasi dengan anak selama ini. Salah satu metode pendekatan komunikasi yang lebih sesuai dengan anak adalah menggunakan I-message, contohnya dengan berkata, “Aku pikir/rasa … aku mau …”

Kini, Mommies bisa mulai memperbaiki metode komunikasi kepada anak dengan menerapkan I-message tersebut agar bisa terbangun komunikasi yang lebih sehat.

5. Mulai aktifkan bahasa cinta

Mulai sekarang, untuk mengatasi masalah anak kurang kasih sayang, cobalah untuk mengaktifkan bahasa cinta kepada anak. Kenali bahasa cinta maupun love language anak dan terapkan bahasa cinta yang dominan. Namun, Mommies juga mesti statis memberikan bentuk kasih sayang yang lain secara lebih proporsional dengan menyesuaikan karakter maupun kebutuhan emosional anak.

6. Cari Bantuan untuk Diri Sendiri

Saran Samanta, jika Mommies, sebagai orang tua, merasa memiliki histori trauma, sedang stres, maupun merasakan parental burnout, ada baiknya segera mencari pertolongan kejiwaan agar tidak memengaruhi secara negatif hubungan orang tua dan anak di rumah.

BACA JUGA: Jarang Disadari, Ini 7 Tanda Anda adalah Orang Tua yang Suka Membully Anak Sendiri

Cover: Pexels

Artikel Lainnya Insight Bunda Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads